.

Tampilkan postingan dengan label Rasta Pala punya Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasta Pala punya Cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Tentang Abadi






Hem kali ini saya akan bercerita kembali tentang sahabat saya (alm) Abadi Kaban. Well kali ini saya akan mengutip beberapa kata dari sahabat dan juga saya sendiri tentang beliau.
Meski menyisakan banyak kekurangan tapi banyak hal baik yang dapat dipelajari dari beliau.
Setia kawan,ga pernah ngeluh,paling anteng kalau dicengin,diomelin selalu tersenyum,dinasehatin paling susah tapi dia akan selalu ada untuk kita.
Yah banyaklah cerita dan sebuah kenangan yang tercipta ketika bersama beliau dulu.
Bahkan hingga saat ini saya masih saja ga percaya bahwa beliau telah tiada.
But that’s life goes on right. Even when you found a pain in your step,you just must move for cure it.
So this is a message,from they are who love Abadi.



Dimas Agustio/Qodim : It's hard but life must go on

Rabu, 23 Mei 2012

Titik Balik


Dulu,saya begitu terpukul ketika mengetahui NEM (Nilai Ebtanas Murni) saya tak cukup untuk masuk ke sekolah Negeri yang saya inginkan.
Dengan waktu yang tak mungkin lagi untuk mendaftar ke sekolah lain (waktu itu ada peraturan bahwa ijazah harus ditahan oleh sekolah yang bersangkutan,sehingga tak mungkin untuk mendaftar kesekolah lain), maka mau tak mau saya pun harus bersekolah di sekolah swasta.
Jujur aja saya sudah tak terlalu peduli akan bersekolah dimana.
Dan entah karena jalannya mungkin saya pun akhirnya bersekolah di SMA HUTAMA Bekasi.
Onion Emoticon SetSekolah apaan neh??pikir saya saat itu.
Yah maklumlah yang tahu tentang sekolah ini bukan saya melainkan ibu saya. Beliau mengetahui sekolah ini karena tempat kerjanya berada tak jauh dari sana.
Selebihnya ya wassalam!!
Pertama lihat gedung sekolahnya seh sepertinya luas dan besar tetapi ketika masuk ya ampun jauh banget deh dari bayangan.
Setelah selesai mengambil formulir pendaftaran saya langsung bilang kepada ibu bahwa saya tak mau bersekolah disana. Tapi ibu saya meyakinkan saya untuk bersekolah disana,alasan beliau karena harinya sudah mepet (saat itu hari sabtu,sementara masuk sekolah sudah hari seninnya..haha parah yah).
Ibu saya bilang untuk sabar bersekolah disana selama beberapa waktu,dia berjanji bahwa saya pasti akan dipindahkan kesekolah lain.
Waktu pun berjalan
Dengan ogah ogahan saya bersekolah disana. Bahkan selama semester pertama kelas satu bisa dihitung dengan jari kali saya masuk sekolah.
Yah semua itu sedikit terhenti ketika ditegur dan harus membuat perjanjian dengan guru saya  dimana saya harus memberikan tanda tangan untuk membuktikan kehadiran saya disekolah.
Pokoknya kalau ga masuk kreeeeekkkkkkkkk…!!!
Yah bagusnya seh saya jadi lebih mengenal teman teman saya. Bulan desember adalah titik awal perubahan itu.
Intinya seh ketika ibu saya bertanya di bulan Januari dimana pendaftaran pindah sekolah dibuka kembali.
Saya Cuma menjawab singkat “Ga usah deh mak,Awal betah kok disini” dengan sebuah senyum  dan sebuah pelukan kepada ibu saya karena selalu mengusahakan yang terbaik buat saya.
Entah mengapa saya benar benar merasa bersyukur karena pernah bersekolah disana.

Minggu, 19 Februari 2012

Menjejak Lawu (bagian kedua)


Fiuuhhhhhh...jujur aja belakangan saya sedang mengalami sebuah kesulitan.
Kesulitan buang air yah Ndar??
Huss..sembarangan, eh tapi iya juga seh #Loh malah curcol :P
Bukan kesulitan dengan diri saya kok tapi dalam hal menyambung cerita, entah itu cerpen ataupun cerita yang lain.
Yah maklumlah namanya juga anak labil..wekawekawekaweka
Kalau kalian mengikuti blog ini pasti mengetahui bahwa ada beberapa cerita dalam blog ini yang masih bersambung. Entah itu cerita pendek (cerpen),Novel (baru niatan doang),cerita petualangan yang saya jalani ataupun cerita rohani dan jasmani (hemm..okeh buat yang terakhir saya Cuma bercanda).
Banyak cerita yang masih menggantung dan belum selesai (belum lagi ditambah yang masih berupa ide cerita di kepala). Bukan saya tak mau memberikan kelanjutannya,hanya saja memang kebanyakan dari cerita cerita itu masih banyak yang belum saya tulis bagian kelanjutannya.
Ide itu masih berupa konsep yang masih setia menempel di kepala,sulit banget buat menumpahkannya ke dalam goresan pena.
Saya sudah tahu jalan ceritanya,saya sudah tahu endingnya akan seperti apa tapi saya masih kesulitan dalam menceritakannya.
Sebenarnya ga ada alasan tertentu,hanya memang harus saya akui bahwa saya masih pemula dalam dunia menulis. Saya masih butuh banyak saran yang membangun dan butuh teman untuk berbagi cerita yang sayangnya tak saya temui dalam keseharian yang saya jalani. Kebanyakan teman untuk berbagi hanya saya temui dalam dunia maya.
Bukannya ga suka seh,malah saya bersyukur banget ada yang masih berkenan mendengarkan dan berbagi ceritanya dengan saya.
Tapi yah itulah,terkadang kita juga membutuhkan saran seseorang secara langsung dan berbincang tentang apa yang harus dilakukan.
Sayangnya hal itu masih belum saya temui.Onion Emoticon
Eh tunggu sebentar,kok jadi melenceng gini ya dari cerita awalnya..hahaha
Saya kan mau bercerita tentang kelanjutan petualangan dari anak anak Ababil Rasta Pala.
Okelah kita lanjut, tapi sebelumnya saya mau kasih peringatan dulu neh.
Karena akan banyak foto foto anak anak Rasta Pala yang beredar dalam cerita nanti, jadi ga ada salahnya sebelum para Crunchers membaca cerita ini untuk menyiapkan mental,fisik,iman dan juga kantong plastik.
Loh mang kenapa Ndar??
Yah saya takut aja,ada yang ga kuat mentalnya melihat foto foto kami dan keburu muntah duluan sebelum membaca ceritanya hingga selesai..hahaha
Yowes..kita lanjut aja deh,cerita tentang susah senangnya kami saat nanjak Gunung Lawu tahun 2009 kemarin.

Semerah Strawberry Lawu

Sebelum beranjak menuju warung kami berkeliling di area sekitar jalan pintu masuk. Selain untuk melihat-lihat dan menikmati suasana pagi di sana, tentu saja tujuan lainnya adalah untuk berfoto foto.

Sabtu, 10 Desember 2011

Menjejak Lawu (Bagian I)


Tahun kebesaran Rasta Pala

Tahun 2009 adalah tahun Kebesaran buat Rasta Pala.
Kenapa??
Karena pada tahun itu Rasta Pala banyak melakukan petualangan seru dan menyenangkan.
Mulai dari Anyer,Puncak hingga Lawu.

Mungkin bisa dibilang itu adalah tahun yang sulit kami ulangi lagi.
Loh mang kenapa Dar??
Yah entahlah,mungkin karena kini kami semua sedang sibuk dengan urusan dan pekerjaannya masing masing. Mungkin karena hal itulah gue sangat pesimis bisa mengulangi tahun tahun itu bersama mereka.
Fiuhhh......
Loh kok jadi curcol gini ya..hahaha
Yowes,sekarang gue akan menceritakan perjalanan gue bersama mereka ketika nanjak Gunung Lawu.
Perjalanan suka duka melewati aral yang melintang ß Lebay
Perjalanan penuh cobaan dan godaan ß Boong banget
Yah tapi seperti yang selalu gue ceritakan di cerita cerita sebelumnya tentang mereka. Sejauh,sesusah,sesulit apapun itu tapi kalo sudah melakukannya bareng mereka.
Percayalah..semua beban itu akan menjadi sebuah canda, rintangan itu akan menjadi sebuah suka, dan keluh itu akan menjadi sebuah syukur.
Karena bersama mereka,sebuah perjalanan akan selalu terasa menyenangkan :-)

*

Sabtu, 15 Oktober 2011

Laskar Empang

Ada sebuah hobi yang saat ini tengah digandrungi anak anak Rasta Pala.
Apa itu??
Bukan,itu bukan hobi maen golf ßkecakepan hobinya
Bukan,itu juga bukan hobi maen bowling ßkebagusan bolanya (loh)
Terus apaan dar???
Ini tentang kami yang saat ini sedang keranjingan melilit umpan dan melempar joran.Yuph saat ini Rasta Pala sedang dilanda hobi yang bernama Mancing.

-_-

Tau acara mancing mania kan,itu loh program acara mancing di Trans 7 yang kebanyakan  pemancingnya bapak bapak endut :Pv
Yah sedikit banyak acara itu emang mempengaruhi banget hobi kami ini.
Onion Icons
Sebenarnya mancing tuh kegiatan yang ngebosenin,beneran dah !!
Masang umpan yang bau,nunggu hasil pancingan juga ga tentu,itu juga belum tentu dapet..hahaha apes
Tapi anehnya banyak banget yang seneng hobi ini,walau Cuma sebatas mancing di kali atau di empang.Dan kebetulan kamilah salah satu korbannya.

Selasa, 16 Agustus 2011

Rasta Pala Itu. . . . . .

Adalah hal yang sulit menceritakan seorang teman,apalagi jika menceritakan seorang sahabat.
Sahabat???
Ahhh...mereka lebih daripada itu,mereka sudah seperti saudara buat gw.
Kadang mereka malah lebih mengenal diri gw ketimbang gw sendiri.
Bersama mereka tuh ga pernah ngebosenin,gw selalu merasa enjoy jika berada di dekat mereka.

-_-

Rasta Pala itu kepanjangan dari Rakyat Satu dua Pecinta Alam,terbentuk pada tahun 2003 tepatnya tanggal 15 September.
Yah lebih tepatnya seh ketika kami bertemu dan bersekolah di tempat yang sama yaitu di SMA HUTAMA Pondok Gede,Bekasi.
Kenapa harus bernama Rakyat Satu dua??Karena waktu sekolah di HUTAMA dulu,ketika kelas 1 kami semua dipertemukan di kelas yang sama yaitu kelas 1-2 (Satu Dua).
Kenapa Pecinta Alam??Karena kami semua memiliki minat,kecintaan dan hobi yang sama yaitu jalan jalan dan berpetualang.
Pencetus nama Rasta Pala itu Toni dan Roda penggerak atau kebanyakan jadi panitia adalah Firman.
Rasta Pala kini beranggotakan jutaan orang..hehe bohong kok,Rasta Pala beranggota 9 orang.