Sabtu, 29 Desember 2012

Jakarta Setelah Hujan



Hujan perlahan turun
Di kota yang tak ramah dengan senyum
Kaki para pencari kehidupan terhenti sejenak
Meneduhkan diri dari deras tirai sang hujan

Angin merintih pelan
Menyanyikan lagu sejuta keluhan

Perlahan
Terlihat air menggenang
Mengeluh keluh mencari jalur pelarian
Aliran tersendat air pun terpaku pada satu titik
Membludak seperti antrian kaum fakir pencari sumbangan

Tak lama
Terdengar bunyi klakson saling bersahut sahutan
Entah berusaha menerobos antrian
Atau karena tak tahu lagi apa yang harus dilakukan

Pict from detik.com


Suara makian lantang terdengar
Terselimuti dengan suara keluh yang meredam merdu
Suara mesin meraung
Tersentak akan dinginnya air hujan

Terlihat
Raut gagah kendaraan baja bermuram durja
Beberapa dari mereka akhirnya menyerah
Terhadap air yang merasuki tubuhnya

Sementara
Keadaan kian memburuk
Aliran air tak kunjung surut
Yang ada genangan malah semakin meluas
Menyentuh semakin banyak kehidupan
Pict from detik.com

Kotaku
Cerminmu terlihat meretak di kala hujan

Kramat Jati 27 desember 2012

0 komentar:

Posting Komentar