Selasa, 09 Desember 2014

Anonim - Rasa (Rasanya)


1.       Kamu menanyakan alasan,aku mengatakan kehilangan. Perasaan kita memang berbeda ya.
2.      Ngga ada yang salah dengan perasaan kita. Yang menjadi beda hanyalah ikatan yang kamu miliki. Selebihnya hanya stigma. Kita hanya teman kan?
3.      Memang tidak mudah yah buat melupakan. Apalagi tentang kamu. Kadang aku sampai lupa,akan ikatan di jari manismu.


4.      Kamu tahu tujuanku. Sudah kukatakan sejujurnya kepadamu.Terbuka,apa adanya. Tapi mengapa masih bertanya.
5.      Kita memulainya lewat ikatan persahabatan. Menjalaninya dengan perasaan. Ketika berpisah,apa harus aku mulai perasaan baru terhadapmu. meMUSUHimu. Ngga kan.
6.      Waktu cepat yah. Rasanya baru kemarin aku bertemu denganmu,rasanya baru kemarin aku menggenggam tanganmu. Dan rasanya baru kemarin,aku tersenyum mendengar kabar pernikahanmu.
7.      Kamu tanya perasaanku. Hem seperti mau menyebrang lewati rel kereta api saja. Tahu bahwa kereta akan lewat,tapi aku tetap saja menyebrang. Seperti itu saja.
8.     Kamu seperti hujan di Jakarta. Seberapapun besarnya saluran air yang dibuat. Tetap saja masih ada genangan yang tercipta. Bukan genangan air namun rindu.
9.      Melepasmu. Tidak akan aku lakukan. Aku akan tetap memikirkanmu. Meski engkau tak mau lagi bersamaku. Walaupun engkau katakan ingin pergi. Aku akan tetap memilikimu. Meski aku hanya mendekap kenanganmu.

Kramat Jati 9 Desember 2014
 

1 komentar: