Rabu, 23 Mei 2012

Titik Balik


Dulu,saya begitu terpukul ketika mengetahui NEM (Nilai Ebtanas Murni) saya tak cukup untuk masuk ke sekolah Negeri yang saya inginkan.
Dengan waktu yang tak mungkin lagi untuk mendaftar ke sekolah lain (waktu itu ada peraturan bahwa ijazah harus ditahan oleh sekolah yang bersangkutan,sehingga tak mungkin untuk mendaftar kesekolah lain), maka mau tak mau saya pun harus bersekolah di sekolah swasta.
Jujur aja saya sudah tak terlalu peduli akan bersekolah dimana.
Dan entah karena jalannya mungkin saya pun akhirnya bersekolah di SMA HUTAMA Bekasi.
Onion Emoticon SetSekolah apaan neh??pikir saya saat itu.
Yah maklumlah yang tahu tentang sekolah ini bukan saya melainkan ibu saya. Beliau mengetahui sekolah ini karena tempat kerjanya berada tak jauh dari sana.
Selebihnya ya wassalam!!
Pertama lihat gedung sekolahnya seh sepertinya luas dan besar tetapi ketika masuk ya ampun jauh banget deh dari bayangan.
Setelah selesai mengambil formulir pendaftaran saya langsung bilang kepada ibu bahwa saya tak mau bersekolah disana. Tapi ibu saya meyakinkan saya untuk bersekolah disana,alasan beliau karena harinya sudah mepet (saat itu hari sabtu,sementara masuk sekolah sudah hari seninnya..haha parah yah).
Ibu saya bilang untuk sabar bersekolah disana selama beberapa waktu,dia berjanji bahwa saya pasti akan dipindahkan kesekolah lain.
Waktu pun berjalan
Dengan ogah ogahan saya bersekolah disana. Bahkan selama semester pertama kelas satu bisa dihitung dengan jari kali saya masuk sekolah.
Yah semua itu sedikit terhenti ketika ditegur dan harus membuat perjanjian dengan guru saya  dimana saya harus memberikan tanda tangan untuk membuktikan kehadiran saya disekolah.
Pokoknya kalau ga masuk kreeeeekkkkkkkkk…!!!
Yah bagusnya seh saya jadi lebih mengenal teman teman saya. Bulan desember adalah titik awal perubahan itu.
Intinya seh ketika ibu saya bertanya di bulan Januari dimana pendaftaran pindah sekolah dibuka kembali.
Saya Cuma menjawab singkat “Ga usah deh mak,Awal betah kok disini” dengan sebuah senyum  dan sebuah pelukan kepada ibu saya karena selalu mengusahakan yang terbaik buat saya.
Entah mengapa saya benar benar merasa bersyukur karena pernah bersekolah disana.


Sesuatu yang bernama..Sahabat

Kenapa saya bertahan,sebenarnya jawabannya simple aja.
Karena saya merasa telah menemukan sesuatu yang berarti dalam hidup saya yaitu Sahabat. Disana saya seperti menemukan sahabat sahabat sejati saya.
Seseorang yang mempunyai jalan pemikiran dan kehidupan yang tak terlalu jauh berbeda. Sesuatu yang tak terlalu saya alami ketika masa masa sekolah yang lain dimana saya merasa bahwa kehidupan yang saya temui begitu jauh berbeda.
Saya ingat betapa malasnya saya tiap pagi ketika akan berangkat ke sekolah. Saya selalu ingat untuk selalu berangkat agak siang hanya demi harapan nakal bahwa pintu gerbang telah ditutup dan bisa menjadi alasan saya untuk tidak bersekolah.
Dan saya selalu ingat sengaja melewatkan sekolah untuk kemudian pergi dan menghabiskan waktu di rental playstation.
Onion Icons Hadeh !!!!!!!!!!!!!
Maybe that’s because my young age, who always think wild and naughty ^^
Tapi hal yang membuat saya bingung adalah ketika saya bertemu teman teman saya di kelas I-2.
Kalau saya bandel,ternyata disana ada yang jauh lebih bandel !!
Kalau saya tukang cabut,ternyata disana ada DEWAnya cabut !!
Huahahahahahaha. . . . Onion Icons
But honestly sedikitnya saya agak berubah ketika bertemu dengan teman teman saya di kelas I-2 dan bertemu guru hebat bernama bu Ratna Ningrum.
Beliau adalah guru Geografi sekaligus wali kelas saya. Beliau lah yang bisa dibilang selalu menolong saya ketika itu.
Ketika saya banyak bolos beliau tetap mendorong saya untuk menjadi orang yang lebih baik. Dengan cara anehnya pula (seperti yang saya ungkapkan diatas bahwa saya harus tanda tangan setiap kali masuk),saya menjadi manusia yang lebih baik.
Yah setidaknya dalam hal absen..hehehe

Hehh…aneh sebenarnya jika memikirkan bagaimana kehidupan ini berjalan yah. Bagaimana Tuhan membawa saya (yang bisa dibilang) ke sebuah negeri antah berantah,tak ada seorang pun yang saya kenal tapi malah membuat saya benar benar merasa nyaman.

That’s how life goes on right?? They go in the line which we never know where they want to crossed it

Tempat itu bernama Ujung Aspal Pondok Gede

Di kelas I-2 pulalah saya bertemu dengan teman teman baik saya.
Firman “Bhagol”,Heru Bintoro “Papay”,Toni Purnomo “Tony”, Yudi Wijaya “Iduy”,Abadi kaban “Badboy”,Endang sunarya “Kiwil”,Andi setiawan “item”, Dimas agustio “Qodim”,Edi Fernandes “Andez”,Hari “Buluk”,Ahmad “Amat”,Junet “Tua”,Igan “Tablo”,Yongki aribowo “Yongki”,Gina “Kawai”,Dina “Dagu”, Hazrine “Ine”, Rosalina “Ocha”, Endang Haristia “Andung”,Novi “Peot”, Sari Ketut “Ai”.
Mereka adalah yang paling aneh diantara semua makhluk yang ada dikelas..hahaha ^^v

By the way perubahan yang paling besar terjadi ketika saya bertemu anak anak Rasta Pala,anggotanya well bisa dibilang 15 nama yang disebut diatas bisa dibilang adalah para pengikut awal.
Tapi keinginan saya untuk pindah sekolah baru benar benar lenyap ketika tahun baru. Tepat pada saat Tahun Baru dimana anak anak Rasta Pala pergi merayakannya dengan kemping di Pondok Halimun,Sukabumi.

Saya merasa itulah perjalanan terbaik yang pernah saya temui. Sebuah perjalanan awal dari kecintaan saya terhadap dunia Pecinta Alam.
Saya merasa lepas disana.
Ah yang jelas benar benar tak bisa dilukiskan dengan kata kata.
Memang cuma sekedar kemping tapi dari sanalah saya mendapatkan banyak hal. Jiwa saya seperti menemui kehidupan yang baru.
Seperti menemui sebuah jawaban dari segalanya.
Bisa dibilang itu adalah titik balik dari segalanya.
Yah seperti berkata kepada diri saya sendiri “Ini dia,ini dia dunia yang selama ini saya cari”

Well. .banyak hal yang telah terjadi setelahnya.
Persahabatan kami pun semakin erat dengan banyak mengadakan acara acara kecil. Barbekyu atau sekedar menginap di rumah salah satu sahabat adalah salah satu hal yang sering kami lakukan.
Karena kebanyakan sahabat saya berasal dari bekasi,masa SMA saya pun lebih lebih banyak dihabiskan disana.
Saya selalu senang menghabiskan waktu disana,sekedar mengobrol,bercanda ataupun bernyanyi bersama. Banyak hal baru yang saya pelajari dari mereka.






“Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun”

Yah seperti untaian lagu bang Iwan diatas,bisa dibilang saya seperti dilahirkan kembali didaerah Ujung Aspal,Pondok Gede.

Sudah 6 tahun berlalu dan kini keadaannya sudah jauh berbeda. Kami sudah mulai jarang bertemu karena kesibukan dunia yang kami temui.
Kami mulai merasakan apa yang dinamakan oleh guru kami yaitu Mr Abbas yaitu “Dunia Nyata”.
Setiap orang kini tengah menempuh jalannya masing masing. Mencari jawaban atas arti dari perjalanan hidup mereka.
Berjuang untuk sesuatu yang dinamakan kehidupan.
Kami sadar akan sulit mengulang lagi masa masa yang lalu walaupun kami semua sangat menginginkannya. Kami sadari akan sulit menjaga persahabatan kami jika tak mau merendahkan ego kami masing masing.
Dan beruntungnya,saya memiliki sahabat sahabat seperti mereka.
Walau tengah berbeda jalan tapi mereka selalu ada menyempatkan waktunya untuk persahabatan.
Saya juga selalu meyakini,bahwa mereka akan menjadi orang yang berhasil dalam perjalanan kehidupannya.

“Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu per satu sahabat pergi dan tak akan kembali”

Yah walau kini tengah menjauh tapi saya yakin mereka akan selalu kembali. Saya selalu bersyukur punya sahabat seperti mereka. Saya bersyukur bisa mengenal dan dikenal oleh keluarga mereka.
Kehidupan ini memang aneh,tak peduli seberapa keras ia menghantam tapi anehnya kehidupan juga tak pernah lupa untuk mendorong kita untuk bangkit.
Kebaikan,kehangatan bahkan sebuah senyuman terkadang bisa menjadi pendorong semangat yang tak pernah padam.

Sahabat. .
Tetaplah berjuang disana,raihlah mimpi mimpi yang ingin kau raih
Walaupun terbentur tembok tebal
Walau kau dihantam oleh kerasnya kenyataan hidup
Tetaplah melangkah. .
Kau pasti bisa sahabatku
Kau pasti bisa

Kehidupan ini mengajarkan banyak hal
Mengajarkan batas yang tak ada batasnya
Mengumbar misteri yang tiada habisnya
Memberitahu bahwa waktu akan terus berlalu,tak peduli seberapa keras kau meratapi kepergiannya

Sahabat. .
Berjuanglah disana
Doaku selalu bersamamu
Kasihku akan selalu menyertaimu

Sahabat. . 
Akan selalu aku nantikan saat bernyanyi lagu itu bersamamu
“Ujung Aspal Pondok Gede”
MSN Onion Icon
Kramat Jati 23 Mei 2012

0 komentar:

Posting Komentar