Jumat, 02 Januari 2015

Like A Wind Blow, Like A Love Grow, Like A Goodbye Flow, Like A Life Change





Like A Wind Blow :
2014 berlalu seperti angin, yah setidaknya itulah yang saya rasakan. Tahun ini saya seakan melewatkan begitu banyak momen. Tahun yang kurang meninggalkan kesan buat saya pribadi. Mungkin karena segalanya terlampau lebih, sehingga takaran rasa yang didapat menjadi kurang. Menjadi hambar.  Dan jujur saja, kurang dapat dinikmati.

-_-

Well beberapa hari ini ada tulisan yang selalu saya baca, tulisan saya sendiri yang dibuat tahun  2013,  tulisan tersebut adalah “Amazing 2013 Waiting 2014” link tulisannya --> http://awaludinnandar.blogspot.com/2013/12/amazing-2013-dan-mimpi-untuk-indonesia.html

Yah intinya saya menulis beberapa harapan pada saat itu, diantaranya menyelesaikan project menulis, project Indonesia Satu dan pendakian juga perjalanan ke beberapa tempat.

“2014 akan segera datang,untuk pribadi saya berharap semoga dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dapat melanjutkan kuliah dan bekerja. Dari sisi pendaki, walau hasrat tak lagi sekuat dulu namun saya masih ingin melakukan banyak pendakian. Argopuro, Tambora, Latimojong, Raung, Binaiya dan Cartenz adalah tempat yang sangat ingin saya tuju.
Sebagai seorang traveller yang menyukai sejarah, saya sangat ingin pergi ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat taman Pancasila. Lalu pergi ke museum Tsunami di Aceh dan berkunjung ke ujung barat Indonesia yaitu Pulau Sabang. ”
Seperti itulah kalimat dari tulisan tersebut, beberapa hal dapat tercapai namun banyak hal yang belum.
Saya belum berubah menjadi pribadi yang lebih baik, masih sering cuek dan dingin terhadap sekitar. Lalu belum dapat melanjutkan kuliah dan mendapatkan pekerjaan tetap.
Untuk pendakian, saya belum dapat menyapa gunung-gunung yang saya sebutkan di atas. Akan tetapi jujur saja, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Bagi saya itu bukan hal besar yang harus dijadikan target, sebuah keharusan. Akan saya biarkan berjalan seperti yang digariskan yang kuasa.
Namun justru hal yang ditulis setengah hatilah yang tercapai. Dua harapan yang saya tulis pada kalimat terakhir dapat tercapai.
Saya dengan anehnya dapat pergi ke kedua tempat tersebut. Kedua tempat bernama Museum Tsunami Aceh dan Pulau Sabang. Dua tempat tersebut bisa saya kunjungi hanya karena garis takdir bernama pekerjaan. Yuph,selama lebih dari 2 bulan, saya mendapatkan pekerjaan di Pulau Sabang.

-__-

Like A Love Grow :
2014 juga memberikan begitu banyak rasa didalamnya. Bisa dikatakan ini tahun penuh cinta bagi saya, walau beberapa diantaranya harus berakhir pahit namun saya mensyukuri setiap perjalanannya.
Bagaimanapun kisah itu berakhir, jangan sampai terselip keraguan. Berikan saja doa kebaikan, itu jauh lebih baik ketimbang sebuah ratapan.
Mereka adalah wanita-wanita baik yang pernah saya temui. Sekalipun beberapa dari mereka menjauh atau dijauhi, tentu saja memiliki sebuah alasan. Kisah tentang mereka sedikit banyaknya nanti akan saya ceritakan di “Tentang Mereka, Wanita”.
Saya mendapatkan banyak pelajaran dalam kisah dengan mereka dan di tahun 2015 nanti, saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar seseorang yang bersama saya nantinya merasa lebih nyaman bersama saya.
Bertumbuh menjadi seseorang yang mencintai dengan lebih, dalam kata dan perbuatan.

-___-

Like A Goodbye Flow :
2014 juga memberikan banyak perpisahan bagi saya. Yah perpisahan disini lebih banyaknya sih dalam arti jarang bertemu. Yuph karena sudah lulus kuliah, saya menjadi jarang sekali bertemu dengan teman-teman dari Kopi Tubruk 31. Orang-orang gokil yang selama 3 tahun terakhir begitu setia menemani keseharian.
Ga ada lagi ngopi bareng di sungai belakang kampus, ga ada lagi acara touring bareng tiap akhir semester, ga ada lagi ribut-ribut karena tugas.
Yah tapi itu merupakan salah salah satu konsekuensi perjalanan hidup. Roda perputaran kehidupan yang tidak bisa kita hentikan.
Perpisahan dengan teman yang pindah keluar kota, perpisahan dengan kerabat dan tetangga, yang wafat.
Begitu banyak hal yang akan saya rindukan di 2015 nanti.
Untuk beberapa hal, saya juga seakan berjanji kepada diri saya sendiri untuk menguranginya. Dan untuk beberapa hal, berusaha untuk mengubahnya.
Saya akan tetap naik gunung, namun tidak akan naik dalam rombongan besar. Untuk event pendakian pun, bisa jadi saya tidak akan terlalu banyak mengikutinya. Kecuali permohonan itu datang dari orang yang sangat saya hormati.
Untuk urusan mendaki saya sebenarnya ga mau terlalu banyak berjanji, karena agak sulit juga hahahaha!!
Karena ini hal yang saya sukai dan juga teman-teman terbaik saya berasal dari hobi ini. Kalaupun belum sepenuhnya bisa melaksanakannya, setidaknya saya akan berusaha untuk menguranginya. Tidak lagi segila tahun 2012 hingga 2014 ini.
Ah 2015 nanti, semoga saya bisa melakukan pendakian solo atau menjadi solo traveler. Saya menyukai keramaian, tapi ada kalanya saya sangat ingin sendiri.

“Ada saatnya dalam hidupmu,  engkau ingin sendiri saja bersama angin. Menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata – Bung Karno, 1933”

Saya adalah tipikal manusia yang masih terpengaruh mood. Kalau lagi ingin sendiri, saya pasti akan menyepi. Semua komunikasi pasti terputus. Ga peduli orang tua,pacar,saudara,teman  atau seorang presiden pun, pasti akan saya acuhkan. Egois memang, tapi ya itulah saya. Untuk hal ini, mungkin hanya nyokap yang paling ngertiin. Tapi sesendiri apapun, bersama jauh lebih baik kok.
“Sendiri memang baik, namun bersama jauh lebih menarik.”

Like A Life Change
2015 sudah di depan mata. Banyak harapan yang ingin saya tuliskan, namun secara keseluruhan, pada tahun 2015 nanti saya ingin menjadi manusia yang lebih berusaha lagi. Lebih bersemangat lagi.
2015 juga meneruskan harapan-harapan yang masih tertinggal di tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, bisa menjadi pribadi yang lebih memperjuangkan sesuatu hal yang diimpikan. Dan segala sesuatu yang dijalani menjadi lebih mapan. Mapan dalam berhubungan,mapan dalam karir.
Dapat meneruskan perjalanan berbagi kepada sesama dalam gerakan “1 pendaki/pejalan 1 buku”. Dapat lebih banyak menulis dan berlalu meninggalkan segala hal tentangnya.
Semoga saja, hidup dapat membawa saya ke arah yang lebih menantang,lebih berbahaya. Dan semoga saya diberikan kekuatan, untuk melewatinya.
Amin !!!
2014 telah berlalu.
Like a wind blow, you can feel the presence, but you can’t stop for loving.
Like a love grow, you can feel your heart beating, but you can’t stop the feeling.
Like a goodbye flow, you can feel the sadness, but can’t stop for walking.
Like a life change, you can feel the difference, but can’t stop for learning.

LIFE is look a like, can blow, can grow, can flow. Life certainly meet the end. But how far and how close we can interpret it. It depends on what we do now.
So don’t stop the feeling, loving that moment. Even when your heart feel heartbreaking, don’t stop for walking. That’s only one way for you to learning. About this LIFE.


Kramat Jati, 1 Januari 2015

0 komentar:

Posting Komentar