Kamis, 07 Januari 2016

#mountpedia Orang Bunian dan Legenda Pasar Setan :



Di beberapa gunung,terutama gunung-gunung di daerah Jawa, legenda "pasar setan" ini masih umum didengar. Pasar Setan adalah istilah yg digunakan ketika menemui keramaian pasar (dalam tanda kutip) di jalur pendakian.Makhluk yang biasanya ada dan melakukan kegiatan di pasar tersebut adalah orang bunian/makhluk siluman. Dan seperti yang diceritakan dalam gambar,orang bunian juga mengenal peradaban.
Berikut beberapa cerita yang beredar tentang pasar setan :

1.Pendaki umumnya akan mendengar suara gamelan.
2.Menemui pasar di jalur pendakian. Di pasar itu banyak orang terlihat sedang beraktifitas transaksi jual beli.
3.Pendaki itu akan mengalami musibah seperti hyphotermia atau yang terparah adalah dibuat tersesat dan selalu kembali ke jalur yang sama.
 
Beberapa gunung yang pernah saya baca memiliki pasar setan antara lain :
1.Gunung Lawu via Jalur Cetho
2.Pasar Bubrah,Gunung Merapi
3.GunungSumbing
4.GunungSindoro
5.GunungSalak
6.GunungCiremai
7.GunungArjuno&Welirang
8.Alun-alun Suryakencana,Gunung Gede dll

Saat 1 suro,beberapa budaya masyarakat pun masih melakukan upacara spiritual. Hal ini bisa kalian tengok di gunung Lawu,Merapi,Sumbing, Sindoro, Kawi dll.
Di beberapa gunung memang masih ada beberapa petilasan peninggalan jaman kerajaan,seperti di Sumbing yaitu makam ki Ageng Makukuhan,Sindoro makam Kyai Santri, Salak makam Mbah Salak,alun2 suryakencana ada petilasan prabu Siliwangi,Lawu ada makam para raja dinasti Majapahit,lalu di Ciremai yang dipercaya ada makam para raja Pajajaran.
Nah sob, sekali lagi ini hanyalah cerita legenda kok, cerita yang diwariskan secara turun-temurun dari masyaarakat sekitar. Pasar Setan juga diduga bukan satu fenomena yang benar-benar ada.Namun menurut saya pribadi nih ya,meskipun tidak ada bukti fisik kuat yang mendukung keberadaannya,cerita ini dapat digunakan untuk selalu mengingatkan pendaki agar senantiasa menjaga perilaku dan kehati-hatian selama perjalanan, baik saat sedang mendaki ataupun dalam perjalanan pulang.
Yah bagaimanapun,sekarang-sekarang ini,menjaga etika,menghormati budaya dan menghormati sesama pendaki itulah yang belakangan seolah dilupakan oleh kita,para pendaki Indonesia.

Ilustrasi by : Karya komikus berbakat Indonesia via instagram

0 komentar:

Posting Komentar