Sabtu, 30 Juni 2012

Sebuah Nama Sebuah Cerita


Pict From HERE

Buat yang suka baca cerpen dan cerbung dari Kerajaan Garing (terutama untuk Menanti Pagi dan Kata Untuk Dunia) mungkin harus sedikit bersabar. Yah buat yang sudah baca “I Hate June,Really??” Pasti udah mengerti kenapa.
Saya ga tahu mau kapan lagi ngelanjutin cerita cerita yang masih bersambung atau yang masih berupa judul.
Lagi males banget cin buat ngerekap lagi
Well karena saya masih bingung mau ngapain maka saya memutuskan untuk meluncurkan label baru lagi huahahahaha  --> sindrom stress efek kehilangan data :P

Untuk label ini saya akan menamakannya “Sebuah Nama Sebuah Cerita”.
Well namanya memang berjudul seperti album terakhir Peterpan tapi isiannya tentu saja bukan lagu lagu milik mereka.
Cuma bisa dibilang pemilik blog ini memang mirip sama Ariel..huahahaha

Awal Kembali


Kepalaku berdenyut untuk sebuah alasan yang tak kumengerti. Sebuah tanya begitu setia menggelayuti setiap sekat dalam rongga pemikiran.
Apa mungkin ide ide itu akan kembali??
Entahlah !!
Aku tak tahu jawaban apa yang akan kutemui nanti. Aku juga tak mengerti dengan apa maksud dibalik semua ini.
Aku hanya bisa berharap untuk sesuatu yang tak pasti.
Yang tak kutahu itu apa. Yang tak kumengerti bagaimana.
Aku hanya bisa mempertahankan sisa sisa semangat yang ada sembari terus berusaha memulihkan lagi rasa kehilangan yang kuterima.
Aku harus terus melangkah maju tanpa harus memperdulikan rasa sakit yang ada. Menatap segala sesuatunya dengan baik tanpa harus berpikir ketiadaan.
Aku hanya harus terus dan terus melangkah.
Itu saja :)

Jakarta 30 Juni 2011

Jumat, 29 Juni 2012

I Hate June,Really!!


Hehhh..entah dari mana harus memulai.
Bulan juni bisa dibilang sebagai bulan penuh cobaan buat saya. Saya benar benar kurang beruntung pada bulan ini.
Entah mengapa segala sesuatunya seperti berjalan kurang baik. Dari padatnya tugas kuliah,rusaknya semua handphone yang saya miliki,kerjaan yang harus berakhir hingga yang paling saya tangisi dan sesali adalah hilangnya semua data pada netbook saya.
Semuanya Ndar??
Yuph,semuanya.
Tapi ada beberapa hal yang paling saya rasakan begitu sesak karena kehilangannya. Kumpulan Foto foto,video waktu nanjak bersama sahabat,downloadan manga dan yang terakhir dan paling saya rasakan sangat kehilangan adalah hilangnya semua karya tulisan saya.
Semua ! ! ! ! !
Baik itu yang sudah jadi atau yang masih berupa judul.
Man it’s really harder to face it.
Pict From Here

Rabu, 27 Juni 2012

Hilang

Aku merasakan sebuah keheningan
Diantara semilir angin dalam gemerisik dedaunan
Diantara gemuruh ombak yang memecah karang

Entahlah. .
Segala sesuatu seperti melambat kurasakan
Seperti berdiri ditengah mata badai tapi aku tetap tenang
Tak pernah berusaha untuk menghindarinya

Aku akui aku kehilanganmu
Diantara rangkaian kata yang pernah kita tuturkan
Diantara untaian senyum yang pernah kita hantarkan

Aku akui itu. . .

Aku merasakan sebuah kehampaan
Diantara riuhnya manusia dalam nafas ibukota
Diantara bisingnya mesin yang menjejal Jakarta

Kau dan aku
Kini hanya sebatas kisah yang telah berlalu
Sebatas cerita dalam goresan waktu

Senin, 18 Juni 2012

Aku dan Rindu


-          Langit biru yang menyapa cerah dan bintang bintang yang berpijar meronakan malam. Kilau hangat sunrise yang menyapa pagi dan sunset tenggelam yang menenangkan hati. Seperti itulah rupa rinduku. Alam.
-          Kau tahu seperti apa arti merindumu??
Seperti menggenggam mawar yang berduri. Entah mengapa keinginan untuk memiliki keindahannya akan selalu datang. Meski itu menyakitkan.
PIct From Here
-          Rinduku memang tak merupa lautan luas. Tak menyerupai palung terdalam. Rinduku hanyalah sebongkah karang. Memang tak dalam dan luas tapi buat apa menjadi luas kalau engkau bisa bertahan walau diterjang gelombang. Buat apa menjadi dalam kalau engkau bisa setia terhadap 1 tujuan. Aku akan menjadi karang. Yang selalu setia menanti gemuruh cinta sang ombak.
-          Rindu itu aneh. Memang hanya sekedar kata tapi bisa membuat gila kala memikirkannya. Rindu itu kejam. Memang hanya sebuah makna tapi hadirnya bisa membuat mati dibuatnya.
-          Tidakkah kau sadari kenapa semua berakhir??
Kau selalu menahan rindumu. Seperti sebuah Oase. Sulit bagiku untuk menemukan setip tutur rindumu.

Minggu, 10 Juni 2012

Assasin Pray "Some Words for God" Chapter IV


Chapter IV

Tentang Kehidupan...

Kehidupan di pasar mengajarkan banyak hal kepadaku.
Premanisme,Pencopetan,Perkelahian,Pelacuran dan Perjudian adalah hal yang biasa aku temui disana.Oleh Pak Dito aku selalu diingatkan untuk belajar waspada disana.
“Ambil baiknya,jangan pernah mengikuti buruknya”Nasehat Pak Dito singkat kepadaku.
Perlahan aku mulai belajar menjadi pribadi yang lebih kuat.
Dulu orang yang mengenalku di pasar itu hanyalah Pak Dito seorang,lambat laun sahabatku pun semakin banyak. Karena sama sama berasal dari masyarakat miskin,kami saling menghargai satu sama lain.
Di pasar itu pula aku mulai mengenal dan belajar mengenai ilmu bela diri. Aku mulai mempelajarinya ketika awal aku masuk SMA.
Aku mempunyai dua guru disana.
 Yang pertama bernama Bang Tigor,beliau adalah Preman di Pasar Induk Kramat Jati. Dengan badan besar,rambut bergaya mohank,tato yang menyebar hampir di seluruh badannya,dan juga ditambah dengan sifatnya yang suka mabuk mabukan. Mungkin tak akan pernah ada yang menyangka bahwa beliau adalah seorang ahli bela diri. Ia sangat mahir dalam perkelahian tangan kosong/Martial art.
Di Pasar pun tak ada seorangpun yang berani kepadanya.
Beliau sangat ahli dalam bela diri Tarung Drajat. Bang Tigor pernah bercerita betapa lamanya ia mempelajari bela diri itu. Ia bahkan rela datang ke tempat dimana beladiri itu berasal yaitu Bandung untuk mempelajarinya secara langsung.
Bang Tigor selalu menekankan bahwa Tarung Drajat bukan Cuma soal ilmu bela diri,tapi juga soal bagaimana memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional.

Sabtu, 09 Juni 2012

Nikmat itu Kecil


Jumat lalu, saya kebetulan beribadah sholat Jumat di Masjid Fatahilah. Sebuah masjid yang terletak tak jauh dari tempat tinggal saya. Karena bagian dalam masjid sudah penuh,mau tak mau saya pun menggelar sajadah di bagian luar masjid.
Karena saya duduk lebih rendah dari bagian dalam masjid,maka jika saya melihat kedepan saya bisa melihat dengan jelas orang orang yang berada di depan saya.
Saat pandangan saya lurus kedepan, ada satu kejadian dimana seorang gadis kecil berdiri dari duduknya. Gadis kecil itu mungkin baru berumur 4-5 tahun,berkulit putih,tubuh yang agak gemuk dan potongan rambut menyerupai tokoh kartun Dora.
Tiba tiba saja saya melihat gadis kecil itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia kemudian dibantu untuk bangun oleh seorang pria yang sepertinya merupakan ayahnya.

Kamis, 07 Juni 2012

Aku Dan Hujan


-        Dalam rinai hujan itu aku menemukanmu. Teduh. Tapi hanya sebatas hujan itu. Sesudahnya hanya keheningan yang terpapar.

-        Kau tahu. Terkadang hujan datang dalam segumpal rindu. Rinduku padamu.

-         Aku dan kamu bagai hujan dan teduh. Ditakdirkan untuk bertemu tetapi tidak pernah ditakdirkan untuk bersama.

-         Tak ada yang bersalah dalam perasaan ini. Hanya saja jalan kita memang tidak bersimpangan. Sudah berbeda dalam mengartikan hujan yang datang.

-         Keluarlah dan rasakan setiap rintikan hujan yang terjatuh. Seperti itulah arti rinduku.

-         Bahkan dalam sisa sisa gerimis. Aku masih saja menyerukan namamu.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku pertama kali  bertemu denganmu di salah satu sudut sisi kota.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku pertama kali menggenggam hangat tanganmu.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku mendekap hangat tubuhmu.

-         Aku kehilanganmu. Tidakkah kau dengar arti rinduku dalam setiap rintik hujan yang terjatuh.

-         Aku tak mengerti kenapa bisa ada hujan di bulan Juni. Sementara ini bukanlah musim penghujan. Sama halnya seperti aku yang tak mengerti. Kenapa aku rela melepaskanmu.

Senin, 04 Juni 2012

Aku Dan Waktu


Pict From Here
-         Tak perlu kau beri aku seluruh cintamu,tak usah kau curahkan semua kasih sayangmu. Berikanlah sedikit waktumu untukku. Itu saja, Cukup.

-         Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Sesederhana waktu yang berdetak setiap detiknya.

-         Andai waktu bisa terulang,aku hanya ingin kembali seperti dulu. Saat pertama kali aku mengenalmu.

-         Katakanlah. Dan aku akan memperjuangkan waktu itu kembali. Bersamamu

-         Hal menarik dari wanita bukanlah rupa kecantikannya. Bukanlah bentuk tubuhnya. Tapi sebenar-benarnya hal yang paling menarik adalah waktu yang telah dihabiskan bersamanya.

-         Hidup memang ada batasnya. Kecuali mencintaimu. 

-    Hal yang paling indah didunia?? Saat aku bisa menghabiskan waktu berdua denganmu.

-         Aku menginginkanmu melebihi putaran bumi. Karena sebuah cinta memang tak pernah ada batas waktu.

-         Aku masih menunggumu disini. Membuka hatimu untuk berbagi waktu denganku. Bodoh !!

-         Tak ada yang bersalah dengan sebuah perpisahan. Mungkin memang waktu yang belum merestui ikatan yang dijalani.

-         Aku dan kamu bertemu dalam waktu,menjalaninya dalam waktu dan mengakhirinya dalam waktu.

-         Luangkanlah sedikit waktu untuk Tuhanmu. Sebelum Tuhan mempertanyakan waktu yang kau miliki untuknya.

Minggu, 03 Juni 2012

Memory Of Nura



Nura. .
Kekasih hati merajai mimpi
Dulu aku ingat betapa aku mendambamu
Aku ingat betapa aku menginginkanmu
Menjadi seorang ratu di kerajaan hatiku

Nura. .
Aku telah mencoba berbagai cara untuk menaklukkanmu
Aku telah mencoba berbagai cara untuk mendekatimu
Tapi
Jawaban yang sama selalu tertutur
Kau hanya diam
Dan meninggalkan semuanya tergantung begitu saja

Lalu retak retak kecil itu datang menyapa
Menggulanakan hati
Menimbulkan pekat yang teramat lekat

Nura. .
Aku bukanlah seorang Romeo
Yang rela memberikan nyawanya untuk Juliet
Aku bukanlah seorang Rama
Yang rela mempertaruhkan keselamatannya untuk Shinta

Aku hanyalah manusia biasa
Berjuang pada yang bisa kumenangkan
Pada sesuatu yang nyata
Yang bisa kumengerti isi hatinya

Nura. .
Aku akan mencoba menanggalkan semua rasaku padamu
Membiarkanmu menjauh dari hari hariku
Memudarkan artimu dalam mimpi mimpiku

Aku tak akan lagi mengucap
“Selamat Pagi”
Aku tak akan lagi menanyakan
“Apa kabar”
Aku tak akan lagi berujar
“Sedang apa disana”

Membiarkan semua berjalan dengan sendirinya
Membiarkan waktu yang menjawab semuanya

Sabtu, 02 Juni 2012

Gubernur 2022


About Me and My dream

Ada yang terus mengusik pikiran saya belakangan ini??
Bukan,ini bukan masalah saya yang kian hari kian ganteng aja xP
Bukan juga masalah hidung Sule yang kian hari makin keliatan pesek aja di TV.
Jadi apa dong ndar??
Yah saya lagi sangat prihatin,marah,sedih,bingung jika memikirkan nasib ibukota Jakarta sekarang.
Jakarta yang kian hari kian sumpek,kian tak teratur,kian macet,kian banjir dan kian tak peduli dengan sesamanya.
Terus kenapa juga mesti lo pikirin??
Percayalah, saya sudah pernah mencoba menghindari pemikiran itu. Berusaha cuek dan ga peduli dengan keadaan Jakarta,berusaha terus menghindari dan memikirkannya hanya sebagai angin lalu.
Yah tapi pada akhirnya pasti kepikiran juga.
Apalagi saya ga bisa memungkiri bahwa Jakarta adalah tempat saya dilahirkan dan tumbuh besar.
Di kota inilah saya mendapatkan berjuta pengalaman kehidupan.
Yuph. .sebagian besar hidup saya dihabiskan disini.
Mulai dari sekolah,kuliah sampai kerja semua saya lakukan disini. Yah walau selalu gagal seh mencari pacar orang asli Jakarta...hahahaha (curcol ya om)
Sejak tahun 2010 yang lalu saya mempunyai mimpi yang bisa disebut nyaris mustahil dan ga mungkin terjadi.
(dan bisa dibilang ini adalah salah satu alasan saya untuk menempuh pendidikan lagi,mengejar gelar S1 yang belum saya raih)
Saya ingin menjadi seorang Gubernur???

Jumat, 01 Juni 2012

Jarak


Selepas jam kuliah Fatur,Fauzi,Juli,Rizki dan Faisal berkumpul di sebuah warung mie ayam dekat kampusnya.
Sekedar makan dan berbincang sejenak sebelum masing masing dari mereka kembali lagi ke rumah.
“Bang Parmin,aku pesan mie ayamnya satu. Tak usah dipakaikan bakso yah bang dan ingat neh bang jangan pedas pedas yah” Ujar Rizki dengan nada khas orang Medannya.
Rizki memang tidak terlalu suka dengan makanan yang pedas.
Yang lain pun segera menyusul untuk memesan makanan. Sambil menunggu mereka pun kembali berbincang bincang.
Tak lama terdengar suara adzan Sholat Ashar yang berkumandang.
Adzan itu berasal dari sebuah Masjid yang terletak tak jauh dari tempat mereka makan.
Faisal yang tahu tentang tipisnya iman yang dimiliki Fatur segera berusaha menguji (lebih tepatnya seh meledek) keimanan dari sahabatnya itu.
“Sholat dulu yo Tur,makanannya juga masih lama tuh matengnya??”Ujar Faisal kepada Fatur.
“Ah elo sal,pake ditanya lagi” Jawab Fatur sembari tertawa kecil.
“Tampang kaya Fatur bakalan sholat,Jakarta bisa kena tsunami sal” Ledek Juli yang segera disambut dengan gelak tawa oleh mereka semua.
“ By the way memang kenapa seh kau Tur jarang sholat??tak takut kau dengan murka yang diatas” Tanya Rizki kepada sahabatnya itu.

Cemoro Rindu


“Kenapa kamu masuk pecinta alam??”Tanya seorang wanita kepadaku.
“Karena saya mencintai alam kak” Jawabku sekenanya pada saat itu
“Ohh..mang seberapa cinta kamu sama alam??”Tanya wanita itu lagi
“Yahhh....!!!”Aku malah bingung menjawab pertanyaannya.
“Sudah sudah jangan kau jawab. Kalau kau memang cinta sama alam sekarang coba kau panjat pohon itu” Ujar wanita itu singkat sembari menunjuk ke arah sebuah pohon mangga. Beruntung pohon mangga itu tak terlalu besar sehingga aku dengan mudah memanjatnya.
“Sekarang kakak tanya sama kamu lagi,seberapa cinta kamu sama alam???”
“Cinta kak,pokoknya aku suka segala sesuatu yang ada di alam. Aku suka pantai dan aku juga suka laut” Jawabku singkat dan seadanya
“Kalau begitu sekarang kamu gelantungan di pohon itu seperti seekor orang utan”
Walau kesal tapi aku hanya bisa menuruti apa yang disuruhnya.
Wanita itu lalu menanyakan hal yang sama lagi “Kakak tanya sekali lagi,seberapa besar cinta kamu sama alam??”
Dan aku hanya mengeluarkan kata kata yang sama sebagai jawabannya.
Wanita itu lalu mendekatiku dan berujar pelan
“Kalau kamu memang cinta,coba sekarang kamu makan salah satu daun itu untuk membuktikan cinta kamu sama alam??”
“HAAAHHHHhhhhhh...kakak serius??”
“Katanya cinta,masa disuruh makan daun aja udah protes”Ledeknya sinis
Alamak,benar benar salah menjawab neh. Harusnya aku tak bilang cinta tadi.
“Ehh..dia malah diem!! Atau kamu mau kakak suruh gali tanah dan makan yang kamu temukan disana??”
Whattt...gila neh cewek
Masa disuruh ngorek ngorek tanah dan makan yang saya temukan didalamnya. Tanpa bertanya lagi aku melakukan saja apa yang disuruhnya tadi.
“Iya kak,aku makan neh daunnya”Jawabku sembari mengambil salah satu daun mangga. Lalu dengan ogah ogahan kumasukkan daun itu ke mulutku dan mulai mengunyahnya.
Sudah gelantungan di pohon,memakan daun pula. Aku benar benar merasa tak berbeda jauh dengan seekor kera.
Wanita itu hanya menutup mulutnya dengan tangan ketika melihat wajahku. Ia mencoba menahan tawanya.
“Sudah sudah,sekarang kamu turun dan bergabung dengan teman yang lainnya sana” Ujarnya seraya menunjuk ke arah sebuah kerumunan.
“Siap kak”
Aku pun segera turun dari pohon
“Kak,daunnya udah boleh dibuang kan??” Ucapku seraya menunjuk ke arah mulutku sendiri.
Aku tak langsung membuang daun itu karena takut akan kena hukuman.
“Yah kalau kamu suka,boleh kamu makan sepuasnya kok” Jawabnya singkat sembari berusaha mendekati pohon mangga dan memetik daunnya.
“Ga deh kak,makasih. Yaudah yah kak saya ke barisan dulu,takut nanti malah kena hukuman tambahan dari kakak yang lain!!” Aku pun segera mengambil langkah seribu dari sana dan segera kembali ke barisan teman temanku.
Yuph daripada nanti disuruh yang aneh aneh lagi sama itu cewek.
Sekali waktu aku menengok ke belakang dan melihatnya.
Rupanya ia masih tertawa puas karena berhasil mengerjaiku.