Kamis, 15 Desember 2011

Atas Nama Ikhlas

Jumat 9 Desember 2011

Malam itu seperti biasanya saya akan bermain Futsal dengan kawan kawan kuliah saya. Karena kurangnya koordinasi, akhirnya kami harus bermain di tempat yang tak seharusnya yaitu di Green Futsal.
Tempat futsal itu terletak di daerah Sajim,tepat berada di belakang Taman Mini Indonesia Indah.
Kenapa tak biasa??
Yah karena emang baru pertama kali kami bermain bareng disana. Sebelumnya Cuma saya dan seorang teman saya,Pris yang pernah bermain disana sebelumnya.
Malam itu yang bermain Cuma sedikit,dikarenakan kondisinya selepas hujan jadi hanya saya,Gata,Year,Wasis,Fauzy,Iqbal,Dwi,Rizky,Fatur,Ryan,Richard,Pris,dan saudaranya dari mas Dwi.
Tapi suasana selalu terasa santai jika bersama mereka, permainan pun selalu disuguhi tawa dari kami.
Malam itu saya benar benar mengalami musibah. Musibah apa Ndar??
Dompet saya hilang -____-
Saya baru menyadarinya selepas main futsal.
Dibantu teman teman yang lain saya mencari dompet itu kesana kemari,tapi tak juga ditemukan.
Kami juga menanyakan kepada pengurus tempat futsal tapi mereka Cuma menggelengkan kepalanya. Tukang parkir di tempat futsal itu seh bilang ada seseorang yang mencurigakan tadi, saat kami sedang bermain orang ini datang dan langsung pergi geto aja.
Singkat cerita, sepertinya dompet itu memang sudah berpindah ke tangan orang lain. Bahasa kasarnya seh dicuri.
Fiuhh..kebayang kan gimana paniknya saya.
Panik kenapa dar, di dompet banyak duitnya yah??

Duitnya seh ga seberapa,cuma ada sekitar ratusan ribu deh kalo ga salah (spik).


Yang paling membuat saya kepikiran dari isi dompet itu adalah KTP,STNK,SIM,NPWP,KK (kartu keluarga),CV dan SKCK (ini isi dompet apa surat lamaran kerja ndar..haha).
Okeh..untuk 3 yang terakhir saya cuma bercanda kok ^^
Cerita selanjutnya sudah bisa ditebak kan, gimana paniknya saya saat itu. Saya berusaha mencari hingga ke tempat parkir tapi ga juga ketemu.
Lemes..
Kemungkinan kembali??
Kata teman saya Gata kemungkinannya 1 : 1000.
Yuph sangat kecil mengingat betapa “kayanya” hati orang Indonesia.
Walau masih penasaran tentang keberadaan dompet itu tapi pada saat yang bersamaan ketika saya beranjak pergi dari tempat futsal saya juga sudah mengikhlaskannya.
Kalaupun masih terlihat agak bingung,saat itu saya benar benar sedang memikirkan fotokopian dari SIM,STNK dan KTP.
Karena jujur aja saya lupa,apa saya sudah memfotokopi ketiga hal itu.
Nah loh !!!!!
Kebayang kan kalo saya sampai benar benar lupa dan ga punya fotokopiannya. Mau ga mau saya harus buat lagi dan bisa menghabiskan biaya (kata temen saya) sekitar Rp 1.200.000
Dengan perincian untuk mengurus STNK sekitar 700-800 ribuan dan SIM (nembak) sekitar 400-500 ribuan.
Hadehhhh........... -____-
Beda hampir 5x lipat kalau ada fotokopiannya.
Tapi alhamdulillah ketika sampai rumah perasaan lega menyelimuti perasaan saya. Fotokopiannya tersimpan rapi di dalam Al Quran.
Alhamdulillah ya, sesuatu banget ^^
Saya pun bisa tidur dengan perasaan tenang.
Walau saya sudah bete sendiri tiap kali membayangkan,kesibukan kesibukan yang akan saya temui karena harus mengurus surat surat itu.
 -___-zzzzz

Sabtu 10 Desember 2011
Esok harinya saya ditabrak oleh truk.
Oh tenang aja, itu cuma mimpi kok..hehe
Kenyataaan sebenarnya mimpi itu  terjadi karena ketika saya sedang asik asiknya tidur habis diguncang guncang oleh ibu saya (maaf mak,abis guncangannya sama banget seh :P).
“Wal..walllll.....bangun wal !!jangan tinggalin ibu secepat ini”
(loh) bukan bukan seperti itu..hahaha, ya ampun kesannya.
“Wal..walll..bangun wal, ini ada orang yang nyari nyariin” Ujar ibu saya dengan semangat 45-nya.
“Nyariin kenapa??”Tanya saya dengan wajah tertutupi oleh bantal.
“Ini..katanya dia nemuin dompet kamu” Ujar nyokap seraya memperlihatkan sebuah KTP di tangannya. Setelah mengamati foto di KTP dengan seksama hati saya pun berbicara
“Kok gantengnya mirip banget sama gue ya”
Gubrakkk.......hahaha
Hemm..ternyata itu memang KTP saya, tanpa perlu pikir panjang saya pun segera bangun dari tempat tidur saya.
“Itu siapa yang bawa mak??”
“Itu bapak bapak,kamu temuin sana orangnya!! Dia bilang nemuin dompet kamu”
Dompet??
Pikiran saya segera berlari kesana kemari, campur aduk perasaan saya ketika mendengarnya. Sebelum keluar,saya menyiapkan uang untuk diberikan kepada bapak itu. Yang memang sudah saya nazarkan sebagai tanda ungkapan terima kasih jika dompet itu ditemukan.
Dengan keadaan masih setengah sadar karena baru bangun tidur saya pun segera beranjak menyusul ibu saya menemui bapak itu.
Saat keluar dan melihat bapak itu, saya agak terkejut. Saya pikir itu mas Adam,suaminya mas Inul..hahaha
Abis kumisnya sangar banget bo :P !!
“Halo, dek Nandar ya”
“Iya pak, ini dengan bapak siapa ya??”
“Pak Adi”
Jujur aja saat itu saya benar benar bingung harus ngapain.
Pak Adi lalu menceritakan perjuangannya dalam mencari saya, dia bilang sampai nyasar ke daerah sekitar Condet.
Lucunya ketika ketemu orang yang tahu siapa saya, jawabannya pun ga jauh hubungannya dari ayah saya yang merupakan Ketua RT.
“Oh..ini mah anaknya Pak RT 10 neh pak, rumahnya ada di paling depan sana,dekat banget sama kali (sungai)” Ujar Pak Adi menceritakan petualangannya.
“Jadi gini loh ceritanya, adik saya menemukan dompet itu ketika semalam dia bermain futsal di sekitar daerah Taman mini” Ujar Pak Adi menceritakan asal muasal dia menemui dompet itu.
“Wah semalam saya juga habis bermain disana Pak” jawab saya sembari menceritakan kejadian hingga saya sampai kehilangan dompet itu. Bapak itu hanya mengangguk anggukan kepalanya, ia akhirnya mengerti kaitan dompet itu dengan adiknya.
“Tapi maaf banget yah de,dompet ini adik saya temukan sudah apa adanya seperti itu. Tolong ade periksa lagi, takutnya ada sesuatu yang hilang” Ujar bapak itu seraya memberikan dompet itu kepada saya.
Saya dengan segera memeriksa isi dompet saya.
SIM,STNK,KTP,NPWP ada semuanya, hanya uang saya yang hilang entah kemana.
Alhamdulillah
Kalau masalah kehilangan uang mah saya tak terlalu mempermasalahkannya.
“Gimana de,ada yang hilang??” Tanya bapak itu penasaran
“Cuma uangnya aja kok pak, yang lain alhamdulillah masih ada” Jawab saya singkat
“Mang ada banyak wal duitnya” Tanya ibu saya
“Ga kok mak,biasa aja”
Bapak itu pun lalu meminta maaf kalau memang ada kehilangan, langsung saja saya berusaha menenangkan dengan menjawab
“Dompet ini kembali saja, saya sudah sangat sangat bersyukur pak !! sekali lagi terima kasih atas pertolongannya” Ucap saya kepadanya.
Bapak itu hanya tersenyum, saat saya tanya kenapa bapak itu sampai mau repot repot mengembalikan dompet itu beliau Cuma menjawab
“Karena saya pernah mengalami hal yang sama, makanya saya tahu gimana rasanya” Jawab bapak itu.
Saat saya tawari minum bapak itu tak mau, saat itu dia malah pamit karena harus berangkat untuk kerja. Bapak itu bilang dia bekerja di daerah Tanjung Priok dan dia bilang sudah agak terlambat masuk kantor.
Saat saya bersalaman dengannya,saya sodorkan uang yang sedari tadi sudah saya persiapkan. Tapi bapak itu malah menolaknya.
“Jangan de, saya ikhlas kok menolongnya !!” Ujar bapak itu sambil tersenyum dan segera berlalu dari hadapan saya dan ibu saya.
Alhamdulillah..di balik segala musibah selalu ada hal yang harus saya syukuri.

Beberapa saat setelah bapak itu pergi
Ibu saya marah marah, kenapa hal sepenting itu sampai dia tak diberitahu.
“Bukan ga mau kasih tau mak,tapi Nandar ga enak !!emak kan lagi pusing banget sekarang karena mikirin Nenek”
Saat itu Nenekku sedang dirawat di rumah Sakit Haji karena sakitnya. Beliau didiagnosa mengalami pengecilan pada jantungnya.
Kata Dokter yang merawat beliau, fungsi dari jantung nenekku tinggal 90%.
Ibu saya yang mendengarnya kala itu benar benar bersedih.
Jangankan ibu, saya sendiri saja benar benar bersedih karenanya. Sedih rasanya melihat orang yang kita cintai menderita karena sakitnya.
“Lagipula kalau masalah kaya gini doang mah, bisa Nandar tanganin sendirilah mak” Sambung saya lagi.
Ibu saya Cuma geleng geleng kepala aja mendengarnya.
Entah apa maksudnya !!
Nenek adalah orang yang baik, hal ini bukan saya katakan semata mata karena saya cucunya. Ini saya katakan karena melihat jumlah orang yang datang menjenguknya.
Lebih dari ratusan orang yang datang menjenguknya.
Yah maklumlah karena sepanjang hidupnya nenek saya selalu aktif mengikuti beberapa kegiatan. Kebanyakan seh kegiatan pengajian.
Karena itulah saya tak heran jika banyak yang mengenalnya.
Semua orang sangat menyayangi nenek, karena itu walaupun bersedih melihat keadaannya di rumah sakit tapi pada saat yang sama saya selalu tersenyum.
Tersenyum karena begitu banyak orang yang sayang dan mendoakan kesembuhannya.
Belum lagi kasih sayang dari keluarganya.
Jujur aja saya selau tertawa kecil jika melihat diskusi dari Ibu dan saudara saudaranya. Tertawa jika melihat diskusi mereka tiap kali membicarakan giliran jaga di rumah sakit.
Walau mempunyai kesibukan masing masing tapi mereka pasti akan selalu bergantian menjaga nenek.
Selalu dengan sebuah senyum dan keikhlasan.
Di tengah obrolan, hape ibu saya berbunyi.
“Oh sms dari bu Neneng” Ujar ibu saya.
Bu Neneng adalah temannya sesama pengajar di TK ANNUR,pondok gede.
“Ya ALLAH...” ujar ibu saya ketika membaca smsnya.
“Kenapa mak??” tanya saya begitu melihat kecemasan di wajah ibu saya.
“Anaknya bu Neneng masuk UGD lagi??” Ujar ibuku
“Si Chikal??” Tanyaku lagi
“Iya” jawab ibuku sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
Chikal,anak dari bu Neneng yang masih berumur 2 setengah tahun didiagnosa menderita penyakit radang otak. Kata dokter yang merawatnya,ada gumpalan darah di otaknya.
Ahh..jujur aja saya ga terlalu mengerti tapi yang jelas dokter sudah memvonis,seandainya Chikal sembuh dari sakitnya “semua akan dimulai dari nol”.
Dalam pengertian,Chikal akan kehilangan segala kemampuan yang telah dan bisa dilakukannya.
Mulai dari sistem motorik,ingatan,gerak,menulis,membaca,mengenal seseorang !! yah pokoknya segalanya.
Chikal hanya bisa berbaring dan hanya bisa sekedar mengedipkan matanya.
Untuk memulihkan kembali fungsi fungsi di tubuhnya, jika nanti sembuh dokter menyarankan untuk terapi total.
Fiuhh..kebayang kan beratnya menjadi orang tuanya.
Beruntunglah Chikal karena memiliki orang tua yang sepenuh hati dan ikhlas dalam merawat dan menerima keadaannya.
(Dan alhamdulillah terakhir saya dengar, Chikal akan keluar dari rumah sakit secepatnya).
Semoga diberikan kesembuhan secepatnya ya Chikal :-)

Atas nama ikhlas

Ikhlas seperti seperti arti kata jujur.
Walau sedikit dan tak terlihat tapi kadang hal itu bisa berarti banyak.
Sebuah rasa yang datang tanpa mempertanyakan apa apa.
Mengalir dan selalu melakukan yang terbaik tanpa ada maksud di belakangnya.
Seperti sebuah kejujuran yang tak selalu dihargai, ikhlaspun seperti itu adanya. Terkadang apa yang kita lakukan tak selalu dihargai oleh orang lain.
Walau begitu jika semua dilakukan dengan hati yang lapang dan selalu dibumbui dengan sebuah senyum, percayalah semua akan terasa nikmat dalam diri.
Walau banyak hujatan, walau banyak pertanyaan tapi perasaan itu akan segera terkalahkan jika kita melakukannya selalu dengan penuh keihlasan.
Tangis akan menjadi kebahagiaan, karena melakukan atas dasar hati bukan karena hasrat diri.

Oh iya, mohon doanya dari kawan kawan semua.
Untuk Nenek saya dan Chikal agar diberikan kesembuhan secepatnya :)

Salam Crunchy......:)

Jakarta 15 Desember 2011

0 komentar:

Posting Komentar