Sabtu, 06 November 2010

CINTA SEBONGKAH KARANG

"Brussshhhh......."suara ombak berdebur kencang membentur karang.
Suaranya begitu menggelegar memecah diam.
Dentumannya amat keras laksana pukulan palu godam.
Beribu abad yg dilalui cuma keheningan yg terlewati,,Jutaan waktu yang dialami hanya kebekuan yg mendiami.
Menggumpal tanya sang ombak seakan menyekat sesak dlm nafasnya.
Mengapa sang karang tiada goyah walau tertusuk rimbun gelagah??

Hingga pada suatu waktu,sang ombak memberanikan diri bertanya kepada karang.
"hei karang"sapa sang ombak
"kenapa kau tak jua menyerah menghadapiku??padhal stiap waktu aku menghantammu,setiap saat aku menghajarmu??"tanya sang ombak
sang karang hanya terdiam.
"tiada jerakah dirimu karang??"sang ombak lanjut bertanya
sang karang tetap terdiam.
"mengapa tiada jawabn yg kau beri??atau tiada jawabn yg kau punya"
"apa kau membuthkan jawabanku??"tanya karang
"ya"
"mengapa?"
"agar tiada lagi tanya yg menggumpal di hati ini"jawab sang ombak
"bukankah sudah jelas,semua kulakukan karena cintaku padamu"jawab sang karang
"cinta" sang ombak hanya terdiam mendengar pernyataan itu,,
Hening memecah suasana,sejenak tenang melanda alam samudra.
Sang ombak lalu melanjutkan perkataannya.
"semua kulakukan untk membalas cintamu,walau cintamu datang berima gelombang akan kuterima dalam diamku.Walau cintamu datang bersenandung badai akan kusambut dalam melodi kokohku"
sang ombak hanya terdiam akan jawaban sang karang,meletup letup hatinya mendengar pernyataan itu.
"ombak"sapa sang karang
sang ombak tetap terdiam.
"jika kau mencintaiku jadilah seperti adanya dirimu,jangan pernah berubah hanya karena rasa cintamu padaku.karena aku mencintai dirimu seperti itu,aku mencintai apa adanya dirimu"pinta sang ombak
tak lama berselang datang gelombang besar berbingkai badai,gelombang itu begitu besar seakan membelah garis cakrawala.
"BUuummmmm........"suaranya begitu keras membentur karang.
Sang karang hanya terdiam,terpekur diam dalam sunyi.Hanya sebongkah senyum yg menetap di hatinya.

(^_^) 4 u L.O.V.E

Diambil dari Kumpulan Cerpen Menanti Pagi - Nandar Awaludin

2 komentar:

  1. Kumpula cerpen menanti pagi? Itu bukumu om? :D

    BalasHapus
  2. Lulu : haha..amin tp sayangnya belum dibukuin lu :)
    itu cuma kumpulan cerpen aja kok ^^
    cerita spesifiknya kalo sempat baca "Kenapa eh kenapa" aja yah..hehe

    BalasHapus