Kamis, 29 Januari 2015

#mountpedia : Tips Memilih Trip (Paket Travelling)



weheartit.com


Belakangan, kita dengan mudahnya menemukan sebuah paket trip. Entah sebuah trip perjalanan menikmati pemandangan yang berada di atas daratan atau pun menikmati pemandangan yang berada di lautan.
Yah bisa dibilang, sejak 2 tahun belakangan ini, pengadaan trip mengalami peningkatan yang cukup pesat, baik itu sekedar event resmi maupun yang hanya sekedar mencari teman jalan bareng. Hal yang baik, mengingat besarnya potensi wisata di Indonesia. Dan semoga kedepannya pariwisata kita dapat tumbuh menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Nah berikut ada beberapa tips dalam memilih sebuah trip, ini bisa kalian jadikan sebagai bahan masukan :


1.     ESTIMASI BIAYA
Murah bukan jaminan, mahal juga belum tentu menentukan kenyamanan. Pada poin ini, ada baiknya anda melakukan riset terlebih dahulu. Lakukanlah berbagai perbandingan, berapa harga jika anda pergi ngetrip sendiri, lalu jika harganya agak mahal, carilah ALASAN kenapa trip itu menjadi berbeda dan kelebihannya. Lalu cari juga perbandingan harga antar trip dengan tujuan yang sama.

2.     WAKTU
Berikut adalah jadwal trip pilihan favorit orang Indonesia pada umumnya yaitu saat libur hari raya idul fitri, liburan natal dan tahun baru juga tanggal merah yang terjepit. Itu adalah momen dimana kemacetan akan berpindah dari kota ke jalur pendakian,pantai atau tempat wisata lain. Jika pada tanggal tersebut anda masih mengeluhkan kepadatan, bukanlah hal yang tepat. Namun ada hal untuk mensiasatinya, yaitu pada pemilihan hari. Usahakan jangan memilih trip yang jadwal perjalanannya berbenturan dengan banyak trip lain. Pilihlah trip yang tanggalnya tidak bersamaan, meski hanya sehari atau 2 hari (contoh : jika banyak trip terjadi pada tanggal 12, maka pilihlah tanggal 11 atau 13). Alasannya?? Simple, setidaknya kalian tidak akan terlalu mengalami kepadatan yang teramat sangat (terutama pada trip pendakian yang mulai akrab dengan kata macet ketika mendaki ke puncak). Mereka naik kalian turun,kalian turun mereka naik, yah logika sederhananya seperti itu.
Waktu terbaik untuk berpetualang (kalo kata orang bule “high season”) adalah bulan Mei hingga Agustus, dimana pada saat itu kebanyakan wilayah di Indonesia sedang memasuki musim kemarau. Jadi intensitas terjadinya badai juga mengecil. Di banyak gunung pun edelweiss sedang merekah dengan indahnya. Di gunung semeru,  adalah waktu terbaik untuk melihat “si ungu” Verbena Brasilinensis Vel di oro-oro ombo.  Waktu yang baik pula untuk menikmati keindahan di pulau Lombok dan Bali. Namun seandainya kalian tetap melakukan trip pada “bad season” (yang menurut penulis adalah november hingga maret), persiapkanlah diri kalian dengan baik. Sebab persentase kemungkinan bertemu cuaca buruk jauh lebih tinggi. Itu adalah RESIKO yang harus kalian hadapi.

3.     FASILITAS
Poin ini menitikberatkan pada apa yang akan kalian dapatkan jika berani membayar lebih. Ibarat transaksi jual beli, kalian adalah seorang pembeli. Jadi pilihlah bukan hanya yang bisa menyalurkan hasrat kalian untuk bepergian, tapi juga bisa memberikan kalian sebuah kepuasan. Dan bukankah sudah tugas dari seorang pembeli untuk memahami barang yang akan dibelinya. So be smart fellas !!

4.     SUSUNAN RUNDOWN / ITINERARY
Ini adalah salah satu poin terpenting yang sering dilupakan. Memang bukan sesuatu yang harus dilakukan tepat waktu, sesuai dengan susunannya, karena ketika di perjalanan, banyak faktor yang bisa menghambat, seperti fisik atau cuaca buruk. Pentingnya poin ini adalah kalian bisa jadikan gambaran tentang tempat kalian berada pada susunan tanggal dalam rundown. Ribet yah bahasanya hahaha !!
Simplenya kalian tahu pada tanggal sekian kalian berada dimana, “gue pada tanggal 11, persiapan dari pos 2 ke plawangan”. Ini juga bisa dijadikan acuan untuk persiapan bagi diri sendiri dan tim dalam hal mental,fisik atau untuk saling berkoordinasi tentang kebutuhan dalam perjalanan nantinya.


5.     PENGALAMAN
Dalam kehidupan, salah satu hal yang paling membentuk kita adalah sebuah pengalaman. Yah poin ini sebenarnya lebih mengingatkan lagi kepada awal mula perjalanan buat ngetrip, pengalaman ketika semua hal dimuat-muatin dalam tas, padahal banyak yang ngga perlu. Nah jika kalian mencari kenyamanan lebih dan sedikit faktor human error, faktor ini bisa jadi pertimbangan. Biasanya yang sudah berpengalaman akan lebih komunikatif kepada pesertanya, memberikan banyak opsi, dan sudah memiliki persiapan untuk segala hal, bahkan jika pendakian tidak memenuhi susunan rundown dan mengalami kejadian buruk. Jadi sebelum memilih,ngga ada salahnya juga kok buat melihat track recordnya.

Lalu pilihlah trip perjalanan massal yang tidak terlalu massal. Yah ini pendapat saya pribadi saya aja yah. Namun jujur saja, belakangan yang membuat agak khawatir untuk pengadaan sebuah trip adalah tidak adanya pembatasan orang. Okelah kalau 30-50 orang, tapi kalau sudah menyentuh angka ratusan. Yah agak wow juga, itu trip apa sunatan massal. Taruhan dengan saya, penyedia jasa trip pun belum tentu mengenal semua orang dalam perjalanan tripnya, jika yang ikut ada ratusan.
Tapi memang itu hak setiap orang/penyedia jasa trip juga sih, karena biar bagaimanapun tujuan dasarnya memang mencari keuntungan.
Hanya saja dari saya pribadi agak kurang berkenan dengan itu. Komersil boleh saja, tapi kalau karena itu tujuan dasar untuk membantu memudahkan dan memurahkan itu menjadi hilang?
Nah ini juga penting sob, usahakanlah banyak bertanya sebelum menentukan keputusan. Lalu ketika keputusan sudah dibuat, persiapkanlah segala kebutuhan dan persiapan perjalanan dengan matang, baik bagi diri sendiri maupun dengan rekan seperjalanan. Selalu hidupkan komunikasi. Dan ingatlah, bagaimanapun keindahan panorama yang disajikan, perjalanan yang anda lakukan menuju alam liar.
Okelah itu beberapa saran dari saya. Mohon maaf jika ada pihak yang merasa tersanjung atau tersinggung karena tulisan ini. Karena tulisan ini tidak dibuat dengan maksud tersebut.
Nah jika ada yang kurang sreg dan merasa kalau tipsnya ada yang kurang mohon ditambahkan yah, namun jika berlebih mohon diamalkan saja kepada yang lain.
Salam kriuk kriuk selalu !!

Kramat Jati, 28 Januari 2015

Penulis adalah tukang tulis kambuhan, traveller paruh waktu dan pendaki outsourching.

0 komentar:

Posting Komentar