Sabtu, 12 November 2011

Cinta Kita


(Gue Bebas)

Ma . . . malam minggu datang lagi
Malam yang bosan lagi
Malam minggu
Ma . . . malam minggu datang lagi
Malam minggu yang sepi
Malam ini sendiri



“Mannnnnnnnn……….Jangan kenceng kenceng nyetel musiknye!!!”

Firman tak mendengar teriakan ibunya,ia masih tetap asik mendengarkan musik di dalam kamar abangnya.

“Buukkkk….” Terkejut Firman bukan kepalang ketika ada yang menepuk pundaknya dari belakang.

“Ahhh..emak,gangguin aye aje” Ujar Firman begitu melihat siapa orang yang menepuk pundaknya.
“Lah abisan lo emak panggil kaga nyaut nyaut, dengerinn musik ampe satu kampung bisa denger” Tukas Ibunya singkat.

“Yaelah mak,sepele banget seh” Jawab Firman sekenanya

“Sepele sepele,bapak lo peyang !!! Yaudah mending lo mandi sono,dari pulang kuliah ngejogrog aja kerjaannya di dalam kamar”
“Ogah ah,masih sore” Jawab Firman sembari merebahkan dirinya lagi di kasur abangnya.
“Sore pegimane, Udah mau magrib juga”
“Yaudah bentaran,nanggung banget neh mak”
“Etdah neh bocah,susah banget dibilanginnya !!udah perjaka males banget ngurus diri,gimana anak perempuan pada mau nyantol”
Firman tak mengindahkan perkataan Ibunya, ia malah menarik bantal dan menyembunyikan wajahnya disana.
Melihat tingkah laku anaknya itu,sang ibu Cuma bisa geleng geleng kepala.
“Bener bener nurunin sifat babehnya banget neh anak” Gumamnya dalam hati.


Ia lalu pergi ke luar kamar dan kembali dengan membawa sebuah gayung di tangannya. Perlahan ia cipratkan air yang berada di dalam gayung itu ke arah badan Firman.
“Apaan neh….” Teriak Firman ketika merasakan cipratan di sekujur tubuhnya. Amarah yang hendak diluapkannya seketika meredam ketika melihat siapa orang yang telah menyiramnya.
“Eh..emak..hehe” Ujar Firman pelan
Emaknya tak menjawab,tapi wajahnya menyiratkan sejuta amarah. Amarah yang siap meletus memancarkan lahar panasnya.
Dan…..
“Lo mandi ga,kalo kaga emak seblok neh lo ntar pake aer”
 Seketika amarah itu pun meletus,menggelegar di dalam ruangan kamar. Firman tak lagi menjawab,ia hanya bisa lari menghindari kemarahan Ibunya itu.

(Yang Manis)

Hari itu Firman disuruh menemani adiknya Yulia untuk mengantarkan geplak,wajik dan dodol pesanan saudara Ibunya yang akan mengadakan acara pernikahan.Mereka berjalan kaki kesana karena letak rumah saudaranya memang tak begitu jauh dari tempat tinggal Firman.
“Anuunnn…”Tiba tiba seseorang memanggil Yulia dari belakang. Anun adalah panggilan akrabnya di keluarga dan teman temannya.
“Eh..elo Rum,gue kira siape!!” Jawab Yulia singkat begitu mengetahui siapa yang menyapanya.Itu adalah Arum,teman sepermainan Yulia sejak kecil.
“Hehe..eh gimana hari minggu besok??jadi pergi ga??”Tanya Arum.
“Lah jadi dong,Diana juga udeh gue bilangin kemaren”
“Asekk..” Teriak Arum kesenangan. Minggu nanti dia,Yulia dan Diana (saudara dari Yulia) berjanji untuk pergi ke Dufan.
“Ehemm..ehem..gue kaga disapa neh rum??” Firman yang merasa tak dianggap jadi gondok sendiri dibuatnya.
“Hehe..maaf bang Firman” Ujar Arum yang mengerti dengan arti deheman dari Firman.
“Apa kabar Rum??dah lama banget dah ga maen ke rumah” Tanya Firman
“Di rumah aja kok bang” Jawabnya singkat
Firman memang mengenal baik Arum,selain karena rumah mereka yang tak terlalu jauh,sewaktu kecil Arum juga sering mampir ke rumahnya untuk bermain dengan Anun.
Tapi yang Firman selalu ingat bahwa Arum adalah anak yang berbadan gemuk,berkulit gelap dan cenderung bawel. Berbeda sekali dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Arum terlihat jauh lebih putih,badannya pun kini lebih langsing. Kebawelan yang dulu selalu ditunjukkan perlahan memudar karena pertumbuhan usianya.
Arum menjadi orang yang lebih kalem.
Firman yang memang sudah lama tak melihatnya jadi pangling sendiri. Ia hanya bisa terdiam mempertanyakan kebenaran di depan matanya.

“Wooiii…kedipin tuh mata..hahaha” Teriak Anun di depan kuping abangnya yang dengan segera membuyarkan lamunan Firman.
“Etdah li,ga boleh liat orang seneng napa lo” Ujar Firman sembari mengusap usap dadanya karena terkejut, gondok hatinya terhadap tingkah laku adiknya itu.
“Hehehe..lagian lo bang,konsen banget liatin si Arum!! Awas lo ntar suka lagi..hahaha” Gurau Anun meledek abangnya. Firman hanya terdiam sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
“Cantik yah Bang?? Tapi awas tuh bang,si Arum udah ada yang punya..hehe” Ledek Anun lagi. Ia terus meledek tingkah laku abangnya yang mulai salah tingkah itu.
Arum yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa dibuat diam mendengarnya.
“Hahh..jamblang,ngeledek mulu kerjaannya !! yaud yuk jalan ,berat 
banget neh li” Ujar Firman seraya memberikan isyarat terhadap barang barang yang dibawanya.
“Yaudah Nun, gue juga pamit duluan ye” Ujar Arum seraya berlalu meninggalkan mereka berdua.
Firman dan Anun pun melanjutkan perjalanannya. Di jalan Anun masih setia meledek abangnya itu.
“Si Arum cakep yah bang??” Tanya Anun kepada abangnya.
“Hahh..maksud lo??” Firman pura pura tak mengerti dengan maksud adiknya itu.
“Yaelah..masih kaku aja lo bang..hahaha”
Firman hanya tersenyum mendengar ledekan adiknya itu. Memang seperti ada getaran aneh ketika ia melihat Arum. Belum lagi ketika ia melihat senyum dari Arum.
Berdebar hatinya tak menentu.
Tapi seperti sebelum sebelumnya,Firman hanya berusaha mengindahkannya. Bagi dirinya, mungkin itu hanyalah sesuatu yang dirasa manis sesaat olehnya.


Tersenyumlah
Andai kau sadar senyummu itu indah
Tertawalah
Andai kau tau tawamu memecah suasana

Bicaralah
Biar ku tau apa isi hatimu
Ungkapkanlah
Biar kita bisa bertukar pikiran

Jangan mencoba jadi bidadari
Kau gak perlu sempurna
Kau gak perlu berubah
Gak ada yang sempurna
Hanya senyumanmu yang kubutuhkan...
Yang manis

Mendekatlah
Jangan membuat jarak dengan diriku
Bebaskanlah
Tak usah kau jaga semua kelakuanmu

Bisikkanlah
Andai kau malu untuk berbagi rasa
Ucapkanlah
Tak usah merangkai kata-kata yang indah
Jangan mencoba jadi bidadari....yeah....
Kau gak perlu sempurna
Kau gak perlu berubah
Gak ada yang sempurna
Hanya senyumanmu yang kubutuhkan... yang manis
Yang manis....


To Be Continued

Crunchbreak : Ini adalah Cerita musikal, semua inspirasi dalam cerita  ini berasal dari salah satu band favorit saya yaitu Slank.
Entah itu judul,jalan cerita,dan pastinya lagu lagu (yang ditulis miring berwarna merah).
Sebenarnya ide ini udah saya dapetin dari setahun yang lalu.
Tapi
Ahhh..entahlah saya tak tahu kenapa baru saya tulis lagi sekarang.
Jujur aja untuk cerita lanjutannya belum saya tulis..haha
Padahal ide itu terus mengalir di dalam kepala saya,bahkan untuk endingnya aja saya sudah ada di pikiran saya sejak setahun yang lalu. ^^
Saya tak tahu bagaimana cerita ini akan berjalan karena memang saya belum menulisnya.
Seperti salah satu judul lagu Slank "Entah Jadi Apa"
Yuph,karena entah bagaimana saya menuliskan cerita ini kedepannya.


Kramat Jati 11-11-2011

0 komentar:

Posting Komentar