Sabtu, 02 Juni 2012

Gubernur 2022


About Me and My dream

Ada yang terus mengusik pikiran saya belakangan ini??
Bukan,ini bukan masalah saya yang kian hari kian ganteng aja xP
Bukan juga masalah hidung Sule yang kian hari makin keliatan pesek aja di TV.
Jadi apa dong ndar??
Yah saya lagi sangat prihatin,marah,sedih,bingung jika memikirkan nasib ibukota Jakarta sekarang.
Jakarta yang kian hari kian sumpek,kian tak teratur,kian macet,kian banjir dan kian tak peduli dengan sesamanya.
Terus kenapa juga mesti lo pikirin??
Percayalah, saya sudah pernah mencoba menghindari pemikiran itu. Berusaha cuek dan ga peduli dengan keadaan Jakarta,berusaha terus menghindari dan memikirkannya hanya sebagai angin lalu.
Yah tapi pada akhirnya pasti kepikiran juga.
Apalagi saya ga bisa memungkiri bahwa Jakarta adalah tempat saya dilahirkan dan tumbuh besar.
Di kota inilah saya mendapatkan berjuta pengalaman kehidupan.
Yuph. .sebagian besar hidup saya dihabiskan disini.
Mulai dari sekolah,kuliah sampai kerja semua saya lakukan disini. Yah walau selalu gagal seh mencari pacar orang asli Jakarta...hahahaha (curcol ya om)
Sejak tahun 2010 yang lalu saya mempunyai mimpi yang bisa disebut nyaris mustahil dan ga mungkin terjadi.
(dan bisa dibilang ini adalah salah satu alasan saya untuk menempuh pendidikan lagi,mengejar gelar S1 yang belum saya raih)
Saya ingin menjadi seorang Gubernur???

Bukan masalah ingin populer,terkenal atau mempunyai kekuasaan. Saya cuma ingin mengubah keadaan kota ini,walau itu hanya sedikit atau cuma secuil.
Saya sangat ingin mengubah keadaan kota yang sangat saya sayangi ini.
Yah walau waktu saya sampaikan tentang mimpi saya ini ke nyokap, dia cuma ketawa ketawa aja (males deh).
Malahan hal ini seperti dijadikan pembenaran untuk menjajah saya.
Contoh :
Kadang (kebanyakan seringnya seh) saya adalah orang yang malas banget buat bangun pagi. Nah sekarang setiap kali saya malas bangun, nyokap pasti berseloroh seperti ini buat bangunin saya.
“Awal ayo bangun,katanya mau jadi Gubernur”
Sumpah, ga asik banget dengernya..cekacekacekaceka
Apalagi dalam hal kuliah atau gawe,ketika saya sedang malas malasnya buat melakukan aktivitas seharian, nyokap pasti ngomong
“Duh katanya mau jadi Gubernur, masa baru segini aja udah males malesan”
Hemmm…salah curcol neh kayanya
-__-zzz

Kumismu mengalihkan duniaku

Sebenarnya apa seh yang salah dengan Jakarta??
Segala hal mulai dari yang sepele sampai yang besar ada disini,dari yang penting ampe ga penting pasti ada disini.
Terus apa yang salah dong??
Kalo menurut saya seh yang sangat kurang adalah sebuah ketegasan dan sebuah kesadaran baik dari pemimpinnya maupun warganya.
Jujur aja neh Pemimpin yang sekarang memimpin Jakarta tuh cuma menang kumis doang,masalah kepemimpinan yang dipegangnya pun beliau terlalu dikontrol oleh parpol parpol pendukungnya.
Sehingga berinovasi untuk perubahan akan sangat sulit sebab belum tentu partai yang mendukung juga menyetujuinya.
By the way ada yang masih ingat ga waktu kampanye jargonnya pak kumis itu apa??
Yuph anda benar jika menjawab “Serahkan pada ahlinya”.
Sebuah jargon yang kalau melihat faktanya sekarang mungkin akan membuat Almarhum Bang Ben (Benyamin Sueb) bangkit dari kuburnya dan berteriak
“Woyyyyyyyyy.....…....Jakarta masih Kebanjiran”
Jujur aja keluarga saya adalah salah satu pemilih beliau pada Pemilihan Gubernur 2007 kemarin.
Hampir seluruh suara di keluarga saya masuk ke kantong suara beliau. Kecuali saya yang pada saat itu lebih memilih jadi golput. Sebenarnya bukan karena saya ga mau milih tapi lebih karena tingkat tidur saya yang mendekati level mati suri MSN Onion Emoticons
Maklumlah saat itu masih jadi kelelawar malam dengan bekerja di Bar ^^. Pulang pagi dan baru terbangun sore hari ketika suara yang masuk sedang dihitung.
Hahaha. .Parah !!
Jujur aja pilihan keluarga saya saat itu cuma berdasarkan kesamaan Suku dan lebih karena keterbatasan pilihan sebenarnya. Sebuah pilihan yang kini cuma bisa membuat nyokap geleng geleng kepala dan berkata
“Parah..Ternyata cuma menang kumis doangan”
Hahahaha...saya selalu ketawa sendiri tiap kali mendengarnya. Saat itu kumis beliau seperti mengalihkan dunia para pemilihnya.
By the way pada suatu waktu (tapi saya lupa waktunya) saya pernah mendengar di suatu saat pak kumis diwawancarai oleh salah satu stasiun Tv swasta, dan ketika mendengar wawancaranya saya cuma bisa tertawa dan menggelengkan kepala saya sendiri karena mendengar kata-kata  beliau.
Saat itu beliau ditanyai tentang permasalahan yang terjadi di Jakarta (khususnya tentang banjir).
Dan jawaban beliau pun cuma sekenanya aja, jauh dari kata katanya dulu.
“Mau siapa saja yang memimpin Jakarta, keadaannya ya akan tetap begini”
Itulah ucapan beliau yang seperti menyiratkan bendera putih terhadap segala permasalahan dan lebih memilih untuk menikmati masa jabatannya.
Yah pada intinya seh ga usah banyak berjanji kali pak kalau memang ga bisa dilakukan.
Mohon maaf neh Pak tapi Bapak terlalu setengah-setengah dalam berbuat sesuatu sehingga ga heran kalau yang dihasilkan pun hasilnya cuma setengah-setengah dan bukannya sebuah keberhasilan.
Maaf neh pak tapi buat saya bapak hanyalah “Banci” dalam menjalankan amanat yang bapak emban.
Bapak hanyalah satu dari sekian banyak cerminan para penguasa di Negara ini. Setelah berkuasa hanya terus menengok keatas tanpa sekalipun mau mendengar dan melihat ke bawah.
Bapak hanyalah cerminan dari seorang penguasa bukan seorang pemimpin.

A little story about Jakarta

Salahkah Pak kumis atau pemimpin yang lain yang pernah memimpin Jakarta karena tidak bisa mengatasi permasalahan permasalahan di kota ini.
Kalau pertanyaan itu yang diajukan maka saya akan menjawab tidak. Itu bukan mutlak kesalahan mereka sepenuhnya.
Kenapa??
Simple..karena permasalahan di Jakarta sudah terlalu complicated. Ini terjadi karena masalah yang ada selalu ditumpuk dan ditumpuk setiap tahunnya.
Ibarat udah kebelet banget mau buang air tapi kita masih berujar sendiri dalam hati
“ntaran sedikit,ntaran sedikit..lagi nanggung banget neh”
 Hihihihihi. . . .pengalaman ya Ndar !!
Eniwei kenapa saya bilang bukan kesalahan para pemimpin sepenuhnya. Yah karena memang permasalahan yang ada di tubuh ibukota sekarang bukan lagi soal para pemimpinnya.
Saat ini Jakarta butuh pertolongan dari semua penghuninya.
Jakarta membutuhkan bantuan dari semua pihak.
Tentang banjir misalnya yang kayanya setiap tahun malah semakin parah. Masalah banjir sebenarnya kita harus flashback lagi ke jaman dahulu kala MSN Onion Icon
Jaman dimana Indonesia masih dijajah oleh Belanda dan kala itu Jakarta sendiri masih dipanggil dengan sebutan Batavia.
Nah di suatu waktu saya pernah menonton ada salah stasiun televisi swasta yang menayangkan tentang sejarah Jakarta.
Jujur aja saat itu saya baru tahu kalau Jakarta itu sendiri merupakan daerah yang sebagian besar wilayahnya dahulu merupakan wilayah rawa/perairan basah.
Nah oleh Pemerintah Belanda sendiri sebagian besar daerah Jakarta sendiri kemudian diuruk (bahasa betawi untuk diberikan permukaan lapisan tanah tambahan). Hal ini dilakukan untuk pembuatan jalan sehingga bisa dilewati dan dibuat untuk tempat berpijak.
Tapi permasalahan tetap ada karena daerah Jakarta sendiri memang merupakan salah satu ujung jalan dari aliran aliran sungai daerah sekitar Jakarta.
Menyerahkah Pemerintah Belanda??
Oh tentu tidak,karena sebenarnya mereka sudah terbiasa dengan keadaan ini. Yuph bukankah negara Belanda merupakan salah satu negara yang keadaan negaranya terletak di bawah air.
Pemerintahan Belanda pun kemudian membangun dengan apa yang kita kenal sebagai bendungan dan kincir angin.
Hem sayang kalau di Indonesia peninggalan Belanda cuma bendungannya saja.
Tahu kan bendungan Katulampa Bogor.
Yuph itu adalah salah satu peninggalan aja dari pemerintahan Belanda.
Yah paling paling Jakarta tempo dulu cuma kena banjir tahunan yang memang (sepertinya) wajib terjadi MSN Onion Emoticon
Tapi seperti yang kita ketahui dari tahun ke tahun permasalahan kian kompleks.
Kalau mau diurai lebih jauh sebenarnya menurut saya cuma ada dua hal yang paling berpengaruh yaitu semakin naiknya jumlah penduduk dan pemukiman kian yang padat.
Yuph karena dua hal itu yang kian hari semakin tak terkendali membuat semakin menyempitnya DAS (daerah aliran sungai),semakin hilangnya daerah resapan air,dan semakin hilangnya daerah hijau di Ibukota.
Hemm..kalau soal banjir seperti yang sudah saya uraikan di atas memang agak rumit. Tapi pertanyaan yang selalu menggantung di pikiran saya setiap tahunnya adalah
“Kenapa seh Jakarta tuh ga dibuat saluran air bawah tanah”
Pernah nonton film predator 2,kura kura ninja atau batman??
Saya ga akan membicarakan seberapa unyunya wajah sang predator tapi yang ingin saya bahas disini adalah tentang salah satu setting tempat yang dipakai di dalam film tersebut.
Anda lihat ga seberapa besar saluran pembuangan air bawah tanahnya,anda melihat ga seberapa luasnya agar aliran yang dilaluinya.
Kenapa Jakarta masih bertahan dengan konsep “biarlah sungai dan selokan kecil yang menentukan kemana air mengalir” sementara Negara lain sudah memikirkan kearah mana air itu mau dialirkan.
Hal kecil bukan,tapi bukankah melalui hal kecil seperti itu kita tidak pernah mendengar bahwa kota kota di Amerika sering kebanjiran.
Sekarang kita pergi ke permasalahan berikutnya yaitu soal macet.
Jujur aja kalo permasalahan macet masih ditangani setengah setengah seperti sekarang maka jalanan Ibukota akan segera mengalami kolaps.
Jarak yang kita tempuh untuk pergi ke suatu tempat mungkin akan terasa semakin jauh dan semakin lama untuk dicapai.
Bahkan banyak ilmuwan yang memprediksi,beberapa tahun kedepan jalanan di ibukota akan mengalami kelumpuhan total.
Percayakah anda??
Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab “Ya saya sangat percaya”.
Yah kalo yang setiap hari hidup dan berkendara di Jakarta kayanya ga perlu dijelaskan lagi deh.
Nah kalo soal macet saya akan menyoroti masalah individu.
Suka atau tidak,percaya atau ngga tapi tanpa kita sadari bahwa kehidupan di Ibukota semakin individualis.
Sok tau lo Ndar??
Bukan masalah sok tahu atau apa tapi memang inilah kenyataannya.
Kita lebih bangga naik kendaraan pribadi ketimbang naik kendaraan umum. Kita lebih berkeinginan memiliki kendaraan baru tanpa peduli bahwa kondisi jalan sudah tak memadai.
Bukankah itu pertanda bahwa masih betapa individualisnya diri kita sendiri.
Saya sendiri masih merupakan seorang individualis.
Jutaan orang yang hidup di Ibukota juga masih merupakan seorang individualis.
That’s the truth !!
Ibarat membangun sebuah rumah lalu rumah itu dipagari tembok tembok yang begitu tinggi. Sebenarnya seberapa tinggi tembok yang anda bangun merupakan cerminan dari jiwa sosial anda. Semakin tinggi itu berarti pertanda bahwa anda masih merupakan seorang individualis.
Lalu. . .
Sebenarnya cara mengatasinya seh simple aja.
Kalau dari pemerintahan sekarang ini sebenarnya cuma masalah koordinasi aja. Ayolah hei para pejabat disana,akui saja pada diri anda sendiri bahwa anda masih jalan dengan pemahaman pribadi dan departemen yang anda tempati.
Nah kalau dari masyarakat ini sebenarnya lebih kepada masalah kepedulian.
Seberapa peduli diri anda terhadap perubahan di lingkungan anda sendiri.

Welcome to Jakarta for all Mr Candidate

Lalu kriteria apa yang paling dibutuhkan sebenarnya Ndar??
Jujur aja saat ini Jakarta membutuhkan sosok yang bisa diteladani.
Jakarta membutuhkan jiwa seorang superhero pada diri seseorangOnion Emoticons 
Bukan cuma sekedar menang kumis,bukan cuma sekedar modal tampan,bukan juga sekedar menang kekayaan,bukan cuma menang wibawa dan sekedar menang janji janji.
Jakarta membutuhkan seorang pemimpin yang bukan hanya mau terus melihat ke depan tapi juga berhenti sejenak dan melihat keadaan sekelilingnya.
Jakarta butuh seorang pemimpin yang merakyat.
Mau tahu kondisi warga secara langsung,bukan sekedar laporan tertulis dalam kertas. Mau merasakan kesulitan kesulitan yang dialami oleh penghuninya.
Dia harus berani menyuarakan perubahan melalui dirinya.
Memberikan CONTOH NYATA bukan sekedar omong kosong belaka.
Bukan Cuma sekedar peduli,karena kalo sekedar peduli koruptor juga bisa peduli. Tapi ini tentang bagaimana anda ingin tahu dan mempelajari apa yang bisa anda beri untuk kota ini. Bukan cuma sekedar kongsi dalam hal bagi bagi jabatan.

Untuk masyarakat jadilah pemilih yang cerdas. Ketahuilah calon yang akan anda pilih walau cuma sedikit.
Bukankah perubahan diawali dari rasa ingin tahu
Saya mengerti bahwa kita bosan dengan segala keadaan politik negara ini.
Bosan dengan janji janji yang terumbar.
Tapi memilih diam/golput juga tak akan menyelesaikan permasalahan. Bukankah itu sama saja dengan membuang rasa percaya kepada diri sendiri??
Ga ada salahnya bukan jadi pemilih yang cerdas. Pemilih yang mau tahu pemimpin seperti apa yang akan dipilihnya.

Nah berikut ini adalah mereka “Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017” berikut nomor urut mereka pada PEMILUKADA nanti.

1.      Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pasangan calon dari Partai Demokrat
2.     Hendardji Supandji dan Achmad Riza Patria pasangan calon dari jalur independen 
3.      Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pasangan calon dari PDIP dan GERINDRA
4.     Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN 
5.     Faisal Basri dan Biem Benyamin pasangan calon dari jalur independen
6.      Alex Nurdin dan Nono Sampono pasangan calon dari Golkar, PPP, dan PDS

Untuk semua bakal calon saya tak akan banyak berpesan,karena saya bukanlah siapa siapa di Jakarta ini.
Tapi mungkin seperti sebagian besar penghuni kota ini saya Cuma berharap 1 hal : Jadikanlah Jakarta kota yang nyaman untuk ditinggali”

Gubernur 2022

Hemmm….terus apa yang mesti dilakukan??kalau saya jadi Gubernur seh ada beberapa hal penting yang akan saya lakukan.

Jujur aja,walau Cuma sebentar tapi pekerjaan saya di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) membuat saya menyadari beberapa hal.
Intinya seh betapa tidak terkordinasinya Departemen Departemen Pemerintahan yang kita miliki. Semua berjalan dengan ideologinya masing masing,bukan atas kepentingan Negara.
Thats why bukan kenapa ada segelintir orang di DPR yang marah ketika Dahlan Iskan mencoba mengusik ketenangan lahan duitnya.
Karena seperti itulah adanya bahwa Departemen Departemen yang kita miliki seperti sapi perah buat mereka dalam meraup kekayaan.
(Jika saya menjadi seorang Gubernur,hal inilah yang akan pertama kali saya ubah)
By the way jika saya mencalonkan diri menjadi Gubernur 2022 nanti akan ada beberapa program yang akan saya kedepankan.
Yang pertama tentu bertemu dengan semua pihak di DKI Jakarta. LSM,LBH,aktivis,dan tokoh tokoh masyarakat adalah orang orang yang akan saya temui didalamnya.
Lalu yang kedua adalah mengatasi banjir dan macet. Untuk hal yang satu ini saya tak akan berjanji “menghilangkan” sepenuhnya tapi saya berjanji akan “menguranginya”.
Berikut adalah beberapa programnya (baik sebagai calon atau Gubernur beneran haha):
1.      Membuat banyak got/saluran air bawah tanah untuk mengurangi air menggenang pada satu titik kala hujan.
2.      Merapikan sistem pengaliran/drainase di Jakarta
3.      Mengkampanyekan budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika sampai terpilih saya akan membuat sebuah gerakan yaitu “Gerakan 1 juta tong sampah untuk moral DKI Jakarta”
4.      Mencoba menciptakan budaya berangkutan umum.
5.      Menghilangkan angkot dan mikrolet/kopaja dari Jakarta dan membuat banyak kendaraan massal semisal Subway,Monorail,Trem dan lain sebagainya (sesuai dengan perkembangan kedepan) yang pekerjanya akan diambil dari para supir angkot dan mikrolet/kopaja. Untuk masalah harga tiket akan dimurahkan sehingga masyarakat akan beralih ke angkutan ini.
6.      Membatasi produksi kendaraan. Kebanyakan produsen hanya berpikir mencari keuntungan tanpa bisa membantu mengatasi atau mengontrol produksi kendaraan mereka.
Sadarkah anda sudah berapa juta motor atau mobil yang mengerubuti Jakarta setiap harinya?? Tahukah anda bahwa jumlah produksi kendaraan semakin meningkat daripada jumlah jalan yang kian hari terasa menyempit?? Dan sadarkah anda bahwa pada tahun 2025 Jakarta diprediksi akan mengalami kelumpuhan total karena macet??
7.      Mempersulit pemilikan kendaraan pribadi. Yah ini juga harus dibatasi,jangan seperti sekarang ini dimana untuk memiliki kendaraan pribadi seperti membeli gorengan saja.
8.      Pada beberapa jalan kendaraan pribadi akan saya larang lewat
9.      Untuk daerah DKI Jakarta sendiri harga BBM untuk kendaraan pribadi akan saya naikkan hingga 3x lipat.
10.  Saya juga akan meminimalisasi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum. Termasuk ke saya sendiri.
11.  Mewaspadai banjir Rob (yang saat ini keberadaannya seperti diremehkan) dengan membangun tanggul dan kincir angin.
12.  Merapikan Mal mal di Jakarta.
13.  Membuat pentas seni budaya di Jakarta. Hadiahnya akan diberi dari gaji saya sendiri.
14.  Merenovasi tempat tempat wisata di DKI Jakarta sehingga bukan lagi berdaya jual Nasional tetapi Internasional.
15.  Membudayakan program siskamling kembali.
16.  Membuat perjudian dan wilayah lokalilasi menjadi legal pada satu tempat. Tidak seperti sekarang dimana judi dan pekerja seks komersial begitu merajalela di segala penjuru di Jakarta walau secara sembunyi sembunyi (walau ada beberapa juga yang secara terang terangan).
17.  Merapikan tanah kuburan di wilayah DKI Jakarta. Sadarkah anda bahwa satu saat sepetak tanah akan jadi sebuah emas di Kota ini?? Dan saya tak ingin ada pihak yang memanfaatkan hal ini. Saya ingin semua orang pada tingkat kehidupan (lahir,hidup,mati) mendapat kemudahan. Kalau perlu saya akan membuat peraturan yang mengatur pemerintahlah yang menanggungnya.
18.  Membudayakan budaya “SIAP”. Bencana bisa datang kapan saja dan saya ingin semua orang di Jakarta setidaknya akan siap jika hal itu benar benar terjadi.
Kebakaran : Kayanya udah ga jamannya lagi deh mengeluh tentang waktu kedatangan yang terlalu lama untuk sebuah pertolongan kebakaran.
Jadi saya mempunyai ide untuk setiap kampung di kota ini agar diberikan pelatihan langsung oleh pemadam kebakaran bagaimana cara mengantisipasi kebakaran sehingga setiap orang akan siap bilamana hal itu terjadi. Untuk wilayah yang rawan terjadi kebakaran akan diberikan selang pemadam kebakaran dan Hydrant.
Warga sekitar juga akan diberikan penyuluhan bagaimana cara menggunakannya.
Gempa : Saya akan membuat sebuah iklan tentang apa yang harus dilakukan bilamana hal ini terjadi. Untuk tingkat sekolah saya akan siapkan program “Kenali Bencanamu” dengan cara mendatangi mendatangi setiap sekolah dan memberikan pelatihan dasar bagaimana cara menghadapinya.
Untuk hal ini kita tak boleh malu untuk meniru negara Jepang. Warga Negara mereka benar benar dilatih untuk siap akan gempa.

Dan jika sampai terpilih nanti,saya tak akan segan turun ke jalan dan berdiskusi dengan banyak pihak tentang permasalahan yang terjadi.
Saya tak akan bersembunyi dibalik jabatan yang saya pegang,saya akan selalu mendengar inspirasi inspirasi dari semua kalangan.
Saya ingin menjadikan Jakarta bukan sekedar kota yang nyaman untuk ditinggali tapi juga kota yang nyaman untuk disinggahi.
Saya ingin menjadikan “Jakarta Untuk Semua, Semua Untuk Jakarta”
Semoga semua itu bisa terlaksana.
Dan kalau pun tidak,semoga ada seseorang yang bisa melakukannya. Semoga saja dia mampu menjadi pemimpin yang mampu melakukan lebih dari apa yang saya impikan.
Amin. . .

Kramat Jati 28 Mei 2012

0 komentar:

Posting Komentar