Jumat, 21 September 2012

Lombok dan Bali : Dalam Sebuah Cerita

Doc by M NUfus El Matien

Doc by Q-Noy


Hah. . .entah kenapa di bulan September ini lagi males-malesnya buat nulis.Padahal banyak hal yang ingin saya ceritakan kepada Crunchers sedunia <---lebay
Okeh well jadi bisa dibilang bulan September tahun ini adalah "Lazy Month" for me. Ga tau kenapa kayanya ngebuka netbook (yang saya biasa pake buat nulis) aja tuh udah males banget.
Jangankan netbook,ngeliat muka sendiri aja udah males :P
By the way ngomonin soal muka,muka saya tuh sekarang jadi agak item loh gara gara liburan ke bali dan lombok kemarin.Yah sekarang jadi eksotis geto deh warna kulitnya.
Sebelas duabelas dah sama warna kulitnya Denzel Washington hahaha
Walau untuk prosesnya benar benar menderita (lebih kepada terpaksa dan pasrah juga sebenarnya) karena kulit saya tuh kebakar habis waktu di Rinjani.
MANTAP!!
But that's okay,selain karena menjalaninya dengan semangat dan rasa senang yang tak terhingga.Semua itu seakan terbayar dengan sejuta pengalaman yang saya dapatkan dari perjalanan kemarin.
Saya jadi banyak mengetahui daerah daerah yang sebelumnya hanya ada dalam angan di kepala saya saja.Dan yang terpenting adalah saya banyak bertemu dengan teman teman yang baik.
Ahh pokoknya 1 of the best part on my life deh :)

Sabtu, 15 September 2012

Anonim – Yang Terasa Berbeda




Apa yang menjadi berbeda ketika kita sudah tak merasa sama. Apa yang menjadi sama kalau pada awalnya kita sudah merasa jauh berbeda.
Tanyaku tak pernah berubah,jawabmu pun selalu sama.Yang terasa berbeda selalu tentang mereka,tentang sekitar kita.
Perbuatan dan ucapan mereka.

Kau tak bisa menyembunyikannya,sama halnya seperti aku. Kita sama sama merupa dalam tanya. Kalah dengan opini yang seakan terbentuk menjadi raja.

Apa yang menjadi berbeda ketika segala sesuatu di dunia memang diciptakan tak sama. Dapatkah kau mengetahuinya??
Atau
Bisakah kau memperjuangkannya,bersamaku.



Jakarta 13 September 2012

Kamis, 13 September 2012

Karena Semua Itu Ada


Picture by Jimmy Soeharda


Ada beberapa orang sahabat yang bertanya kepada saya
"Kenapa lo suka nanjak gunung??Bukankah itu melelahkan??bukankah tak ada yang dihasilkan dari kegiatan itu??bukankah itu hanya membuang buang waktu??
Sebenarnya apa yang lo cari Ndar??"
Saya hanya tersenyum mendengarnya.
"Tak ada yang saya cari??"
"Lantas??kenapa bisa menyukainya??"
"Hemm..apa itu perlu jawaban??"

Teman saya hanya menganggukkan kepalanya
"Entahlah!! tapi bisa dibilang hal yang paling saya sukai adalah keheningannya.
Well yang jelas saya memang tak pernah berpikir dalam melakukannya,saya hanya melangkah mengikuti kata hati saya. Lelah itu pasti,tak ada yang dihasilkan yah mungkin juga benar adanya.
Membuang waktu??ah saya rasa tidak.
Karena mendaki juga banyak mengajarkan saya tentang kehidupan.Bagaimana saya memijarkan semangat melawan rasa lelah,bagaimana menghargai sebuah kesederhanaan,bagaimana berbagi suka dan duka dengan teman seperjuangan,menghargai keindahan yg kita temui sepanjang perjalanan dan bertemu dengan sahabat yg saya tak pernah kenal sebelumnya.
Yah seperti sebuah kehidupan,terkadang kita hanya harus melangkah kedepan dan menghadapi segala tantangannya.
Anda tak perlu banyak bercerita,Gunung sudah menjabarkan kepribadian anda yang sesungguhnya.Karena di Gunung anda tak akan pernah bisa menyembunyikan topeng diri anda.
Picture by Ly Oshin (tanggal ga sinkron karena belum disetting)