Rabu, 29 Juni 2011

BUMBU PECEL

Wanita itu berperawakan sedang,wajahnya pun juga tak terlalu istimewa.
Umurnya mungkin sudah hampir menginjak kepala 3,itu terlihat dari fisiknya yang memperlihatkan kematangan seorang wanita.
Entahlah apa yang membuat Vino begitu suka melihatnya.Apalagi Wanita ini Cuma seorang tukang pecel.
Ya,Vino selalu melihatnya ketika ia Sholat jumat di Masjid Attin-Taman Mini.Wanita ini adalah salah satu penjual pecel di halaman parkir masjid itu.
Yang jelas karena Wanita ini Vino jadi lebih rajin untuk sholat jumat di sana.Entah sekedar ingin Sholat jumat,makan pecel atau hanya sekedar ingin melihatnya.


-_-

Sangat disayangkan Vino hanya bisa melihatnya setiap hari jumat saja.Selebihnya Vino tak tahu apa apa tentang wanita itu.
Jangankan tempat tinggal,namanya pun Vino tak pernah tahu.
Kini,Vino hanya bisa berharap bahwa hari esok selalu hari jumat!!
Yah itu agar dia selalu dapat bertemu dengan wanita ini.
“Vin tugas akunnya dah lo selesaiin belom??”ucap Rangga teman kuliah Vino
“Masih jaman aja lo nanyain tugas,dari kemaren juga dah selesai x”jawab Vino dengan sedikit menyombongkan diri
“Wah tumben??Abis biasanya,lo pasti belom selesai dah setiap x gw nanyain tugas..hehehe”Rangga mencoba meledek temannya itu.
“Maaf aja ya ngga,Vino yang dulu berbeda dengan Vino yang sekarang.Sekarang seh jangan ngomongin hal hal yang absurd deh ma gw” Suara Vino makin meninggi,bukan marah tapi karena menyombongkan diri.
“Yaelah..sombong bener…baru juga sekali ini gw liat lo selesaiin tugas”Rangga berujar ketus
“Yah daripada ga pernah sma sekali,kaya lo geto d..hehehe”ujar Vino sembari meledek temannya itu.
“Iya d..kalah gw kalo ngomong ma tukang gorengan”
“Jiahh..dasar tukang tahu”
Tak lama kemudian datang teman mereka Uti yang masih satu jurusan dengan Vino dan Rangga tetapi berbeda kelas.Uti rupanya tertarik juga dengan keributan diantara kedua temannya itu.Dengan segera ia menepuk punggung Vino dan Rangga yang segera kaget dengan kehadirannya.
“Nah ya pasti lagi pada ngomongin gw ya..hehehe”Ujar Uti dengan pedenya
“Ihhhh…kok tahu aja seh ti gw lagi ngobrolin lo,ya kan ngga??”
“ihhh…tuh kan,pantesan dari tadi bawaannya deg2an terus.Ternyata lagi ada yang ngomongin toh”Uti semakin kepedean
“Iya ti,gw ma Vino tuh lagi ngobrolin??Kira2 lo dah siap ga ya buat dikorbanin pas Idul Adha besok”ujar Rangga yang disertai tawa dari Vino.
“Ahh..siakek lo berdua??awalnya doang yang bagus,akhirnya mah tetep aja ngenekin”
Ucap uti ketus melihat kedua teman yang masih menertawakannya itu
“Eh btw,gimana No??tugas Akunnya ga ada masalah kan”Tanya uti pada Vino
“Hah lo kok tau si Vino punya tugas akun??”Tanya Rangga bingung
“Yaiyalah tau,kan gw yang bantuin ngerjain tugasnya”
Rangga pun segera menatap Vino,matanya begitu tajam seperti elang yang sudah menemukan buruannya.Vino yang sedari tadi pura pura bego akhirnya Cuma bisa tersenyum malu melihat tatapan temannya itu.
“Yah yang penting kan selesai ngga..hehehe”Vino mencoba membela harga dirinya
“Hah…Absurd..Absurd..makan tuh Absurd”
Sebuah makian yang berakhir dengan tawa pada hari itu

-__-

Udara pagi itu itu terasa begitu menusuk kulit,jaket tebal yang melapisi tubuhnya pun seakan menyerah kalah dengan dinginnya suasana.Vino pun hanya bisa melaju perlahan kendaraannya.Waktu saat itu sudah menunjukkan sekitar jam 2 dinihari.
Ia baru kembali dari main futsal di dekat rumah temannya di daerah bekasi.
Mainnya seh Cuma sampai jam 11 malam,Tetapi karena besok adalah hari minggu maka diperpanjanglah oleh obrolan obrolan yang tak jelas.
Ketika kendaraannya telah melaju di sekitar Taman Mini,Vino hanya bisa menggelengkan kepalanya.Betapa tidak,karena ia telah melihat sebuah ironi.
Yah semua yang tinggal dekat atau mungkin sekedar lewat daerah Taman Mini tiap hari pasti tahu bahwa daerah sekitar Taman Mini kini telah memiliki dua wajah.
Entah mereka mau tahu apa tidak,entah mereka sadari atau tidak Tapi inilah realita yang sedang terjadi.
Yah pada pagi hingga sore hari semua memang terlihat biasa saja.Dari tempat wisata,Sebuah masjid dan banyak penjaja makanan di sepanjang jalannya.
Pada malam hari barulah begitu terlihat perbedaannya.Tempat wisata,masjid dan penjaja makanannya memang tak banyak berubah.Tapi itu kian ramai dengan kehadiran tempat hiburan malam/diskotek,Trek-trekan(walau kini sudah agak jarang),komunitas-komunitas motor dan para penjaja cinta.
Awalnya para penjaja cinta ini keberadaannya seiring sejalan dengan Diskotek yang berada di sana.
Tapi seiring berjalannya waktu perilaku itu pun berubah,mereka kini telah berani untuk keluar kandang.Entah karena persaingan yang ketat atau mungkin hanya sekedar keinginan mereka saja.
Entahlah???
Yang jelas mulai dari arah Taman anggrek hingga Polsek yang berada di dekat sana mata anda`akan dimanjakan oleh kehadiran mereka.
Polsek??berarti ada anggota polisi yang terlibat??
Untuk urusan yang satu itu Vino tak tahu menahu jawabannya,yang jelas jika ia pulang pagi kadang ada mobil patroli polisi yang sedang mangkal di depan diskotek dan kadang ia melihat seorang polisi yang sedang nongkrong di warung kopi pinggir jalan.
Mengobrol akrab dengan segelintir orang disana!!
Bahkan menurut Jaya,salah satu teman Vino yang memang tinggal tak jauh dari sana.Dulu tak jauh dari kantor polsek disana ada sebuah bisnis esek-esek.
Entahlah bisnis semacam apa,yang jelas belum lama Vino lewat daerah sajim(daerah sekitar pintu belakang Taman Mini) banyak penjaja cinta sepanjang jalan itu.
Padahal Cuma ada event dangdut kampung tak jauh dari sana,tapi keramaian yang tercipta sungguh begitu terasa.
Segala macam pedagang tumpah ruah disana,mencari untung atau sekedar mencari sebuah hiburan.
Kehadiran yang kian terasa ramai dengan para penjaja cinta disana walau dandanan yang ditampilkan terkesan menor dan seadanya.

-____-

Di seberang Masjid Attin Vino menghentikan motornya.Rupanya handphone di dalam sakunya berdering.
Ternyata Indra,temannya yang menelepon
“Haloo..ada apa ndra??”ucap Vino memulai pembicaraan
“Vin lo dah sampe mana??”Tanya indra
“Gw dah sampe Taman Mini neh,Mang ada apa ya??”
“Gw lupa tadi Vin,si Arya nitip barang neh buat lo??”
“Ohh..yaud titip gw dulu barangnya,besok aja dah gw ngambilnya??”
“Oke bos,sory neh ganggu jam segini”Ujar suara disana sembari mengakhiri teleponnya.
Ketika Vino ingin melanjutkan perjalanan,tak jauh di depan masjid Attin Vino melihat 3 orang kupu kupu malam sedang berdiri disana.Tak berselang lama ada sebuah mobil kijang kapsul yang menghampiri,mungkin seorang pelanggan yang sedang bernegosiasi harga.Tak butuh waktu lama hingga salah dua orang dari mereka dibawa pergi,menyisakan seorang temannya dalam kebekuan malam.
Hingga tiba pada suatu moment tatapan kedua orang itu saling bertemu.Vino kenal betul dengan mata itu,tapi apa benar itu dia.
Perawakannya,Wajahnya,Ciri2nya benar benar mirip dengan wanita penjual pecel.
Tapi apa betul itu dia??
Belum hilang rasa penasaran Vino,seorang pria telah pergi menjemputnya dengan sebuah motor.

-____-

Beberapa hari pun berlalu,kini Vino tak terlalu memikirkan apa yang dilihatnya pada malam itu..Karena baginya pemikiran itu adalah sebuah hal yang mustahil dan tak mungkin terjadi.
Hingga..
Seperi biasa Pada malam kamis Vino berangkat ke arah bekasi untuk bermain futsal,ia pun baru berangkat dari rumahnya sekitar jam 9an malam.
Di perjalanan,Vino sempat menghentikan kendaraannya tak jauh dari Attin.
Ia merasa dompetnya ketinggalan.Ia cek mulai dari tas hingga kantong celananya tapi tak jua ketemu.
Saat sedang bingung bingungnya mencari Vino pun melihat sesuatu yang sebenarnya tak mau ia lihat lagi.
Ya,Vino melihat ke tiga wanita yang tempo hari ditemuinya??
Mereka sedang mangkal tak jauh dari Attin,mereka disana ditemani oleh dua tukang ojek yang mungkin bisa disebut sebagai asistennya.
Kali ini Vino berada tak jauh dari mereka sehingga bisa melihat dengan jelas ke tiga wajahnya.Dan kali ini pun ia semakin yakin bahwa wanita itu memang dia.
Itu memang sang penjual pecel??
Vino bingung,perasaannya kini bercampur aduk.
-_____-

Seperti biasanya suasana hari Jumat itu begitu ramai,banyak pedagang yang masih setia menjajakan dagangannya tak jauh dari parkiran masjid Attin.
Selesai sholat biasanya ada yang langsung balik tapi ada juga yang berkeliling terlebih dahulu untuk mencari sesuatu.
Tatapan Vino terhenti pada satu wanita,seorang wanita yang beberapa hari ini begitu menarik perhatiannya.
“Ahh..apa mungkin itu dia??”gumam Vino dalam hati ketika melihat wanita tukang pecel pujaannya.
Lama Vino berdiri dalam lamunan,ketika suasana mulai agak sepi ia sebenarnya berniat menanyakan pertanyaan kepada wanita itu.Pertanyaan yang beberapa hari ini terus mengusik di hatinya.
Vino baru akan melangkah mendekat,tetapi langkah itu segera terhenti karena ada seseorang yang menepuk punggungnya dari belakang.
Ternyata seorang laki-laki paruh baya,Vino tak mengenalnya sama sekali.
“Maaf..bapak siapa??”Tanya Vino kepada bapak itu
“Saya Cuma salah satu pedagang yang ada disini,saya Cuma mau bertanya karena sedari tadi saya lihat adik memperhatikan wanita itu terus”Ujar orang itu seraya menunjuk sang penjual pecel.
Vino agak terkejut,ternyata ada yang memperhatikan gerak geriknya disana.
“Bapak mau bertanya apa??”Ujar Vino
“Adik kenal dengan wanita itu??”Tanya sang bapak
“Tidak”jawab Vino
“Terus kenapa adik begitu memperhatikannya??atau mungkin adik penggemarnya gelapnya ya??”Tanya sang bapak yang disertai tawa kecil dari Vino
“Hahahaha…..bukan juga kok pak”jawab Vino lagi
“Terus,apa yang ingin adik lakukan??”
“Saya Cuma ingin bertanya pak sama dia”jawab Vino seraya menjelaskan kegalauan dari sejuta pertanyaan yang terus menggelayut dalam hatinya.
Ia lalu menceritakan apa yang akan ditanyakannya kepada wanita itu!!
Bapak itu Cuma terdiam mendengar penjelasan dari Vino,tampak beban berat yang membayang di wajahnya.Ia lalu mengajak Vino untuk duduk tak jauh dari sana.
“Apa benar pak itu dia??”Tanya Vino semakin penasaran
Bapak itu lalu menghela nafas panjang
“Ya itu memang dia??Memang benar dia orang yang adik lihat setiap malam”jawab bapak itu singkat.
Vino hanya terdiam,ia tak tahu harus berkata apa lagi.Kini terjawab sudah semua pertanyaan yang membelenggu di hatinya.
“Tapi pak kenapa ia sampai melakukan hal serendah itu??Apa ia tak bisa melakukan hal lain??Tidakkah cukup dengan berjualan pecel aja??”ujar Vino
“Dik..hidup ini bukan seperti membuat bumbu pecel,yang tinggal dicampur bahan-bahan untuk bumbunya lalu diulek dan ditaburkan ke bahan bahan yang akan dimakan.
Hidup lebih dari sekedar hal itu.Banyak hal dalam hidup ini yang tidak kita mengerti,bahkan kadang melebihi nalar yang kita miliki”Jawab sang bapak
“Maksud bapak??”Tanya Vino yang masih belum mengerti dengan jawaban dari bapak tersebut
“Dulu,wanita itu adalah orang yang kaya dan berada.Keluarganya juga sangat terpandang dan begitu dihormati”
“Lalu sekarang kenapa ia sampai seperti ini??”
“Karena ia menikahi orang yang salah”
“Menikah,jadi ia pernah menikah??”Tanya Vino disertai sejuta keterkejutan dalam wajahnya
“Ya,ia memang pernah menikah”
“Lalu kenapa bapak berkata itu salah”
“Karena pria itu telah membawa bencana dalam hidupnya”
“Bencana??”
“Kedua orang tuanya meninggal karena ulah suaminya,harta yang dimilikinya juga habis karena ulahnya”
Vino tertegun seakan tak percaya
“Suaminya gemar bermain judi,belum lagi sifat mabuk-mabukannya yang semakin memperparah keadaan keluarganya.Suaminya pun dengan teganya menjual harga diri istrinya untuk kepentingan bisnisnya.Baginya kehadiran sang istri hanya untuk memperlancar usahanya”
Vino semakin tenggelam dalam ketidakpercayaannya
“Suaminya telah meninggal 2 tahun yang lalu,meninggalkan hutang-hutang yang menumpuk kepada dirinya.Kini ia hanya tinggal di rumah yang kecil,rumah yang hanya beralaskan tanah dan beratapakan seng saja.Semua keluarga yang dikenalnya pun kini telah menjauhinya,mereka sudah membuang jauh dirinya dan menganggapnya seperti sampah yang bahkan tak pantas untuk dianggap”Lanjut bapak itu lagi
“Lalu kenapa ia bisa bertahan pak??apa ia tak menyerah terhadap hidup yang dijalaninya sekarang??Apa ia tak pernah menangisi apa yang terjadi dengan dirinya??Kenapa ia begitu kuat dalam menghadapi kegilaan yang menyelimuti dirinya”Tanya Vino yang masih penasaran dengan segala keingintahuannya.
Hening sejenak.
Hanya helaan nafas berat yang mengeluh keluar sebagai jawaban.
Belum sempat bapak itu membalas,terdengar teriakan dari arah belakang tempat mereka berdiri
“Ibuuuuuuuuuuuuuuuu………………….”Demikian suara dari arah belakang mereka.Lalu tampak 2 orang anak kecil berlari menuju ke arah wanita itu.Begitu kedua anak itu mendekat,ia segera membuka kedua tangannya dan dengan segera memeluk keduanya.
Ia membelai keduanya dengan penuh kasih sayang.
Hanya sebuah tawa dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka.Wanita itu tampak begitu menyayangi keduanya.
“Apa masih perlu saya jelaskan alasannya”Tanya sang bapak kepada Vino.
Hening..!!!
Tak ada jawaban dari mulut Vino
Hanya sebuah lelehan air mata berbingkai senyum yang keluar dari mulutnya.



Kata Untuk Dunia - Nandar Awaludin



Crunchy : “Hebat bukan ibu itu..ibu tak pernah menganggap salah kehadiran anaknya..ibu juga tak pernah mengeluh akan kehadiran anaknya..ibu pun pasti selalu berdoa yang terbaik untuk anaknya..Di kala kita sedih ibu pasti selalu datang menguatkan,Di kala kita kehilangan pegangan,ibu selalu datang memberi sandaran.Apa pernah sekalipun dalam hidup ibu mengingkari kehadiran anaknya??
Sesulit apapun keadaannya..Seberat apapun kondisinya..Ibu selalu ada dengan kasih sayangnya”


LOVE U MOM

0 komentar:

Posting Komentar