Rabu, 17 Juni 2015

Puisi Untuk Juni



Waktu pernah mempertemukanku denganmu, Juni. Pernah menaruh kita dalam detak yang sama. Sesekali aku melihatnya kembali dan aku sadari betapa menyenangkannya masa-masa itu. Dahulu, semua berjalan begitu saja. Tidak ada pernyataan tertulis ataupun lisan, hanya yang terpancar dari mata saja yang menjadi jawaban.
Pernah kita berbagi cerita tentang awan, sesekali lautan, dan mengagumi biru yang melingkupinya. Bertukar cerita tentang hari, saling menguatkan hati. Perasaan ini begitu hangat, kuat dan menenangkan. Aku yang egois dan selalu berlari, tidak memperdulikan sekitarku. Berhenti pada satu titik. Aku melihat dirimu di ujung jalan sana. Cahayamu menentramkan, menyejukkan jiwaku. Perasaan kosong pun terisi dengan warna yang berbeda. Kehidupan terasa lebih berarti. Segala tanya seolah menguap dengan kehadiranmu.

-
Dokumentasi Pribadi