Rabu, 27 Juni 2012

Hilang

Aku merasakan sebuah keheningan
Diantara semilir angin dalam gemerisik dedaunan
Diantara gemuruh ombak yang memecah karang

Entahlah. .
Segala sesuatu seperti melambat kurasakan
Seperti berdiri ditengah mata badai tapi aku tetap tenang
Tak pernah berusaha untuk menghindarinya

Aku akui aku kehilanganmu
Diantara rangkaian kata yang pernah kita tuturkan
Diantara untaian senyum yang pernah kita hantarkan

Aku akui itu. . .

Aku merasakan sebuah kehampaan
Diantara riuhnya manusia dalam nafas ibukota
Diantara bisingnya mesin yang menjejal Jakarta

Kau dan aku
Kini hanya sebatas kisah yang telah berlalu
Sebatas cerita dalam goresan waktu


Kau dan duniamu
Aku dan duniaku
Kini telah berbeda dalam waktu
Tak lagi seiring sejalan
Tak lagi seiya sekata

Segala sesuatunya memang telah berlalu
Tapi aku berharap jangan sampai hinggap sebuah pertanyaan
Segala sesuatunya memang telah menjauh
Tapi aku berharap jangan pernah kau berpikir aku tak pernah mengusahakan
Segala sesuatunya memang telah menghilang
Dan aku berharap jangan sampai ada yang kau sesalkan

Jangan sampai kau berkata “Kau tak pernah ada untukku”

Karena kau tahu walau sedikit
Tapi aku pernah menyisihkan waktu untukmu
Kau pernah merasakan itu
Walau aku tak selalu berada disampingmu

Segala sesuatunya memang telah menghilang

Mengabur dan tak akan mungkin kembali
Jika rasa yang kau miliki
Sudah berbeda arti
Dengan apa yang aku cintai

Kramat Jati 26 Juni 2012

2 komentar:

  1. Yahaa yang nulis juga hilang, mendadak blognya didiemin kagak di update :p

    Aduh bingung mau komen apa, aku gak bisa kritik karena aku gak mahir berpuisi. Kagum yang ada, karena Syifa sama sekali gak bisa :)

    Hehehe yang nulis baru aja kehilangan sesrorangkah? Senasib dong sama yang komen x)

    BalasHapus
  2. Lulu : udah tau jawabnya kan :(
    400 data tulisan ilang geto aja lu..hiks hiks

    pasti bisa,waktunya aja yg blm dapet :)

    ga mau ah senasib sm lulu :P

    BalasHapus