Minggu, 20 Mei 2012

Cinta dan Waktu


Alkisah di suatu pulau kecil,tinggal berbagai macam benda benda abstrak : ada Cinta,Kekayaan,Kesedihan,Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air tiba tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki cinta.
Tak lama cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.
“Kekayaan!!Kekayaann!! tolong aku !!”Teriak cinta.
“Aduh!! Maaf cinta!!”Kata kekayaan
“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta,aku takut nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat bagimu di perahuku ini” sambung Kekayaan sembari mengayuh perahunya lagi.
Cinta sedih sekali,namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya.
“Kegembiraan!!kegembiraan!! Tolong aku”teriak cinta.
Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
            Air makin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang dan cinta semakin panik. Tak lama lewatlah kecantikan.

“Kecantikan!! Kecantikan !! bawalah aku bersamamu!!”teriak cinta.
“Wah cinta,kamu basah dan kotor. Aku tidak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”Sahut kecantikan.
Cinta sedih sekali saat mendengarnya.
Ia mulai menangis terisak isak. Saat itulah lewat kesedihan.
“Oh kesedihan,bawalah aku bersamamu”kata cinta
“Maaf cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..”Kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta pun mulai putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
            Pada saat kritis itulah tiba tiba terdengar suara “Cinta !!mari cepat naik perahuku!!” cinta menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat cepat cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Dipulau terdekat,orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah cinta tersadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk di pulau temat ia diturunkan.
“Siapa sebenarnya orang tua itu??”Tanya cinta kepada salah seorang penduduk
 “Oh orang tua tadi?? dia adalah Waktu” Jawab orang itu.
“Tapi mengapa ia menyelamatkanku?? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman teman yang mengenalku pun enggan menolongku”Tanya cinta heran.
“Sebab”kata orang itu
“Hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari cinta itu”

Denny Wahyudi – Good Stories For Soul

Kadang kita berpikir terlalu rumit akan sebuah kasih sayang.
Kadang kita terlalu banyak ingin akan sebuah cinta yang sempurna.
Kadang kita terlalu membuka hati untuk setiap cinta yang datang sehingga kita menjadi lupa untuk mengatakan mana cinta yang baik untuk dijalani.
Kadang kita lupa untuk membuka hati untuk setiap cinta yang datang sehingga kita menjadi lupa untuk memberikan cinta kepada sebuah hati.
Jangan terlalu lama menunggu,tapi juga jangan terlalu membuka hati.
Tak masalah jika menjadi pemilih dalam bercinta,jika memilih itu kita bisa menemukan cinta yang baik.
Cinta yang bukan hanya memberikan kasih sayangnya tapi juga memberikan kebaikan dalam setiap kasih sayangnya.
Cinta yang mampu membuat diri kita berkembang,mampu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Namun..
Sampai saatnya tiba,tetaplah percaya bahwa Cinta akan datang pada waktunya. Bahwa cinta akan datang menyapa setiap hati yang terbuka terhadap Nya :)

0 komentar:

Posting Komentar