Kamis, 07 Juni 2012

Aku Dan Hujan


-        Dalam rinai hujan itu aku menemukanmu. Teduh. Tapi hanya sebatas hujan itu. Sesudahnya hanya keheningan yang terpapar.

-        Kau tahu. Terkadang hujan datang dalam segumpal rindu. Rinduku padamu.

-         Aku dan kamu bagai hujan dan teduh. Ditakdirkan untuk bertemu tetapi tidak pernah ditakdirkan untuk bersama.

-         Tak ada yang bersalah dalam perasaan ini. Hanya saja jalan kita memang tidak bersimpangan. Sudah berbeda dalam mengartikan hujan yang datang.

-         Keluarlah dan rasakan setiap rintikan hujan yang terjatuh. Seperti itulah arti rinduku.

-         Bahkan dalam sisa sisa gerimis. Aku masih saja menyerukan namamu.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku pertama kali  bertemu denganmu di salah satu sudut sisi kota.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku pertama kali menggenggam hangat tanganmu.

-         Apa yang paling kurindu. Aku sangat merindukan hujan kala itu. Saat aku mendekap hangat tubuhmu.

-         Aku kehilanganmu. Tidakkah kau dengar arti rinduku dalam setiap rintik hujan yang terjatuh.

-         Aku tak mengerti kenapa bisa ada hujan di bulan Juni. Sementara ini bukanlah musim penghujan. Sama halnya seperti aku yang tak mengerti. Kenapa aku rela melepaskanmu.

-         Jangan segera berlalu,Hujan. Jangan berlalu sampai semua jejak cinta yang ditinggalkannya itu terhapus.

-         Musim boleh berganti. Hujan pun pasti akan segera berlalu. Tapi hanya ada satu hal pasti yang tak akan berubah. KAMU.

-         Aku tahu kau masih menutup pintu hatimu disana. Tapi apa kau mau tahu bahwa aku masih menunggumu dibalik pintu itu.

-         Hujan malam ini masih saja mengirimkan dinginnya rindu. Rindu kepadamu.

-         Hampir semusim waktu kepergianmu. Sisa sisa gerimis hampir habis, begitukah juga rindumu??

-         Aku resapi hujan malam ini. Aku hayati. Tapi tak jua kutemukan arti hadirmu.

-         Memang aku yang salah. Membuatmu menunggu dalam hujan bernama penantian.

-         Berawal dari gerimis. Melewati derasnya badai dan berharap akan ada pelangi setelahnya. Seperti itulah aku dan kamu.


Kramat Jati 8 Juni 2012

2 komentar:

  1. Cieee puisi tentang hujannya bagus deh haha aku suka rangkaian katanya. Aku bener2 gak bisa bikin puisi. Ajarin ding Om haha x)

    BalasHapus
  2. Lulu : makasih lulu ^^
    boleh2,ntar tak ajarin!! yg jelas lulu jg hrs banyak baca jg buat nambah perbendaharaan kata.

    haddeh dipanggil om lagi om lagi -__-zzz

    BalasHapus