.

Tampilkan postingan dengan label ANONIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANONIM. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Februari 2015

Anonim - Dear Blue (Teruntuk Biru)





1.      It’s full moon here tonight,which makes me think of you. Because I know, that’s no matter what I’m doing or where I am, this moon will be same as yours, half world away. And no matter how many years go by. I know one thing to be as true as ever was. I’ll see you soon. (Dear John)
2.      Cinta bisa saja tidak memiliki. Cinta bisa saja tidak saling menyayangi. Cinta hanyalah harus berbahagia. Berbahagia dalam hidup, bahagia dalam berbagi, bahagia dalam menjalani.
3.      Dear blue,  I miss every moment spent with you. From the deepest of my heart, you always remember me about happiness. I don’t know how life can go, if I never meet you. Dear blue, someday when im gone do you still remember about me??. Blue, stay a while longer. Stay away before you go and remove all dreams about me. (sabang, oktober 2014)
4.      Kamu tahu hal apa yang paling membahagiakan? Bagiku ketika melihat senyum keluargaku. Kamu tahu hal apa yang paling menyenangkan? Bagiku, ketika bersenda gurau dengan sahabat. Kau tahu apa yang paing merindukan? Bagiku ketika melihat foto-foto dokumentasi perjalanan yang telah dilakukan dan mengetahui bahwa esok aku akan kembali berjalan kesana. Ya, bersama mereka, sahabatku keluargaku.

Jumat, 16 Januari 2015

Anonim – Cukup Tahu Saja




1.      Aku tahu kamu seperti itu, kamu juga tahu sifatku seperti ini. Cukup tahu saja, tidak usah diselesaikan
2.      Haruskah aku bertanya, sementara kamu terang-terangan menggenggam tangannya. 
3.      Setiap ada masalah kau lari kepadaku, namun tiap tersenyum kamu bersandar di pundaknya. Apa kamu ngga bosan? 
4.      Aku bukannya ingin melerai, dan juga tidak ingin menilai. Waktu kan udah menjelaskan segalanya, atau mungkin kamu yang ga pernah belajar darinya? 
5.      Aku tahu bahwa kita saling suka. Suka bukan cinta. Karena kalau cinta,itu berarti aku harus memperjuangkanmu. Merebutmu dari tangannya, teman baikku. 
6.      Kamu berbicara soal kita, namun kamu memikirkannya.Berharap kita menjadi nyata tapi ga mau melepasnya. Imajinasiku kurang atau angan kamu yang berlebihan? 
7.      Kita pernah saling merindukan, pernah saling bertatapan. Kita pun pernah terburu nafsu. Tidak apa menurutmu. Asal kekasihmu tidak tahu. 
8.      Bercerita denganmu menyenangkan. Tapi hanya sebatas kata senang, tidak membahagiakan. Karena aku tahu, kisahmu hanya akan kembali bercerita tentangnya.

Kramat Jati, 4 Desember 2015

Rabu, 14 Januari 2015

Anonim – Cerita Tentang Awan





1.      Kamu tahu awan kumulonimbus. Tebal, pekat, sulit ditembus dan mengandung badai. Ya itulah kita. Sulit membayangkan melewati hari bersamamu.
2.      Kamu adalah bagian dalam sejarah hidupku. Memiliki kisah dalam rangkaian perjalanan yang kulalui. Itu saja, selebihnya kamu hanyalah awan. Tampak padat berisi namun rapuh ketika disentuh.
3.      Kita pernah menatap awan yang sama, melukis harapan yang ingin kita lalui berdua. Ah mungkin itu jualah alasan perpisahan kita. Kita terlalu memaksakan teduh tanpa mau melalui sukar.
4.      Melihatmu seperti memandang awan hitam di kejauhan. Ketakutan terbesar adalah akan terjadinya badai tanpa ada persiapan untuk menanggulanginya.
5.      Berjanjilah bukan hanya ketika cerah datang menaungi langit. Bukan saat awan bersenandung beriring berarak. Berjanjilah ketika hidup membawa ke dalam lingkaran badai. Kamu akan tetap memegang tanganku.
6.      Kamu hanyalah cerita dibalik awan. Padat berisi namun rapuh saat kusentuh. Hanya butir embun sebagai pengingat kenangan.

Sabtu, 03 Januari 2015

Anonim - Yang Aku Rasa Kamu Tahu





Kamu ingat pertemuan kemarin
Saat aku menanyakan segala mimpimu kedepan
Dan kau malah membahas tentang yang lalu

Aku mengerti kamu masih belum bisa menerima
Kerelaanku melepasmu
Aku pahami kamu masih belum bisa memaafkan
Kediamanku memperjuangkanmu

Banyak pertanyaan yang kau ajukan
Berulang dan berulang
Aku tahu kamu hanya ingin mencari kepastian
Kebenaran tujuan dari apa yang saat ini kau jalani 

Senin, 29 Desember 2014

Anonim – Aku dan Pelangi





1.      Aku tak akan pernah bisa membenci pelangi. Sekalipun ia datang hanya setelah badai. Sekalipun ia akan pergi saat cuaca cerah kembali.

2.      Kesetiaanku tidak seperti pelangi. Pelangi setia menunggu hujan reda. Aku hanya setia ketika rindu itu ada. Cinta itu nyata.

3.      Warnaku adalah kefanaan. Tidak benderang seperti warna pelangi. Merah, kuning, hijau. Tidak seperti itu. Warnaku itu putih, bisa saja hitam.

4.      Dulu. Pernah aku menunggu, saat badai menjadi pelangi. Namun, pernah aku pergi. Ketika pelangi meninggalkan setianya dalam badai.

5.      Aku tahu. Pelangi akan selalu berujung pada keindahan. Tapi aku juga tahu. Pelangi tidak berujung pada sesuatu. Pelangi akan hilang seiring dengan cerahnya hari.

6.      Aku tidak akan menanyakan alasan. Aku juga tidak akan menyatakan kehilangan. Ketiadaanmu adalah kerelaan. Kehilanganmu adalah sebuah jawaban. Untuk tidak lagi mengejar pelangi.

Kramat Jati, 21 Desember 2014

Selasa, 09 Desember 2014

Anonim - Rasa (Rasanya)


1.       Kamu menanyakan alasan,aku mengatakan kehilangan. Perasaan kita memang berbeda ya.
2.      Ngga ada yang salah dengan perasaan kita. Yang menjadi beda hanyalah ikatan yang kamu miliki. Selebihnya hanya stigma. Kita hanya teman kan?
3.      Memang tidak mudah yah buat melupakan. Apalagi tentang kamu. Kadang aku sampai lupa,akan ikatan di jari manismu.

Kamis, 16 Mei 2013

Anonim – Itu bukan kamu


1.       Aku sudah mencoba bertahan.Dalam kisah yang kita lalui.Namun hati tak mampu mengingkari.Bahwa cinta ini bukanlah milikmu.Itu bukan kamu.

2.      Aku rasa sudah cukup aku menunggu.Segala rasa yang tercipta untukmu kini terasa hilang tak berarti.

3.      Kamu tahu,dari cara kita berbincang kemarin.Aku mengerti.Bahwa apa yang kita percaya untuk dijalani.Hanyalah ketiadaan yang menanti.

4.      Aku suka senyummu.Aku suka menggodamu.Namun hanya sebatas itu.Tak ada kata lebih dalam rasaku.

5.      Sudah kukatakan kepadamu ribuan kali.Namun tak jua kau mengerti.Apa aku harus tiada baru kau bisa memahami.

6.      Kamu harus terus berjalan.Terus melangkah.Apa yang sudah terjadi diantara kita adalah pembelajaran.Bukan pemutus sebuah ikatan.

7.      Maaf.Bukannya aku tak mau mengerti.Namun soal hati.Aku tak bisa membohongi.

8.     Aku tak berharap kisah kita kembali.Tidak.Karena apa yang terjadi antara kita yah seperti itu adanya.Yang aku tak ingin pergi adalah persahabatan denganmu.

9.      Dulu.Kau adalah pengecualian.Dalam setiap kata hati.Kini.Rasa itu memudar seiring langkah yang kita lalui.

10.  Apa yang pergi dari kita bukanlah soal hati.Namun pengertian.

11.   Aku sudah sering nyatakan rasaku.Kau pun dengar itu.Namun ketika kau berpaling.Semua keyakinan berubah.Rasa ini bukanlah kamu.

12.  Kenapa kamu terus menunggu.Padahal aku sudah katakan sejujurnya rasaku terhadapmu.Itu bukan kamu.

Kramat Jati 16 Mei 2013

Sabtu, 11 Mei 2013

Anonim – Dalam Tiada





1.       Apa ini yang namanya rindu.Pada sesuatu yang kurasa nyata.Sebatas khayal.Namun terasa mendekap begitu nyata.
2.      Aku kadang tak mengerti akan maksudmu.Tak mau tahu akan inginmu.Namun bukan berarti aku menepikan arti hadirmu.
3.      Apa benar jika cinta itu sebuah ketulusan,apa benar cinta itu sebuah kemurnian.Karena seiring perjalanan waktu semua menjadi bersyarat.
4.      Aku menilaimu begitu tinggi.Mungkin karena itu aku merasa kehilanganmu.Hingga detik ini.
5.      Aku tak tahu apa yang salah.Karena ketika aku menunjuk segala sesuatu itu benar.Pada saat itu pula aku merasa kehilangan.
6.      Cintamu itu seperti sebuah keheningan.Berapa kali pun aku merasa nyaman saat mendekapnya.Namun tetap saja pada saat itu aku merasakan ketiadaan.
7.      Pada dasarnya aku mengerti.Benih ini tak akan tumbuh jadi hebat.Ia hanya akan tumbuh besar lalu ditebas dan musnah jadi abu.Seperti rasa ini.
8.     Ini hidupmu.Rasamu.Inginmu.Hasratmu.Mimpimu.Khayalmu.Jadi berjalanlah.Jangan pedulikan lukaku.
9.      Aku tahu,sekeras apapun aku mencoba.Pada dasarnya aku hanya akan menemui tembok tebal.Kenapa??Karena itu semua soal hati.
10.  Apapun yang terjadi antara aku dan kamu.Lepaskanlah.Apapun yang akan terjadi nanti.Genggamlah.Rasa boleh berakhir namun tidak arti sebuah ikatan.
11.   Aku nyaman saat berbicara denganmu.Menikmati saat bertukar kata denganmu.Namun itu terasa menyakitkan jika mengingat itu hanya kemayaan.

Kampung Gedong 10 mei 2013

Rabu, 08 Mei 2013

Anonim – Cinta Tapi Beda


  1. Dunia melihat. Dunia mengajarkan. Dunia memberikan. Cinta dalam sebuah perbedaan.
  2. Disini.Waktu seakan tak bisa menjawab akan rasa yang sedang kita jalani.
  3. Aku tak menyuruhmu jadi berbeda.Tak memintamu jadi mereka.Aku ingin kamu tetaplah kamu.Satu beda yang aku cinta. 
  4.  Cinta terhadapmu adalah batas awan kelabu??sulit untuk melihat birunya langit jika yang dipandang hanyalah perbedaan yang terpapar.
  5. Aku mencintaimu bukan karena hartamu.Bukan karena tubuhmu ataupun paras wajahmu.Aku cinta kamu karena apa adanya kamu.Melebihi batas keyakinanku.
  6. Jika memang dianggap kecil dunia.Aku menerimanya.Selama aku tahu jika esok aku terbangun dari tidurku,aku masih bisa melihat senyummu.
  7. Cintaku bukanlah Pancasila.Yang kini hanya sekedar menjadi simbol Negara.Tanpa mampu dimaknai.Cintaku itu ada.Nyata.
  8. Kenapa sulit katakan cinta.Padahal ia ada.Nyata.Walau memang berbeda.
  9. Aku suka caramu menatapku.Aku suka caramu tersenyum.Aku suka caramu berjalan.Aku suka kamu seperti itu.Apa adanya dirimu.
  10. Meski dunia mengutuk kisah ini.Walau diri tersakiti karena dilukai.Namun jika hati sudah meyakinimu.Aku akan memperjuangkan cintamu.Kamu??
  11. Tanpamu,aku merasa hilang.Kesepian menggulana tanpa mampu bisa mengartikan.Tuhan perasaan apa ini??
  12. Meski senandung dunia akan berbeda dengan kata hati kita.Meski mereka akan mengutuk perasaan ini.Aku akan memperjuangkanmu dalam setiap kataku.Ucapku.Inginku.Harapku.Seluruh hidupku.Sayang aku akan selalu mencintaimu.
  13.  Yang menjadi berbeda di mata mereka hanyalah tentang apa yang melekat.Kadang mereka lupa bahwa kita ini satu.Manusia.
  14. Bukan karena tak mampu.Tapi kadang kita terlalu takut untuk berlayar.Padahal kita tak akan pernah mampu menghadapi badai jika kita tidak pernah mengembangkan layar.
  15.   “Aku tak akan menyuruhmu pindah keyakinan.Tak pernah” | “Aku tak akan berkata kau harus sepertiku.Tidak akan pernah” | Tapi sayang,kita hidup didunia yang konyol.Dimana uang adalah simbol kuasa.Perbedaan masihlah membuat prasangka dan cinta tapi beda masih menyuguhkan banyak tanya.Itulah mereka.Itulah Negara kita. 

 Kramat jati 8 mei 2013