Kamis, 03 Mei 2012

Wanita


Wanita seperti lagu yang menjadi perhiasan sangkar madu tapi wanita memang madu yang kental dan manis
Melembapkan bibir-bibir kering lelaki
Jilatan yang tak ada habisnya serta penikmat yang menikmati tiap tetesnya hingga habis tak tersisa
Tapi bukankah hal itu biasa??
Sebab tak ada yang abadi di dunia
Semua akan habis pada akhirnya
Pict from Here
Madu harus dinikmati selagi kental, terlebih saat baru diperas dari malam-malam oleh tangan-tangan peternak lebah
Lalu disimpan dalam botol dan diberi label dengan harga tinggi
Jangan kau diamkan terlalu lama sebab angin dan waktu akan mengeraskannya hingga tak lagi hanya manis
Tetapi manis-kepahitan dan tinggal semut-semut yang rebutan

Andai wanita seperti anggur, yang makin disimpan makin berharga

Waktu adalah sahabatnya yang mengasah wangi dan tajamnya rasa
Disimpan dalam guci sebelum dituang dalam cawan-cawan keramik
Pun tak dicuri dari lebah sang serangga tapi dibuat oleh tangan-tangan pekerja dengan harapan menjadi seni yang tinggi hingga disuguhkan di restoran yang fancy Waktu sebagai penentu tingginya harga yang ditawarkan, dan takkan mengeras dan memahit walaupun menahun melainkan mewangi dengan aroma yang menggambarkan berharganya rasa

Tapi wanita seperti madu
Dan bukan anggur
Madu tak boleh cair karena jika cair bukanlah madu
Mungkin sirop atau air
Madu harus selalu kental tapi sayang tak bisa kekal
Dan wanita seperti madu bukan seperti anggur

Wewin Wina Winarni 27 Agustus 2011
http://www.facebook.com/wewinmerasawewinbercerita

0 komentar:

Posting Komentar