.

Tampilkan postingan dengan label Menanti Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menanti Pagi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2016

Tentang Tumbuhan Dandelion (Randa Tapak)


Randa Tapak atau Dandelion adalah bagian dari Taraxacum,sebuah genus besar dalam keluar Asteraceae. Nama Randa Tapak sendiri biasa digunakan untuk merujuk kepada sebuah tumbuhan yang memiliki "bunga" yang memiliki "bunga-bunga" kecil yang terbang ditiup angin. Asal asli dari tumbuhan ini adalah Eropa dan Asia, namun sekarang sudah menyebar ke segala tempat di dunia. Yang disebut sebagai bunga dari tumbuhan ini menjadi semacam jam hayati yang secara teratur melepaskan banyak bijinya. Biji-biji ini sesungguhnya adalah buahnya.

Senin, 04 Januari 2016

Lamaran Ala Anak Gunung (Pemeran Utama)

"2 kisah berbeda,1 Jalan Yang Sama."
Maksudnya apa? Jawabannya ada di 2 tulisan dibawah. Diperhatikan ya ^^

foto by instagram @rizqiatullaily

Jumat, 01 Juni 2012

Cemoro Rindu


“Kenapa kamu masuk pecinta alam??”Tanya seorang wanita kepadaku.
“Karena saya mencintai alam kak” Jawabku sekenanya pada saat itu
“Ohh..mang seberapa cinta kamu sama alam??”Tanya wanita itu lagi
“Yahhh....!!!”Aku malah bingung menjawab pertanyaannya.
“Sudah sudah jangan kau jawab. Kalau kau memang cinta sama alam sekarang coba kau panjat pohon itu” Ujar wanita itu singkat sembari menunjuk ke arah sebuah pohon mangga. Beruntung pohon mangga itu tak terlalu besar sehingga aku dengan mudah memanjatnya.
“Sekarang kakak tanya sama kamu lagi,seberapa cinta kamu sama alam???”
“Cinta kak,pokoknya aku suka segala sesuatu yang ada di alam. Aku suka pantai dan aku juga suka laut” Jawabku singkat dan seadanya
“Kalau begitu sekarang kamu gelantungan di pohon itu seperti seekor orang utan”
Walau kesal tapi aku hanya bisa menuruti apa yang disuruhnya.
Wanita itu lalu menanyakan hal yang sama lagi “Kakak tanya sekali lagi,seberapa besar cinta kamu sama alam??”
Dan aku hanya mengeluarkan kata kata yang sama sebagai jawabannya.
Wanita itu lalu mendekatiku dan berujar pelan
“Kalau kamu memang cinta,coba sekarang kamu makan salah satu daun itu untuk membuktikan cinta kamu sama alam??”
“HAAAHHHHhhhhhh...kakak serius??”
“Katanya cinta,masa disuruh makan daun aja udah protes”Ledeknya sinis
Alamak,benar benar salah menjawab neh. Harusnya aku tak bilang cinta tadi.
“Ehh..dia malah diem!! Atau kamu mau kakak suruh gali tanah dan makan yang kamu temukan disana??”
Whattt...gila neh cewek
Masa disuruh ngorek ngorek tanah dan makan yang saya temukan didalamnya. Tanpa bertanya lagi aku melakukan saja apa yang disuruhnya tadi.
“Iya kak,aku makan neh daunnya”Jawabku sembari mengambil salah satu daun mangga. Lalu dengan ogah ogahan kumasukkan daun itu ke mulutku dan mulai mengunyahnya.
Sudah gelantungan di pohon,memakan daun pula. Aku benar benar merasa tak berbeda jauh dengan seekor kera.
Wanita itu hanya menutup mulutnya dengan tangan ketika melihat wajahku. Ia mencoba menahan tawanya.
“Sudah sudah,sekarang kamu turun dan bergabung dengan teman yang lainnya sana” Ujarnya seraya menunjuk ke arah sebuah kerumunan.
“Siap kak”
Aku pun segera turun dari pohon
“Kak,daunnya udah boleh dibuang kan??” Ucapku seraya menunjuk ke arah mulutku sendiri.
Aku tak langsung membuang daun itu karena takut akan kena hukuman.
“Yah kalau kamu suka,boleh kamu makan sepuasnya kok” Jawabnya singkat sembari berusaha mendekati pohon mangga dan memetik daunnya.
“Ga deh kak,makasih. Yaudah yah kak saya ke barisan dulu,takut nanti malah kena hukuman tambahan dari kakak yang lain!!” Aku pun segera mengambil langkah seribu dari sana dan segera kembali ke barisan teman temanku.
Yuph daripada nanti disuruh yang aneh aneh lagi sama itu cewek.
Sekali waktu aku menengok ke belakang dan melihatnya.
Rupanya ia masih tertawa puas karena berhasil mengerjaiku.

Minggu, 20 Mei 2012

Mawar Untuk Ibu


Seorang pria berhenti disebuah toko bunga untuk membeli seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya dia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu sedu.
Pria itu bertanya kenapa dan gadis kecil itu menjawab “Saya ingin membeli setangkai mawar merah untuk ibu saya. Tapi uang saya Cuma lima ratus perak saja sedangkan harga mawar merah itu seribu rupiah”
            Sang pria tersenyum dan berkata “Ayo ikuti aku, aku akan membelikanmu bunga mawar yang kamu mau”
Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya. Ketika selesai dan hendak pulang dia pun menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah.
Gadis itu melonjak gembira mendengarnya.

Sabtu, 10 Desember 2011

Janji Bunga (Ending)

(Penjelasan)

Di ruang tunggu rumah sakit
“Hari ini aku benar benar senang, Ram. Karena akhirnya kamu bisa datang berkunjung.” Ujar Mbak Risma.
Rama hanya tertunduk menahan kesedihan saat itu, ia tampak tak begitu memperdulikan kata kata mbak Risma yang mengajaknya bicara.
“Kami semua menyangka kamu sudah gugur dalam pertempuran di Aceh. Bahkan keluargamu sendiri pun tak mengetahui kabarmu sama sekali”
Rama masih terdiam.
“Makanya Mbak benar benar senang ketika melihatmu di televisi kemarin. Mbak benar benar bahagia melihatmu masih hidup, mbak rasa Bunga pun akan berperasaan demikian.” Sambung mbak Risma.
Rama hanya bisa menundukkan kepalanya, air mata mengalir pelan membasahi kedua pipinya.
“La..lalu..kenapa Bunga bisa seperti itu mbak?? Apa yang terjadi dengannya??” Parau suara Rama karena menahan kesedihan yang kini melanda di hatinya.
Mbak Risma menarik nafas panjang, ia kemudian menceritakan kejadian yang menimpa Bunga.

Setulus Cinta Rohmat (Bagian II)


Gejolak Rasa

“Lagi dimana Gen” Tanya Afrina
“Di rumah Amir, mang ada apa Fri??” Jawab Rohmat sekenanya
“Ga ada apa apa, Cuma mau ketemu aja Gen??”
“Yee..dasar !! bilang aja lo kangen kan ketemu sama gue..hahaha” Ledek Rohmat kepada temannya itu.
“Ahhhh...Gendut mah ngeledekin mulu”
“Hehehe..yaudah Fri, ntar abis dari rumah Amir. Gue sempetin deh mampir ke rumah lo dulu”
“Hehehe...bener yah gen, gue tunggu loh”
Dan mereka pun mengakhiri pembicaraan itu.
Afrina dan Rohmat kini telah beranjak besar, kini mereka sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Seperti sudah dijodohkan ,mereka kembali bersekolah di sekolah yang sama yaitu SMA 37. Hingga tak mengherankan jika mereka sudah begitu saling mengenal satu sama lain.
Walau sering dianggap sebagai pasangan oleh teman temannya karena kedekatan satu sama lain.
Tapi Rohmat dan Afrina selalu santai menyikapinya, mereka tak pernah mengambil hati oleh perkataan teman temanya itu. Mereka malah selalu tertawa tiap kali membahasnya.
Tanpa sadar hal itu malah semakin mendekatkan mereka.
Bahkan Rohmat dan Afrina selalu tak sungkan untuk mencurahkan masalahnya. Entah itu soal keluarga,teman ataupun soal pacarnya masing masing.
Afrina selalu merasa nyaman ketika berada di sisi Rohmat,begitu pun sebaliknya. Hingga tanpa mereka sadari mereka sudah seperti saling ketergantungan satu sama lain.

Sabtu, 19 November 2011

Janji Bunga (Part III)

(Jawaban)

Seminggu kemudian Rama keluar dari rumah sakit, oleh kesatuannya ia diberikan kesempatan cuti untuk memulihkan kondisinya. Sebenarnya Rama ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk bertemu dengan Bunga tapi hingga sekarang Bunga masih belum memberikan kabar kepadanya.
Bunga benar benar seperti menghilang dalam hidup Rama. Ia pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Ketika akan keluar dari rumah sakit, ternyata ada beberapa wartawan dari media cetak dan elektronik disana.
Keberadaan mereka disana memang untuk mencari berita tentang korban korban gerakan separatis kemarin. Tapi karena oleh pihak rumah sakit dan para Tentara keberadaan mereka dianggap akan mengganggu para pasien, maka mereka pun Cuma bisa menunggu di luar.
Rama yang baru keluar dari rumah sakit tentu saja langsung dikerubungi oleh mereka. Para wartawan pun segera menanyakannya banyak hal. Mulai dari awal mula ia tertangkap sampai harapannya terhadap kondisi di Aceh.
“Lalu apa yang ingin anda lakukan setelah ini saudara Rama??” Tanya salah seorang wartawan.
“Hemm..saya ingin kembali ke rumah dan memulihkan diri untuk sejenak.” jawab Rama.
“Adakah orang yang ingin anda temui setelah pulang nanti saudara, Rama??” Tanya salah seorang wartawan lain.
“Tentu ada. Keluarga, sahabat dan tentu saja saya sangat ingin bertemu dengan pujaan hati saya.” Jawab Rama sembari tersenyum.
“Ciiieeeeeeeeee........” Ujar para wartawan serempak.
Setelah beberapa pertanyaan, wawancara pun segera diakhiri. Rama pun pamit kepada para wartawan dan meminta doa mereka untuk kedamaian di Aceh.
Rama pun segera kembali ke markas kesatuannya untuk mengambil beberapa barang miliknya sebelum kembali ke Jakarta keesokan harinya.

Sabtu, 12 November 2011

Cinta Kita


(Gue Bebas)

Ma . . . malam minggu datang lagi
Malam yang bosan lagi
Malam minggu
Ma . . . malam minggu datang lagi
Malam minggu yang sepi
Malam ini sendiri



“Mannnnnnnnn……….Jangan kenceng kenceng nyetel musiknye!!!”

Firman tak mendengar teriakan ibunya,ia masih tetap asik mendengarkan musik di dalam kamar abangnya.

“Buukkkk….” Terkejut Firman bukan kepalang ketika ada yang menepuk pundaknya dari belakang.

“Ahhh..emak,gangguin aye aje” Ujar Firman begitu melihat siapa orang yang menepuk pundaknya.
“Lah abisan lo emak panggil kaga nyaut nyaut, dengerinn musik ampe satu kampung bisa denger” Tukas Ibunya singkat.

“Yaelah mak,sepele banget seh” Jawab Firman sekenanya

“Sepele sepele,bapak lo peyang !!! Yaudah mending lo mandi sono,dari pulang kuliah ngejogrog aja kerjaannya di dalam kamar”
“Ogah ah,masih sore” Jawab Firman sembari merebahkan dirinya lagi di kasur abangnya.
“Sore pegimane, Udah mau magrib juga”
“Yaudah bentaran,nanggung banget neh mak”
“Etdah neh bocah,susah banget dibilanginnya !!udah perjaka males banget ngurus diri,gimana anak perempuan pada mau nyantol”
Firman tak mengindahkan perkataan Ibunya, ia malah menarik bantal dan menyembunyikan wajahnya disana.
Melihat tingkah laku anaknya itu,sang ibu Cuma bisa geleng geleng kepala.
“Bener bener nurunin sifat babehnya banget neh anak” Gumamnya dalam hati.

Jumat, 11 November 2011

Janji Bunga (Part II)


(Konflik di bumi Serambi Mekah)

Pertengahan tahun 90an bumi Serambi Mekah atau lebih dikenal sebagai Nangroe Aceh Darussalam kembali bergolak. Kelompok Separatis atau lebih dikenal sebagai Gerakan Separatis Aceh (GSA) kembali menyebarkan teror di bumi Serambi Mekah.
Rama yang sudah 3 tahun bertugas di Medan akhirnya dipindah tugaskan ke perbatasan Aceh oleh kesatuannya. Saat itu ia ditugaskan untuk berjaga di daerah sarat konflik. Walau kurang menyukainya tapi Rama selalu bisa menerimanya karena biar bagaimanapun itu sudah menjadi bagian dari tugas dan kewajibannya sebagai seorang Prajurit.

Selasa, 08 November 2011

Setulus Cinta Rohmat (Bagian I)


Sahabat




“Aduh”
Ujar seorang gadis kecil ketika kakinya terantuk  rel kereta.
Saat itu sang gadis kecil sedang berlari menyeberangi rel kereta untuk menuju ke tempat tinggalnya yang memang tak terletak jauh dari sana.Ia kemudian terjatuh di atas batu batu  kecil yang memang banyak terdapat di rel kereta.
Sejurus kemudian terdengar suara tangisnya membelah kesunyian rel.
“Hu..hu..hu..hu..hu..hu…..sakittttttt” Ujar gadis kecil itu seraya memegang tangan dan kakinya yang berdarah.Tampak lelehan air mata meluncur deras dari kedua pipinya yang manis.
“Kamu ga apa apa??” Tiba tiba ada seseorang yang menegurnya.
Gadis itu tetap menangis menahan sakitnya.
“Hei..kamu ga apa apa??”Ujar suara itu lagi sembari memegang pundak sang gadis kecil.
Barulah sang gadis tersadar.
“Sakitt..ga bisa jalan” Jawab sang gadis sembari tetap menangis.
Sang gadis kecil kemudian memperhatikan orang yang menolongnya.Rupanya itu seorang bocah lelaki yang masih sepantaran dengannya.
Berbadan tambun,dengan hidung pesek yang selalu mengeluarkan ingus.

Kamis, 20 Oktober 2011

Janji Bunga (Part I)

(Janji hati)

“Apa cita citamu Ram??” tanya Bunga
“Aku??, tentu saja menjadi seorang tentara yang tangguh, sebagaimana cita citaku semenjak dulu.” Bunga tersenyum mendengarnya, memang sudah cita cita Rama dari kecil untuk menjadi seorang Tentara. Ia sangat memimpikan untuk bergabung menjadi seorang ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
“Tentu saja aku ingin menjadi orang yang berguna untuk orang-orang yang kusayangi,” sambung Rama lagi
“Lalu??” tanya Bunga lagi, ia lalu menatap mata kekasihnya itu
“Lalu..Lalu apa ya??” Rama mulai malu dengan apa yang akan diucapkannya, butuh beberapa menit untuk mengumpulkan keberaniannya.
“Tentu saja aku ingin hidup berdampingan denganmu, menghabiskan sisa waktu berdua bersamamu”
“Aku berjanji akan selalu menjaga dirimu, Bunga”. Sambung Rama sembari menatap mata kekasihnya.
Hening sejenak
“Gombal..hihihi.” ujar Bunga sembari tertawa kecil setelah mendengar kata kata Rama barusan. Rama kemudian membalas ledekan Bunga dengan memencet hidung kekasihnya itu.
“Iihhh..sakit tau.” Bunga mengaduh seraya memegang hidungnya.
“Huuh..biarin, abisnya kamu ngeledekin aku mulu seh.”
“Hehehe..kan cuma bercanda, Ram.” Ujar Bunga sembari membalas memencet hidung Rama. Rama kemudian mengaduh, setelahnya hanya tawa yang tersisa dari perbincangan itu.

Minggu, 16 Oktober 2011

Cinta Sebongkah Karang


"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang.
Suaranya begitu menggelegar memecah diam.
Dentumannya teramat keras laksana pukulan palu godam.
Beribu abad yang dilalui cuma keheningan yang terlewati,jutaan waktu yang dialami hanya kebekuan yang mendiami.
Menggumpal tanya sang ombak seakan menyekat sesak dalam nafasnya.
Mengapa sang karang tiada goyah walau tertusuk rimbun gelagah??
Hingga pada suatu waktu,sang ombak memberanikan diri bertanya kepada karang.
"Hei karang"sapa sang ombak
"Kenapa kau tak jua menyerah menghadapiku??padahal stiap waktu aku menghantammu,setiap saat aku menghajarmu??"tanya sang ombak
sang karang hanya terdiam.

Minggu, 09 Oktober 2011

Untuk Ana

Alhamdulillah yah bisa sampai ke postingan yang ke 50.
Haahh..masih butuh banyak belajar dan saya akan terus belajar.Untuk postingan ke 50 ini saya persembahkan sebuah cerpen aja deh.
Fiksi atau bukan??
Sebagai penulis saya cuma bisa katakan selamat membaca dan menikmati ceritanya..hehe ^^

Untuk Ana



Kamu ga pernah mengerti
Dengan apa yang kamu rasakan
Sama halnya seperti Ana
Tidak pernah mengerti
Dengan apa yang dia rasa
Rasa ini alami
Rasa ini anugrah
Bisa datang kapan saja
Tanpa disadari
Ana juga tak pernah menyangka
Kenapa mesti kamu yang menyita pikirannya
Dulu..
Memang Ana tak begitu mengenalmu
Hanya nama dan wajah yang ia tahu
Sekarang..
Kamu dekat
Mungkin...sangat dekat..
Tapi tetap saja kamu bagai misteri buat dia
Dengan meninggalkan beribu tanya dalam benaknya
Jika bisa menepati janji itu
Tepatilah..
Jangan hanya mengumbar janji-janji palsu
Kepada setiap hati kemudian meninggalkannya
Karena..
Ana akan menunggumu di ujung jalan itu
Selalu menunggumu...

Rabu, 21 September 2011

Arti Hadirmu


Cerita ini ketika aku masih kelas 2 SMA.
Ada suatu waktu dimana aku benar benar merasa bosan dengan sekolah (maklumlah masa masa labil..:p).Belum lagi pada saat itu aku sedang mempunyai permasalahan dengan keluargaku.
Hari itu aku memutuskan untuk tidak bersekolah/cabut.Sebenarnya saat itu aku ingin sendirian saja tapi kekasihku Aya memaksa untuk ikut bersamaku.
Aku lalu membawa Aya pergi ke taman bunga di Taman Mini.Aku yang sedang dilanda banyak masalah hanya bisa duduk terdiam disana,tak sekalipun aku mengindahkan kata kata Aya.

Selasa, 23 Agustus 2011

Rencana

Inna terkejut,pagi itu ruangan kerjanya penuh dengan bunga mawar.Sejenak inna hanya terdiam,seakan tak percaya bahwa ia sedang berada dalam ruangan kantornya.Inna segera mendapati sebuah surat di atas meja kerjanya.
“Jadilah selalu mawar dalam hatiku,Yang merekah indah dan mempesona selalu..I LOVE U MY LOVE..Dimas”
Inna hanya tersenyum,ia kembali terngiang kejadian seminggu yang lalu.




-_-

Sabtu, 20 Agustus 2011

OLIN (2 Dunia 1 Cinta)


Wajahnya biasa saja,tidak cantik tapi juga tidak jelek.Gadis itu tidak memiliki tubuh yang tinggi tapi dia memiliki kulit putih khas seorang keturunan oriental.
Dengan warna coklat yang berbinar yang begitu terpancar dari mata sipitnya.
Ahh...matanya,begitu banyak misteri yang tersirat dari matanya.
Pict From HERE
Rambutnya berwarna hitam dan hanya terurai sebahu tapi dia selalu mengikatnya karena takut mengganggu sewaktu dia bekerja.
Dengan bibir merah merekah yang menggoda tiap mata yang memandangnya.
Giginya begitu rapi,sehingga ketika tersenyum akan membuat wajahnya terlihat seperti kelinci.
Membuat setiap orang yang pernah melihatnya akan selalu memikirkannya lagi.
Gadis itu bernama Caroline Wijaya.

Kamis, 18 Agustus 2011

COKLAT BUAT RISMA

''Huuaaahhhhh..... ..''Risma hanya menghela nafas panjang,tampak sebuah beban masih menghantui kepalanya
''masih sedih ris''tanya irfan teman sebangkunya
Tiada jawaban yg keluar dari mulut risma,hanya linangan air mata yang menetes di pipi manisnya.
''Lo yg sabar ya ris,kadang ga smua hal berjalan sesuai dengan yang kita inginkan"Irfan mencoba memberi kekuatan kepada temannya itu.
Hari itu tanggal 14 februari,hari valentine days.
Bagi sebagian orang itu adalah saat berbagi kasih dengan orang yang disayanginya.Saat itu,Risma mencoba mengutarakan isi hatinya kepada Adit,cowok pujaannya sejak lama.
"sory Ris,tapi gw ga suka sama lo"
Sakit hati risma jika mengingat jawaban dari Adit.Cinta yg lama tertanam akhirnya pupus hanya sekedar harapan.

Rabu, 17 Agustus 2011

TENTANG KITA

"Gw suka sama lo tan,gw mau berhubungan lebih jauh lagi sama lo.Gw ga mau sekedar jadi sahabat lo lagi"
Suasana hening sejenak,hanya keluar anggukan dari Intan sebagai jawaban.Tapi itu sudah cukup buat Arya.
Cukup untuk mengakhiri penantiannya selama ini.

-_-

Ga terasa sudah sebulan sejak kejadian itu,hubungan mereka berjalan lancar walau sebenarnya jarang bertemu karena kesibukan untuk masuk kuliah.
Sebenarnya Arya ga enak dengan Intan karena jarang bertemu,tapi Intan selalu meyakinkannya bahwa tidak ada masalah selama saling percaya.
"Apa lo percaya ma gw tan?"tanya Arya suatu kali

Senin, 08 Agustus 2011

ASMARA KOLONG JEMBATAN

“Sedang apa kamu sayang??”Jule terkejut mendengar suara itu,belum selesai keterkejutannya,tiba tiba sudah ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.
“Ah kamu sayang mengagetkanku saja”Suara Jule setengah melenguh begitu mengetahui siapa orang itu.
Dia adalah Romli,suami dari Jule.
“Bagaimana hasil pekerjaanmu hari ini sayang”Tanya Jule lagi kepada suaminya
“Alhamdulillah baik sayang,banyak hasil yang bisa kujual untuk esok hari”Jawab Romli,sebuah senyum hadir mengiringi jawaban itu.
“Kamu sendiri gimana??ngga bosen kan selama aku tinggal pergi”Ledek Romli kepada istrinya itu,maklumlah mereka masih pengantin baru.

Minggu, 28 November 2010

REGGAE : I'm in Love with her

Cahaya matahari..Hangatkan jiwa ini
Bawa…Bawa….
Bersama kita lalui..Bersama kita rasakan
Segala yang terlewati tanpa rasa ragu
(Tony Q Rastafara – Langkah)


Alunan lagu itu terdengar begitu merdu,mengusik setiap hati yang mendengarnya untuk berjoget atau sekedar ikut bernyanyi.Di kafe itu,Tony Q memang sedang mengadakan konser.Sebuah konser yang sederhana tapi mengena di setiap hati pendengarnya.
Tapi tidak untuk Raffi,saat itu pandangannya teralihkan oleh seseorang.Seorang wanita dengan tatapan yang membuatnya terpesona.Wanita itu sempat melihat dan kemudian tersenyum kepadanya.Memang hanya sebuah senyum,tapi itu sudah cukup untuk membuat hati Raffi menjadi tak karuan.

-_-

Siapa Dia??
Bahkan setelah konser,pertanyaan itu begitu menghantui pikiran Raffi.Raffi telah berusaha mencarinya tetapi wanita itu sudah keburu menghilang.
“kenapa seh fi??kaya ayam mo nelor aja lo dari tadi ga bisa diem??”ujar Adel salah seorang teman Raffi,yang kebingungan juga melihat tingkah temannya itu.
“Kaga kenapa2 del”jawab Raffi singkat