Sabtu, 11 Agustus 2012

'Cause I'm a human


‘Cause I’m a human

Ahh malam ini abis menonton film yang istimewa.
Tau film “Bicentennial Man” ga?? Itu loh film yang dibintangi oleh Robin William. Sebuah film yang menceritakan perjuangan sebuah robot untuk menjadi seorang manusia.

Dimana dalam perjuangannya itu dia menemukan jati diri dan jatuh cinta kepada seorang wanita.
God I love the part from the end of the movie
Yeah pada akhirnya sang tokoh Andrew (Robin William) mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkannya yaitu diakui sebagai manusia. Terlebih lagi ia pun dapat meninggal disisi orang yang sangat dicintainya yaitu istrinya,Portia ( ).

Man sometimes love is really work with mysterious ways,even in the movie ^^


-_-

Salah satu hal menarik perhatian saya dari film tersebut adalah konflik yang terjadi antara Portia dengan Andrew.
Awalnya Andrew sama sekali tak tertarik dengan Portia,begitu juga sebaliknya. Andrew menyatakan kenapa ia ingin dekat dengan Portia hanya karena ia tak memiliki teman lain yang bisa diajak untuk mengobrol. Andrew pun sampai rela datang ke apartemen Portia hanya untuk menyatakan hal tersebut.

By the way Portia sendiri adalah cucu dari Amanda atau yang biasa dipanggil oleh Andrew “Little Miss”. Amanda adalah anak dari Mr Martin yaitu orang yang membeli Andrew. Well yang menarik adalah bahwa sebenarnya Little Miss juga menyukai Andrew. Hanya saja Little Miss tahu bahwa ia dan Andrew tak mungkin bersatu. Lagipula Andrew tak merasakan perasaan yang sama. Maklumlah karena ia masih robot murni.
Little Miss pun akhirnya menikah dengan seseorang bernama Bill dan mempunyai anak bernama Lloyd. Nah Lloyd ini adalah ayah dari Portia.
Hemm ada satu adegan dimana Andrew baru kembali dari perantauannya. Ia kemudian kembali ke rumah Little Miss untuk bertemu dan menunjukkan apa saja yang telah ditemui dan dilakukannya. Ia terkejut saat pertama kali melihat Portia. Yah karena wajah Portia benar benar mirip dengan Neneknya,Little Miss.
Adegan dimana Andrew kebingungan melihat Portia dan Little Miss

Mungkin karena itu kali yah si Andrew memilih Portia sebagai temannya ketika Little Miss akhirnya meninggal.

Singkat cerita,2 minggu sebelum pernikahan Portia. Andrew pun akhirnya memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya kepada Portia. Dan cerita selanjutnya adalah perjuangan dalam menghadapi cinta mereka.
Bagaimana Andrew berjuang agar diakui sebagai manusia. Satu hal yang baru saya sadari ia memperjuangkan hal itu bukan semata mata untuk dirinya tapi dia juga berjuang agar dunia mau mengesahkan pernikahan dirinya dan Portia.
Dan tepat di usianya yang ke 200,dunia pun mengakui semua itu. Walau untuk hal itu Andrew tak mendengarnya karena ia keburu meninggal terlebih dahulu. Portia yang saat itu tidur disisi sebelahnya segera meminta bantuan Galatea untuk mencabut semua alat yang membantunya bertahan hidup.
Setelahnya Portia pun berbisik ke arah Andrew yang telah meninggal disebelahnya “See you soon”.
How lovely,meninggal disisi orang yang kita cintai T_T

-__-

Honestly itu adalah salah satu contoh film yang berhasil mencampur adukkan perasaan saya. Emang seh film jadul tapi itu adalah salah satu film yang tak akan pernah mungkin bosan untuk ditonton. Saya suka bagaimana cerita itu mengalir. Salut banget deh buat penulisnya. Saya juga baru tahu kalau sutradara dari film tersebut adalah orang yang sama dengan orang yang menyutradarai Harry Potter I dan II.

Well anyway inilah beberapa hal yang saya tangkap dari film tersebut.
-          Perasaan menjadi seorang ayah
Hahaha sebenarnya ini lucu tapi saya benar benar membayangkan jadi seorang ayah saat adegan pernikahan Little Miss. Saat itu Mr Martin menangis saat melihat rekaman adegan dirinya berdansa dengan Little Miss yang diputar melalui tubuh Andrew. Ia merasa sedih melepas kepergian putri kesayangannya tersebut.
Well yang jelas saat adegan itu saya benar benar berangan menjadi seorang ayah. Seorang ayah yang harus melepas kepergian putrinya. Yah sebuah hal yang aneh bukan saat mengetahui anak yang sedari kecil selalu bersama,selalu disayang dan biasanya berada dekat kita, tiba tiba saja harus pergi meninggalkan itu semua. Well itu memang sebuah jalan kehidupan dimana seorang anak tumbuh besar dan akan menemukan jalannya sendiri.
Sebagai orang tua kita pasti akan merasakannya. Merasakan sesuatu yang berbeda dalam keseharian. Walau saya belum merasakannya secara langsung ^^

-          Hidup adalah sebuah pencarian
            Suatu saat Andrew memutuskan untuk berpetualang untuk mencari arti kehidupan
yang dijalaninya. Ia ingin mencari jawaban dari arti dari jalan hidupnya. Dan jawaban dari segala pencarian itu berujung pada satu jawaban.
Ia ingin menjadi seorang manusia.
Dan dalam pencariannya itulah ia akhirnya bertemu dengan Rupert Burns,orang yang membantunya mewujudkan segala keinginan dan harapan Andrew.
Saya mengagumi segala keinginan Andrew. Hasratnya untuk menjadi manusia malah jauh lebih besar dari manusia itu sendiri. Yah terkadang kita sering lupa untuk bersyukur bukan atas kehidupan yang telah dijalani.
Kita masih terbelenggu dengan segala peraturan yang ada dan menganaktirikan kebebasan yang tertanam dalam diri. Terkadang kita masih saja mengikuti norma yang sudah ditetapkan oleh orang tua atau norma norma yang lainnya.
Dan menganggap itu semua sebagai satu kebenaran yang mutlak.
Kita jadi lupa untuk mengembangkan diri dan terbelenggu oleh ketentuan yang ada. Mengikuti segala kebebasan yang diinginkan oleh dunia, bukan atas dasar diri sendiri. Dan Andrew seakan menyadarkan saya kembali,bahwa hidup ini adalah sebuah pencarian jawaban tanpa batas,tak pernah berhenti.
Jadi jangan pernah berhenti melangkah,karena kesempatan yang akan kau temui di dunia ini sungguh tiada batasnya.
Jawaban itu selalu ada bagi orang yang tak pernah lelah mencarinya.

-          Cinta itu tak mengenal batasan
Yah melihat kisah cinta Andrew saya jadi tertawa sendiri. Cinta yang ditemuinya benar benar tanpa batas.
Dari sekedar ingin belajar menjadi manusia hingga sebuah penemuan akan sesuatu yang disebut cinta.
Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukannya pun benar benar luar biasa. Yang patut ditiru adalah ia berani melawan ketentuan dan peraturan yang berlaku,karena ia tahu cinta itu adalah sesuatu yang layak untuk diperjuangkan. Bukan sesuatu yang harus kalah hanya karena ketentuan ketentuan yang dibuat oleh orang lain.
Saya mencintai anda atas dasar adanya anda,bukan atas dasar orang lain
Kadang kita sendiri sering mengatakan kebebasan akan bercinta,tapi kita juga sering tanpa sadar melanggarnya. Bukankah kita sering menemui kata perbedaan agama,usia,suku,ras,kekayaan,bahkan sekedar derajat kehidupan.
Masih mudah kita temui seseorang yang berpisah karena hal seperti itu. Sedikit sekali yang berani mendobrak kebiasaan yang berlaku tersebut.
Setidaknya di negara ini.

-          Bersyukur karena menjadi seorang manusia.
Ada satu adegan saat di rumah sakit. Saat itu Little Miss tergolek tak berdaya di rumah sakit. Andrew pun datang menjenguknya. Saat didalam ruangan Andrew segera memegang tangan kanan Little Miss. Andrew tersenyum saat melihat tangan kiri Little Miss yang memegang kuda kecil dari kayu hasil ukiran tangannya puluhan tahun yang lalu. Tak lama setelahnya Little Miss pun meninggal dalam genggaman tangannya. Portia yang saat itu berada didalam segera menangis. Andrew yang melihat Portia menangis hanya berujar bahwa itu tak adil. Rasa sakit karena kehilangan yang dirasakannya sangat besar tapi ia tak bisa mengungkapkannya. Ia cemburu karena tak bisa mengekspresikan kesedihannya.
Dan ia setelahnya ia pun menemui Rupert Burns yang segera membantunya mewujudkan segala mimpi mimpinya.
Well perjuangannya untuk sekedar mengeluarkan air mata saja sudah patut ditiru. Bahkan saat ini sendiri,banyak manusia yang mengatakan bahwa air mata adalah sebuah kelemahan. Bahwa air mata hanya untuk orang orang yang cengeng.
Yah padahal Tuhan menciptakan air mata itu hanya memiliki 1 tujuan,untuk menyadarkan bahwa kita adalah manusia.
Bukankah cuma manusia yang diberikan perasaan oleh Tuhan dan dapat mengekspresikannya.
Marah,sedih,tawa,tangis,sakit bahkan sekedar kecewa.
Yah saja bahkan terkadang saya sendiri lupa untuk mensyukuri atas dasar apa saya diciptakan. Menjadi manusia adalah hal yang terindah,hanya saja kita terkadang lupa bagaimana untuk mensyukurinya.
Bagaimana untuk merasakan dan melakukannya. Jadi jangan takut untuk menangis,karena hal itu adalah hal yang manusiawi.
Hal yang menandakan kemanusiaan kita sendiri.

By the way film ini sendiri sebenarnya menimbulkan pertanyaan buat saya, yaitu apakah artinya dari menjadi manusia itu sendiri. Apakah kita hanya harus tampak seperti manusia?? Apakah sifat sifat tak terduga dari kemanusiaan yang kita miliki?? Apakah itu yang namanya gairah hidup??
Film ini menginspirasi saya karena Andrew memiliki semangat untuk menjalani hidup. Ia ingin menciptakan sesuatu yang indah dan unik. Ia ingin mencintai, ia ingin tersenyum, ia ingin menjalani kehidupan yang berisi pengorbanan kerja dan diisi dengan banyak hal yang tak terduga.
Dia hanya ingin hidup kondisi manusia dan dengan penuh semangat dia mengusahakan hal tersebut. Film ini saya sendiri mempercayai akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang orang untuk mengevaluasi kehidupan mereka. Dan mempertanyakan diri mereka atas semua hal yang ditawarkan dalam kehidupan, atau hanya menjadi robot dan menerima jalan yang diatur sebelum anda atau dibuat oleh orang lain.

I don’t want to life forever,I don’t want to love many girls. I just want to life as a human,which can die anytime. I just want to life as a human,who loves 1 women on my life.
Hold her hands and say “I love you” with million ways.
I don’t want to be immortal,I just want to live with a human ways.
Because I am just a human

who can cry and shed tears because something called love.

Kramat Jati 11 Agustus 2012

0 komentar:

Posting Komentar