Minggu, 05 Agustus 2012

Jejak Sang Kelana


kepada jiwa yang kelana dan
berpulang
memendam kerinduan
diperaduan terkasih
nan membentang sayap sayap
menutur rasi
penuhi takaran waktu
pada cambuk usia
daksa yang mengatup lepas
sukma




rasa hati yang lama terlelap
membuncah
dalam lacur hening pasara
membiarkan rangkuhan
 
menghantar kembali
mengeja aksara
dipekatnya cakrawala

tak pernah memuas sebentuk
 
rindu
menggebu ingin menerus
 
terbasuh
meski setitik pijar pada malam
 
dan rembulan
hingga maut bertamu diantara
 
jemari kita


10 Juli 2010 [05:01] oleh Ranting Sepi

0 komentar:

Posting Komentar