Senin, 17 Desember 2012

Janji Edelweiss

 
 

Nanti. 
Saat musim berganti terang dan hujan perlahan menghilang. Aku ajak engkau melihat edelweis yang bermekaran di lembah Mandalawangi. Berjanjilah sayang untuk menggenggam semua janji itu.
Hidup memang tak selamanya. Tapi kisah antara aku dan kau akan kutulis dengan indah. Berharap kekal dan abadi seperti edelweis di lembah Mandalawangi.

Cinta itu ada. 
Mengalir dalam setiap aliran kehidupan.
Cinta itu kamu. 
Karena aku percaya hanya dirimulah yang membuat aku lebih hidup dan bermakna.
Sayang berjanjilah. Cintailah adaku seperti apa adanya dirimu. Cintailah aku karena apa adanya diriku. Dunia boleh mengatakan apa tapi jangan kau salah menafsirkannya. Terperosok dalam jurang kekalutan yang mendalam.
Tak tahu mana yang bisa kau percaya.

Jadilah seperti bunga Edelweis. Ia mampu menghadapi jutaan cambuk cobaan. Dingin yang menghadang,panas yang menghujam atau badai yang datang tanpa pemberitahuan.
Percaya bahwa ditengah kekurangan selalu ada nilai yang patut diperjuangkan.
Jadilah edelweisku
Dan aku berjanji akan selalu menjadi gunung cintamu.
Aku tunggu dirimu. Selalu dengan hati yang terbuka.



Kramat Jati 16 Desember 2012

2 komentar:

  1. entah kenapa setiap buka blog ini envy banget hehe :p

    seandainya saya juga bisa kayak kaka yg telah mendaki gunung :p

    btw, itu bunga eldewisnya cantik bgt :)

    BalasHapus
  2. envy knp ta??
    pasti bisa kok ta,semua org bs melakukannya. cuma pd wanita biasanya izinnya yg susah y :)
    Iya,itulah salah satu kenangan yang ga akan dilupakan setiap kali nanjak gunung. Salah satu kerinduan jg untuk melihatnya lagi hehe :)

    BalasHapus