Selasa, 16 Oktober 2012

Jalan Kembali




Terpuruk aku disini
Terdiam dalam kegelapan sudut hati
Aku berdiskusi kepada alam
Kenapa malam datang begitu menghujam
Dingin. . .
Gelap. . .
Begitu memekat dalam diam

Telah kucoba untuk beranjak
Tapi aku masih memaku dalam diam
Kegelisahan ini begitu beriak
Memekak keheningan
Melekat dalam setiap gerak

Tapi terus saja kulangkahkan kakiku yang rapuh
Berharap roda nasib sejenak datang memihakku
Berharap sejenak mimpi mimpi itu datang menyapaku
Berharap gelap akan segera berlalu
Dan mentari datang membasuh lukaku


Maafkan aku ibu. .
Tapi aku belum bisa menemukan jalan untukku kembali
Jalan untuk kembali pulang
Aku masih tersesat dalam arah yang kutuju
Belum kutemukan jawaban atas semua ego diri

Kini. . .
Semua jalan seakan menjadi buntu
Seakan tiada arah pasti untuk dituju
Tak ada petunjuk
Hanya keheningan yang mampu memaknainya

Walau hati merintih rindu
Meski tubuh merasa pilu
Aku masih akan berada disini
Pada titik dimana aku bisa kembali belajar
Untuk menemukan keseimbangan
Dalam jalan yang tengah kutuju

Kampung Gedong – 16 Oktober 2012

2 komentar:

  1. Ibu tahu nak.. tetaplah berusaha menenapaki jalan - jalan yang terlanjur engkau tempuh... ibu yakin, kamu akan betul - betul menemukan jalan yang engkau cari itu.... kamu pasti bisa, buktikan kalau kamu lelaki yang tangguh.. :D

    #eh..

    Salam Kenal

    BalasHapus
  2. @Latifah : sama2 ^_^
    senang berkenalan denganmu jg ratih :)

    BalasHapus