Selasa, 30 April 2013

Anonim – Hidup,Hati dan Ingkar


1.       Duh gusti.Aku sudah menjalani hidupku dengan baik.Namun mengapa engkau selalu sajikan tanya dalam tiap langkah yang kutapaki.

2.      Hari hari berjalan seperti biasa.Sekolah,Kerja dan Bermain.Segalanya terasa membosankan.


3.      Aku tidak meminta banyak.Hidup baik,Bahagiakan orang tua,menikah dan memiliki keluarga.Tapi kenapa itu terasa berat untuk diartikan.

4.      Ingin kuberlari.Hindari segala jenuh yang meraja dalam diri.


5.      Aku ingin berteriak.Tapi adakah yang mau mendengar.

6.      Jenuh.tanpa aku bisa mengartikan rasa itu sendiri.Hancur.Perlahan menggerogoti diri ini.Pelan namun pasti.


7.      Aku tak tahu bagaimana kamu menilai.Kebenaran yang kamu lihat adalah apa yang paling aku ingkar.Jatuh hati kepadamu.

8.     Bisa saja aku pergi.Jauh tanpa ada seorang pun yang tahu.Aku mampu.Namun jika kepergianku melukai orang yang kucintai.Apalah arti itu semua.

9.      Hidup itu berdiri hadapi masalah.Namun ada kalanya aku merasa itu bukanlah jalan keluar.Aku merasa hanya harus terus berlari.

10.  Hidup itu angin.Tak diindahkan,tak dihiraukan. Namun ia akan terus berhembus.


Kramat Jati 29 April 2013

Minggu, 28 April 2013

Anonim – Cinta Teman Baikku





1.       Aku memandangmu.Dalam batas persahabatan.Namun dalam waktu,aku  perlahan jatuh hati kepadamu.

2.      Kamu tahu apa yang paling menyakitkan??ketika aku tahu rindumu sebatas milik sahabatku

3.      Sesuatu yang manis ketika melamunkan segala hal tentangmu. Namun segala sesuatunya terasa pahit ketika aku tersadar itu bukanlah kenyataan

4.      Aku merindumu??Itu benar. Aku menginginkanmu. Itu sangat benar. Aku ingin merebutmu dari sahabatku.Tidak,aku tidak senaif itu.

5.      Aku suka caramu tersenyum,caramu bertutur,caramu mengibaskan rambutmu. Aku suka caramu mencintainya.

6.      Rasaku ini tulus.Hanya ingin engkau tahu,engkau mengerti,engkau pahami.Namun aku harap kau tak mendengar keluhan ini

7.      Aku mendengar.Aku merasa.Aku memuja.Aku hanya tak ingin ingkar.

8.     Kau tahu saat ini aku tengah memperhatikanmu. Berharap kau menyadarinya. Kau tahu aku esok hari aku mungkin melupakanmu. Berlalu dan pergi meninggalkan segala rasa yang terpatri

9.      Aku tahu cintamu hanya miliknya. Aku sadari itu. Perlu waktu dan proses untuk melupakan tentangmu .Maukah kau memahami itu.

10.  Aku jatuh cinta.Aroma nafasmu.Hangat senyummu.Semangat yang terpancar dari wajahmu. Sebatas itu.Karena jika lebih akan terasa menyakitkan untuk dijalani.


Kramat Jati 25 April 2013

Jumat, 26 April 2013

Dancing in the Rain



Aku ingin menari disaat hujan
Meninggalkan kesedihan dalam setiap tetesannya yang mengalir
Dan dibalik tirainya aku bisa menyembunyikan air mata yang terurai

Pict from HERE

Setiap bulir hujan memberi keteduhan
Bahkan dalam kekalutan yang kurasakan
Aku merasakan sebuah ketenangan

Kamu tahu
Hujan adalah cerminan rindu langit kepada bumi
Jika sedang bahagia
Langit akan berwarna biru
Begitu juga dengan bumi
Ia akan mengurai kebahagiaannya dalam cerminan samudra

Kamis, 11 April 2013

Hanya Sebuah Cerita




Suatu saat kita pasti akan dijemput oleh kematian. Suatu saat sebuah Negara akan mengalami kejatuhan. Suatu saat kekuasaan akan berganti dengan sebuah pengasingan.
Lalu apa yang kita tinggalkan untuk generasi kelak??
Sementara kita masih berbeda cara pandang dalam menghadapi kehidupan. Sementara kita masih saja hidup dalam batas golongan tertentu.
Masih saja meletakkan kesalahan dibawah pondasi kebenaran. Masih saja membela kebohongan demi sebuah kepentingan.
Melakukan kecurangan terhadap manusia lainnya.



Apa yang akan kita tinggalkan,sementara hidup ini hanya berjalan sekali. Apakah ada jaminan setelah 2 generasi kelak kita akan tetap diingat.
Bukankah segala sesuatu didunia ini hanya akan menjadi sebuah kenangan.
Kembali ke tanah atau menjadi abu.

Minggu, 07 April 2013

Secangkir Kopi Untuk Sahabat





Dulu,hampir 3 tahun yang lalu ketika pertama kali memutuskan untuk kuliah kembali. Hal yang pertama saya pikirkan ketika itu hanyalah bisa sekolah lagi dan mendapatkan sebuah gelar.
Namun saya benar benar ga nyangka bisa dipertemukan dengan sahabat sahabat seperti kalian.
Seorang sahabat yang baik,aneh,lucu walaupun terkadang suka ngeselin.
Well dari hari pertama masuk saya sudah merasakan banyak kejanggalan terhadap kuliah ini.

Gimana nggak??
Pertama bisa dilihat dari gedung kuliah yang ga banget. Ruko 3 lantai.
Mahasiswa banyak tapi parkiran sempit,udah geto parkirnya ga boleh meluber lagi sama Bank disebelahnya.
Ruang kelas yang pas diketok dindingnya ternyata hanya dari triplek.
Mirisnya pas bagian belakang didorong ada lubang yang bisa mengintip langsung kearah jalanan.

Ya Tuhan,kampus gue begini amat. . . .Hahaha  ! ! ! !

Lalu saat pertama kali melihat temen sekelas yang tampangnya begitu rupawan (anehnya).
Seorang teman bernama Wasis yang masuk dengan tampang sangarnya.Rambut gondrong mirip gadis sampul,sepatu gunung yang bisa bikin kecoak merinding kalo ngeliatnya dan gantungan yang isinya kunci semua.
“Wuih juru kunci gunung mana neh”Gumam sebagian teman kelas yang lain.

Jumat, 05 April 2013

Esensi dari “Menikmati Alam”




Catatan dibawah ini adalah sebuah intisari dari pengalaman kami selama beberapa tahun sebagai pendaki gunung yang benar benar dapat “menikmati alam” dalam suatu keluarga besar yang bernama HIMPALA (Himpunan Penikmat Alam).

Rabu, 03 April 2013

Penikmat Alam ??



Berikut adalah sebuah pandangan singkat kami terhadap identitas yang melekat.

Well sudah banyak kontroversi antara pecinta alam dan penikmat alam. Sekilas terlihat sebagai sesuatu yang bertolak belakang dikarenakan “mereka” sudah terbiasa dengan suatu paradigma kata ataupun hanya mengikuti apa yang sudah dibuat oleh para pendaki seniornya tanpa mencari/memaknai suatu esensi.