Minggu, 20 Mei 2012

Mawar Untuk Ibu


Seorang pria berhenti disebuah toko bunga untuk membeli seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya dia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu sedu.
Pria itu bertanya kenapa dan gadis kecil itu menjawab “Saya ingin membeli setangkai mawar merah untuk ibu saya. Tapi uang saya Cuma lima ratus perak saja sedangkan harga mawar merah itu seribu rupiah”
            Sang pria tersenyum dan berkata “Ayo ikuti aku, aku akan membelikanmu bunga mawar yang kamu mau”
Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya. Ketika selesai dan hendak pulang dia pun menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah.
Gadis itu melonjak gembira mendengarnya.


Katanya “Ya tentu saja. Terima kasih anda mau mengantarkan saya ke tempat ibu saya??” kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu yaitu pemakaman umum dimana kemudian gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
“Ibu,hari ini aku datang membawa bunga mawar untukmu”ujar sang gadis kecil sembari menaruh bunga yang dibawanya diatas nisan ibunya. Ia kemudian berdoa dan menyenandungkan  lagu kesayangannya pada kuburan ibunya.
Melihat hal itu.hati pria itu terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko bunga dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya bungayang dipesannya dan mengendarai kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.

Denny Wahyudi – Good Stories For Soul

Kadang kita seakan terlupa dengan sebuah hal kecil seperti sapaan,mencium tangan ataupun sekedar menegur ibu kita.
Kadang kita selalu terlupa bahwa dalam setiap tegurannya tertanam berjuta kasih sayang kepada kita.
Ibu akan selalu membalas setiap kemarahan kita dengan kasih sayangnya. Saat kita menjauh ibu akan datang mendekap kita dalam hangat peluknya.
Saat kita terjatuh, Ibu akan datang menjulurkan tangannya.
Saat kita memarahinya, Ibu akan membalasnya dengan senyuman
Sudahkah anda mencium tangan ibu anda hari ini??
Sudahkah anda mencium keningnya hari ini??
Sudahkah anda mendoakannya dalam setiap langkah yang anda jalani??
Sudahkah anda sekedar menyapanya hari ini??
Sempatkanlah waktu sejenak untuk ibu anda.
Percayalah nilai sejenak itu tak seberapa sebab kasih sayang Ibu walaupun nanti ia telah tiada, kasihnya akan selalu ada sepanjang langkah anda menjalani kehidupan
Dalam setiap helaan nafas
Sepanjang hayat berjalan
Sampai akhir kehidupan

Ibu. .
Muara kasih sayang dunia 

0 komentar:

Posting Komentar