.

Jumat, 10 Juli 2015

Jangan Lupa Bahagia

Kulihat aliran waktu, entah kenapa berjalan begitu lamban. Pelan. Seolah menyembunyikan sesuatu dalam detaknya.
Angin pun begitu enggan untuk menyapa ramah. Membulatkan tanya yang ada. 

I look at the wall and there is no answer i found. Times are hard when things have got no meaning.
Hanya keheningan. Hanya kesunyian.
Then, I closed my eyes. I don't know why, this hill filled the space in my head.


Bukit dimana kau akan menghentikan langkahmu sejenak, memperhatikan hamparan padang berwarna ungu. Bukit yang membuatmu tersenyum dan merasakan ketenangan saat angin membelai wajahmu mesra. 

A naked world. Murni,, Suci,, Dunia dimana damai menyertaimu.
Dan meski tanya hadir, The Beatles akan datang dan berbisik dalam hati "anytime you feel the pain, hey jude refrain. Don't carry the world upon your shoulder." Lalu aku teringat katamu. "Apapun rasa yang menderamu, senang atau sedih. Kamu, jangan lupa bahagia."


Sabtu, 04 Juli 2015

A Woman I Love

Was I dreaming?
When I opened my eyes, I saw a woman asleep , lying on my side.
Beautiful woman that I always dreamed of. Holding her hand, forever. Kissing her deep, everyday.
A woman who made ​​me think, how I could be with anyone else, other than with him.
came the question, whether this dream ?
Then I saw a ring on her finger and found the same ring on my finger.
Smile on my face. Indeed it seems that I was in heaven, along with an angel that I always dreamed of in life.

Rabu, 01 Juli 2015

Talking To The Moon

"At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon.
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too.
Or Am I a fool
who sits alone
Talking to the moon?"

Bruno Mars - Talking To The Moon

Visit my instagram @ngawaludin

Rabu, 17 Juni 2015

Puisi Untuk Juni



Waktu pernah mempertemukanku denganmu, Juni. Pernah menaruh kita dalam detak yang sama. Sesekali aku melihatnya kembali dan aku sadari betapa menyenangkannya masa-masa itu. Dahulu, semua berjalan begitu saja. Tidak ada pernyataan tertulis ataupun lisan, hanya yang terpancar dari mata saja yang menjadi jawaban.
Pernah kita berbagi cerita tentang awan, sesekali lautan, dan mengagumi biru yang melingkupinya. Bertukar cerita tentang hari, saling menguatkan hati. Perasaan ini begitu hangat, kuat dan menenangkan. Aku yang egois dan selalu berlari, tidak memperdulikan sekitarku. Berhenti pada satu titik. Aku melihat dirimu di ujung jalan sana. Cahayamu menentramkan, menyejukkan jiwaku. Perasaan kosong pun terisi dengan warna yang berbeda. Kehidupan terasa lebih berarti. Segala tanya seolah menguap dengan kehadiranmu.

-
Dokumentasi Pribadi


Senin, 20 April 2015

#AmpasTahuNews : Politik Dan Sepakbola


Visit me in everywhere @ngawaludin
Belakangan, sepakbola negara ini tengah mengalami pergunjingan yang luar biasa. Gaduh. 2 sisi berseberangan. Adu kuat kuasa. Tapi, menurut saya, yang tengah terjadi hanyalah sesuatu yang biasa saja. Mudah ditebak. Ya, seperti itulah pandangan saya terhadap apa yang tengah terjadi. Bisa terjadi kapan pun, di waktu apapun, dan dimanapun. Masih abu-abunya wilayah kepentingan para pemangku kepentingan membuat hal ini bisa terjadi. Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), yang berdiri mewakili pemerintah, merasa berhak untuk mencampuri urusan sepakbola. PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia), merasa, bisa mandiri dan tidak perlu bantuan dan saran dari pihak lain.
Pertanyaannya sekarang, benarkah tindakan Kemenpora?