Minggu, 18 September 2011

Nurdinopoli

Tau CALCIOPOLI  ga??Bagi pecinta sepakbola khususnya pecinta Serie A/Liga italia pasti pernah mendengar kata ini.
Calciopoli atau Moggiopoli (mengacu kepada nama tersangka utama yaitu Luciano Moggi) adalah skandal pengaturan skor pertandingan dalam liga sepakbola italia yang  dibuka pada Mei 2006 oleh polisi Italia, melibatkan juara liga Juventus, dan klub-klub terkemuka lainnya seperti  A.C. Milan, Fiorentina, dan Lazio. Mereka dituduh mengatur permainan dengan memilih wasit tertentu, dan beberapa pemain dituduh memperjudikan pertandingan sepak bola secara ilegal.
Penyelidikan ini mencakup tuduhan pengaturan skor oleh beberapa klub terkenal, termasuk Juventus, A.C. Milan, Fiorentina, dan Lazio. Keempat klub yang sedang diselidiki ini adalah klub asal dari 13 pemain Italia dalam Piala Dunia FIFA 2006. Skandal ini pertama ditemukan karena penyelidikan doping di Juventus, di mana beberapa alat penyadap dipasang. Transkrip pembicaraan telepon diterbitkan di surat-surat kabar Italia,di antaranya adalah pembicaraan manajer umum Juventus, Luciano Moggi pada musim pertandingan 2004-05 mengenai pengaturan pertandingan, perjudian, dan pemalsuan catatan keuangan. Moggi sendiri kemudian diberi sanksi dilarang aktif di persepak bolaan selama lima tahun.
Yuph itulah sekedar kata kata yang gw tau tentang calciopoli (dari wikipedia juga sebenarnya..hehe).
Terus Nurdinopoli tuh apa??
Nurdinopoli mengacu kepada nama ketua PSSI kita Nurdin Halid.Ketua PSSI yang (ngakunya)tak pernah gagal.
Apa hubungannya Moggiopoli dengan Nurdinopoli??kalo dari perspektif gw seh banyak banget,dan sebenarnya ga terlalu beda jauh.Hanya saja jika Moggiopoli sudah dihentikan dan para pelakunya sudah ketahuan dan diberikan hukuman,maka lain halnya dengan Nurdinopoli.

-_-

Kita semua tahulah bagaimana penegakan hukum di negara ini,asal ada duit aparat setinggi apapun bisa ditawar(bahkan yang tertinggi sekalipun).Yah bukan berarti semuanya jelek seh,hanya saja dan jujur saja sebenarnya kejujuran di aparat hukum negara ini tuh sudah mendekati titik nadir.
Anyway kembali ke Puang (panggilan untuk Nurdin dalam bahasa makasar),jujur aja pas awal dia menjabat gw benar-benar excited banget dengan janji-janjinya untuk memajukan sepakbola negeri ini.
Puang seperti memberikan angin segar di wajah persepakbolaan Indonesia yang seperti  jalan di tempat.
Yah walaupun pada akhirnya kita semua tahulah gimana jalannya, semuanya kini  tinggal janji dan harapan kosong belaka.
Apalagi kita semua tahu dalam perjalanan kepemimpinannya Nurdin juga pernah dipenjara karena kasus korupsi minyak goreng.
God..mungkin Cuma di Indonesia aja kali yah yang institusi di negaranya bisa dipimpin oleh mantan napi (korupsi).
Saat dipilih kembali Nurdin berkelit bahwa  ia dipenjara karena kasus di luar institusi yang dipimpinnya kala itu (dalam hal ini ya PSSI),dan dia bilang ga ada kaitannya sama sekali ma PSSI (plis deh korupsi is number 1 in this country)
Gila yah !!
Bahkan seorang Sepp Blatter (Pemimpin FIFA) dibuat mati kutu ma Nurdin.
Sok tau banget lo dar??
Bukan sok tahu tapi inilah kenyataannya.
Kalo mau Blatter pasti bisa mengusir Nurdin dari tahtanya sekarang,yaiyalah dia kan pemimpin tertinggi dari konstitusi persepakbolaan di bumi ini.
Tapi sayangnya Blatter tidak punya kemaluan eh keberanian untuk itu.
Jujur aja dalam hal ini bukan salah Blatter juga seh tapi lebih kepada kehebatan dari Nurdin aja untuk berkelit.
Loh kok bisa??
Jelas bisa,Nurdin dengan hebatnya memanfaatkan kehebatan dari Blatter sendiri yaitu “JANGAN MENCAMPUR SEPAKBOLA DENGAN POLITIK”
Yuph patut diingat bahwa Blatter sangat membenci jika sepakbola yang dipimpinnya dicampur aduk dengan politik.
Ga percaya??coba aja lihat nasib timnas Brunei Darussalam,Peru atau Samoa yang kini dibekukan dari kancah persepakbolaan karena campur tangan dari pemerintahan negaranya.
Yuph Nurdin dengan sukses memanfaatkan celah itu,dan seperti mengatakan kepada Blatter “The business is out from football Sir”
Hebat bukan Pemimpin kita ini,seorang Blatter aja sampai tidak mampu berbuat apa-apa.
Tapi kalo boleh jujur,FIFA juga sebenarnya ga jauh dari politik
Maksudnya apa ndar??
Bukankah udah jelas dari pemilihan Rusia dan Qatar kemarin sebagai Tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 kemarin (yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai kemenangan negara minyak).Bukankah sudah jelas ada yang aneh dari pemilihan keduanya??
Rusia..dari segi apapun Rusia jelas kalah dengan calon tuan rumah lainnya seperti Inggris,Belanda,USA,Spanyol dan Portugal atau Belgia.
Lalu mengapa Rusia bisa menang??sory its just my opinion yah,THEY WIN BECAUSE MONEY.Yuph,Rusia adalah salah satu penyandang dana terbesar buat FIFA.
Tapi faktor yang lebih dari itu adalah kemampuan Tim Bidding Rusia untuk melobi negara lain untuk memilih Negaranya.
Yah sesuatu yang tak dimiliki negara lain semisal Inggris yang hanya mengandalkan David Beckham seorang.
Tapi yang lebih menggelikan lagi adalah terpilihnya Qatar.
Kenapa??
Pertama dari sisi apapun Qatar pasti kalah dengan negara pesaingnya semisal Jepang,Korea Selatan,Australia,Indonesia (yang sayangnya batal ngikut karena Pemerintahnya pengecut)atau Meksiko.
Plis deh,tau ga cuaca Qatar pas bulan Juni-Juli bulan dimana Piala Dunia diadakan??yang jelas panas banget karena selain mereka Negara Gurun,pada saat itu Qatar juga mengalami musim panas.
Wow..ga kebayang kan panasnya.
Lagipula gw sungguh ga terbayang gimana rakyat Qatar yang rata rata muslim menyambut Piala Dunia.
Maksudnya apa dar??
Yuph patut kita ketahui dan pahami bersama,event Piala Dunia sekarang ini bukan hanya mengenai sepakbola semata.Piala Dunia ibarat sebuah waralaba besar untuk meraih keuntungan.
Ga percaya??coba aja tanya FIFA berapa keuntungan mereka pas Piala Dunia 2010  kemarin.Mulai dari hak siar,sponsor dan segala tetek bengek lainnya.Atau ga tanya aja sama tuan rumah Piala Dunianya yaitu Afrika Selatan.
Berapa keuntungan yang mereka raih dari kunjungan mendadak jutaan wisman (wisatawan mancanegara) yang datang melihat Piala Dunia.Nah yang gw khawatirkan terjadi di Qatar ada 3 hal,yang pertama tentu aja Miras.
Yuph minuman keras adalah hal wajib di setiap event Piala Dunia,bahkan mereka adalah salah satu sponsor terbesar.Yang kedua adalah wisman itu sendiri??yuph patut diingat kebanyakan pelancong mancanegara rata rata berpikiran sangat bebas.
Saking bebasnya mereka lebih sering memakai baju yang bisa dibilang buat ciut Pak Haji eh nyali maksud saya.
Ga kebayang kan gimana muslim di Qatar menerima kehadiran bikini di jalan jalan??yang jelas seh bakal sering keluar dan terdengar kata astagfirullahalazim pas event Piala Dunia besok.
Nah yang ketiga adalah hal yang mungkin paling sulit dihindari,karena pada setiap event Piala Dunia pasti jadi salah satu bisnis yang diminati wisman.
Apakah itu??hal itu tak lain adalah bisnis (maaf) Pelacuran.
God gw sungguh ga kebayang gimana rakyat Qatar menanggapinya nanti??satu hal seh udah pasti ditolak,tapi percayalah bahwa mafia bukan milik Indonesia seorang.Percayalah bahwa di dunia ini masih ada mafia di atas mafia yang akan mengusahakan segalanya atas nama uang.
Okeh lalu kenapa mereka bisa menang dar??pertama karena kemampuan tim Biddingnya untuk melobi negara lain untuk memilihnya.Bahkan ada kecurigaan dari Negara tertentu bahwa Qatar menyogok Negara lain untuk memilihnya.
Yang kedua karena the power of money,yuph kita ga bisa bohong bukan bahwa Qatar adalah Negara yang makmur.
Dan yang ketiga dan paling menggelikan adalah ketakutan dari Blatter sendiri??Yuph perlu anda ketahui semua bahwa sebentar lagi ada pemilihan Ketua umum FIFA.Dan perlu anda ketahui bersama bahwa selain Blatter (lagi)yang mencalonkan diri,Cuma ada satu calon yang berani maju melawannya.
Siapa dia??dia adalah Mohammad bin hammam,saat ini dia adalah ketua AFC (Asean Football Federation/ketua sepakbola Asia).
Dan yang perlu anda ketahui semua bahwa Mohammad Bin Hammam adalah orang Qatar.
Menggelikan bukan..^_^
Bukankah secara ga langsung Blatter seakan ingin menyatakan ia takut dengan pencalonan  Bin Hammam.

 -__-

Now back to PSSI,sebenarnya apa seh yang salah dengan institusi yang satu ini??Sistem organisasi sudah terstruktur dengan baik,kompetisi pun sudah dimiliki,sarana dan prasarana pun walau belum cukup baik sudah dipunyai.
Lalu apa yang salah??
Kalo dari perspektif gw ada 3 kesalahan paling mendasar dalam tubuh PSSI,

1.TAK PERNAH BELAJAR
PSSI seakan tak pernah belajar dari kesalahan dan kekurangannya,mereka seakan enggan unuk intropeksi dirinya sendiri.Lihat saja dari sistem kompetisi yang kita miliki.Tiap tahun hanya mengandalkan dana APBD,tiap musim kompetisi sering ada keributan baik dari pengurus klub maupun dari suporter,bahkan terkadang lebih sering berganti format kompetisi(dari galatama sampai ISL sekarang ada kali 5x lebih berganti format).
Saya heran bukankah J-League(liga profesional Jepang) meniru format kompetisi dari Negara ini??Tapi mengapa justru mereka sekarang yang lebih baik dan lebih maju.
Dari sarana dan prasarana pun seperti tinggal nunggu rubuhnya saja,tanpa ada perbaikan berarti.
Lalu keadaan itu diperparah dengan sistem pembinaan pemain muda yang seakan mati di tempat.Bukankah sudah terlalu lama kita merindukan sosok seperti (alm) Ronny Patinasarany atau Robby Darwis yang lahir dari pembinaan negeri ini.
Bukankah lebih baik membina anak muda di Negara ini ketimbang hanya mengandalkan proses Naturalisasi.Percayalah jika sistem pembinaan berjalan baik,semuanya juga akan berlangsung baik.
Spanyol tidak  menciptakan skuad juaranya dalam 1 malam,butuh proses yang panjang dan melelahkan untuk itu.Tinggal menunggu kesabaran semua pihak saja dalam prosesnya,menunggu dan bersabar dalam hasil akhirnya.

2.SELALU MERASA PALING BENAR
Yah mungkin ini salah satu sifat terjelek PSSI,selalu merasa benar dan tak mau mengakui kesalahannya.Masih ingat kan Kongres Nasional Sepakbola Indonesia yang diadakan tahun kemarin??acara yang digagas oleh Presiden kita sendiri,Pak SBY.
Acara itu sebenarnya sindiran halus dari Presiden dan semua pecinta sepakbola tanah air agar Nurdin segera turun dari tahtanya.
Tapi apa lacur,acara itu berujung hambar tanpa menghasilkan faedah yang bermanfaat untuk sepakbola negara ini.Nurdin seakan menang telak di kongres itu,sekali lagi ia berhasil memanfaatkan (ketakutan) dari musuh-musuhnya terhadap hal yang akan terjadi jika mereka ikut campur??
Yuph,hal yang sudah pasti berupa pembekuan kegiatan sepakbola dari FIFA.
Bagi yang melawan mungkin nasibnya akan seperti Pak Saleh Mukadar,pengurus dari Persebaya Surabaya.
Memang seh imbasnya ga langsung kepada Pak Saleh tapi lihatlah klub yang dipegangnya.
Persebaya secara aneh terdegradasi dari Divisi Utama kala itu,padahal nilai mereka sudah aman walau agak kritis dan tak berbeda jauh dengan tim yang terdegradasi.
Tapi sekali lagi PSSI menunjukkan kediktatorannya.Persebaya dinyatakan tidak sah menang atas (kalo ga salah) tim Persik Kediri.
Padahal saat itu Persebaya sudah dinyatakan menang WO atas Persik.Saat itu Persik dinyatakan kalah karena gagal menggelar pertandingan.
Tapi sekali lagi PSSI seakan ingin menunjukkan “who is the king in here”,Yuph Persik dianggap belum kalah dan mereka pun diharuskan menggelar ulang pertandingan itu.Dan hasilnya pun sudah bisa ditebak.
PERSIK MENANG,PERSEBAYA PUN TERDEGRADASI.
Pak saleh pun meradang,tapi malah dijatuhkan sangsi oleh PSSI.
Yang parah dan belum lama terjadi adalah ketika habis semifinal kemarin.Semua pasti masih ingat ketika Timnas kita diajak wara wiri ga jelas ke suatu pesantren dan ke tempat Pak Aburizal Bakrie.
Doa itu memang penting,sangat penting.Tapi ga ada salahnya kan jika kita berdoa masing masing tanpa harus mengajak Timnas??bukankah lebih baik mereka berkonsentrasi dulu buat pertandingan final esok.
Dan yang lebih parah adalah safari ke tempat Pak Aburizal Bakrie.Niatnya seh baik buat memberi bonus buat Timnas kita.
Tapi pertanyaannya Cuma satu??apa ga terlalu cepat Pak??bukannya pemberian bonus tidak pada saatnya malah memberi tekanan luar biasa buat Timnas.
Bukankah itu seperti memberi batu besar untuk diletakkan di pundak pemain Timnas.
Kami tahu kok bahwa Pak Aburizal adalah bakal calon Presiden 2014 besok dan saya juga tau kok bahwa Pak nurdin adalah teman baik dan teman satu partai bapak.Hanya suatu halangan ruarr biasa yang bisa mencegah pencalonan Pak Aburizal.Tapi bukankah ga ada salahnya menahan diri untuk kepentingan Timnas sendiri.
Tapi biang kerok dari semuanya tentu aja Nurdin Halid.Emang ga ada matinya neh orang,bahkan seorang Riedl sendiri ga tau dibawa kemana Timnasnya.
Riedl merasa kecolongan oleh ulah Nurdin pada waktu itu,ia mengatakan kepada media bahwa kegiatan itu bukanlah bagian dari programnya.
Yuph,kami tau kok om siapa dalangnya.
Dan sang dalang malah merasa tidak bersalah dan malah mengatakan bahwa Riedl terlalu kaku.
Dan hasilnya pun sudah bisa ditebak “INDONESIA GAGAL DI FINAL”
Ada bermacam opini tentang kekalahan itu.Selain karena hal di atas harus diakui bahwa timnas kita memang masih bermental tempe.
Dan yang paling extreme adalah isu penjualan pertandingan oleh PSSI.Hal itu pertama dibuka oleh surat kaleng Elly Cohen yang menyatakan ada isu penjualan partai final oleh PSSI.
Terlepas dari benar atau tidaknya kini hal ini sedang diselidiki oleh Menegpora,walau saya amat sangat berkeyakinan bahwa hal ini hanya akan mengendap dan cenderung dilupakan.
Yuph itulah sistem birokrasi negara ini
Tapi kalo boleh jujur,jauh sebelum Elly Cohen menulis surat kaleng buat Presiden.Saya dan teman saya juga sempat membahas masalah penjualan pertandingan final itu.
Saat itu tanggal 3 januari,tepat ketika hari pertama selepas liburan kuliah.Saya dan sebagian teman yang lain membahas masalah Final AFF,banyak teman yang berpendapat kita kalah karena masalah mental dan masalah tekhnis lainnya.
Tapi ada satu teman saya yang berpendapat berbeda.Dia mengatakan bahwa pertandingan itu sudah diatur sebelumnya.Ada pihak pihak tertentu yang memang sengaja membuat timnas kelelahan dan kemudian mengatur sebegitu rupa agar timnas kalah.Yah intinya seh ada semacam transaksi untuk final itu.
Saat itu saya belum terlalu percaya dan terlalu yakin akan kata katanya.Asas praduga saya masih terlalu sehat kala itu.
Tapi kini saya kok malah kepikiran terus yah kata katanya.Saya kok malah makin yakin yah dengan kata kata teman saya itu.

3.TAK TERBUKA
Yuph,ga Cuma PSSI tapi inilah salah satu sifat jelek dari semua Institusi di Negara ini.Semua seakan berlomba buat menutupi yang tengah terjadi di Institusinya.
Ga ada keterbukaan,ga ada kejujuran
Hanya kediaman yang diperoleh oleh publik,hanya jawaban kosong yang kita ketahui.
Contohnya aja PSSI,mereka tak pernah terbuka soal keuangannya.Yang kita ketahui Cuma kontroversi aja mengenai keuangan itu.
Mulai dari hotel yang lupa dibayar (ngakunya seh lupa) hingga keterlambatan bonus buat Timnas.
Yuph,bisa diambil kesimpulan bahwa manajemen PSSI sangat amburadul.Mereka kurang bisa saling berkordinasi satu sama lain.Dan lucunya mereka seakan ga mau mengakui hal ini,mereka malah semakin tertutup akan kondisinya.
Padahal kita tahu bahwa tiap tahun PSSI disubsidi oleh FIFA,bahkan bukan hanya oleh FIFA tetapi juga oleh Pemerintah.Belum lagi Guyuran dari sponsor untuk memutar kompetisi (dari sponsor utama yaitu Djarum Super aja totalnya Rp 40 M loh).Ditambah hak siar yang nilainya juga mencpai miliaran.
Lalu kemana semua uang itu??ah hanya Tuhanlah yang tau,kemana kejujuran itu pergi.
PSSI juga tak pernah mau terbuka dengan sistem kepengurusannya.Bagi mereka selama cocok dan saling bisa membantu dan ga jadi penghalang,orang itu pasti akan dilanggengkan kekuasaannya.Lihat saja contohnya pada jabatan Sekjen PSSI yang dipegang oleh Pak Nugraha Besoes.
Mungkin sebagian udah pada tahu bahwa beliau memegang jabatan itu sejak tahun 1983.
Yuph 1983,berarti beliau sudah ada di posisi itu selama kurang lebih 27 tahun.
Wow sebuah jabatan terlama mungkin setelah Pak Harto.Pak Nugraha Cuma sekali lengser ketika ia berselisih paham dengan Agum Gumelar waktu itu(itu juga Cuma sebentar sebelum akhirnya dijadiin Sekjen lagi pas era Nurdin).
Jujur aja saya ga tau gimana cara pemilihannya,kok bisa dia mulu Sekjennya??padahal sudah jelas bukan bahwa selama Pak Nugraha jadi Sekjen selalu berakhir dengan kegagalan (total 14x SEA GAMES dan 7x ASIAN GAMES).
Dan kita pun akan semakin bingung dengan sistem pemilihan Ketua umumnya.
Belum lama ini tim verifikasi bakal calon Ketua Umum PSSI hanya meloloskan 2 nama,yaitu Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie saja.
2 calon lain yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro dinyatakan gagal lolos seleksi tim verifikasi.
Mungkin bukan Cuma saya yang benar benar bingung dengan proses pemilihannya,alasan apa yang membuat Pak Nurdin bisa lolos sedang Pak Arifin tidak??
Apa lebih baiknya Pak Nirwan ketimbang Pak George??
Andai ada penjelasan lebih gamblang untuk itu,mungkin saya bisa menerimanya.Tapi pada kenyataannya kita semua tahu tak ada jawaban pasti yang keluar dari tim Verifikasi.
Mereka hanya mengatakan bahwa pemilihan Ketua Umum sudah sesuai statuta FIFA.Bahwa pada akhirnya Pak George dan Pak Arifin gagal mengikuti pemilihan itu berarti masih ada kekurangan pada pencalonan mereka.
Jujur aja,saya kan awam banget neh dengan hal beginian.Bisa ga diungkapin ke publik apa saja yang menyebabkan Pak Nurdin dan Pak Nirwan lolos sedang Pak George dan Pak Arifin gagal.
Apa karena koneksi Pak Arifin kurang banyak di PSSI??
Apa karena Pak George bukan dari golongan politik??
Atau karena takut ada skandal yang kan terbongkar apabila rezim Nurdin diakhiri??
Apapun jawabnya,bukankah lebih baik untuk diungkapkan ke publik.Tak perlu disembunyikan karena toh saya yakin suatu saat pasti akan terbongkar.Sejarah pasti akan menjawab apa yang sebenarnya telah terjadi.

-___-

Tahun ini PSSI akan mengadakan kongres untuk Pemilihan Ketua Umum yang baru.Kongres pertama telah dilaksanakan Januari kemarin tepatnya di pulau Bali,dan akan dilanjutkan dengan Kongres Luar Biasa pada April nanti di pulau Bintan(walau pada akhirnya tempatnya dipindah lagi ke Bali karena ada keberatan dari pihak AFC).
Saudaraku semua,bukankah sudah jelas dari pemilihan tempat kongres aja bisa kita simpulkan ada keanehan.
Lah kok aneh??
Gimana ga aneh,bukankah dua tempat di atas adalah tempat liburan yang elit di Tanah Air.Bukankah butuh uang banyak untuk berada di sana??Apalagi para pengurus PSSI (katanya) menginap di hotel dan Resort kelas atas.
Wuihh..duit dari mana ya??bukankah PSSI selalu mengatakan merugi yah setiap menyelenggarakan suatu event.
Tapi ini kok??ah sekali lagi saya ingin bertanya kepada Tuhan,kemana kejujuran itu pergi.
Tapi saya dan mungkin sebagian masyarakat Negara ini berpendapat,ada suatu keinginan tertentu dari beberapa kelompok untuk melanggengkan kekuasaannya.Yuph mempertahankan status quo yang telah mereka genggam bersama dengan nyaman kembali.
Buat apa mempercayakan jabatan kepada orang yang ga jelas kalo pengurus PSSI di seluruh tanah air sudah merasa nyaman dengan Ketuanya sekarang.Yah walau kenyamanan mereka harus mengorbankan Sepakbola itu sendiri.
Saya sangat percaya bahwa yang akan jadi Ketua Umum PSSI berikutnya adalah orang yang sama.Jaringan mafia dalam PSSI sudah terlalu mengakar hingga akan sulit ditaklukkan oleh calon yang lain.
Bukankah sudah jelas dari pencalonan Pak Arifin Panigoro,pendiri dari LPI.Pencalonan beliau sengaja dipersulit oleh pihak tertentu.Bermacam alasan keluar sebagai jawabnya,yang penting bisa mencegah pencalonan Pak Arifin.
Kalau saja beberapa pihak yang mendukung Pak Arifin tak mempertanyakan hal ini,mungkin beliau tak akan terdaftar sebagai salah satu bakal calon Ketua Umum.
Walau kita semua tahu bahwa sekarang Pak Arifin gagal lolos verifikasi.
Aneh bukan??
Tapi untungnya Pak Arifin berani melawan dan mengajukan gugatan kepada PSSI.Beliau juga mengajukan gugatan yang sama kepada FIFA.
Buat Pak Arifin jawabnya sebenarnya seh gampang aja.Coba aja tengok siapa yang menjadi panitia penyeleksi dan bagian tim verifikasi??Semuanya adalah orang PSSI itu sendiri dan ada juga yang datang dari Partai politik tempat Nurdin bernaung.
Ah alangkah lucunya negeriku ini..hahahahaha
Menarik untuk menyimak apa kata Anton Sanjoyo (pengamat sepakbola) yang mengatakan bahwa ada semacam pelanggengan kekuasaan di tubuh PSSI.Mereka(PSSI) tidak ingin rezim ini diakhiri karena jika berakhir maka akan terbongkarlah skandal perjudian dan praktek pengaturan skor yang berlangsung selama ini.
Wow judi,skandal??
Kenapa kayanya jadi sesuatu yang lumrah banget yah di Negara ini.

-____-

Terus PSSI harus berbuat apa untuk menanggapinya??
Saran saya Cuma satu dan mungkin ini adalah aspirasi para pecinta sepakbola di tanah air 
“REVOLUSI PSSI”.
Yuph PSSI harus segera berbenah dan merekstrukturisasi ulang organisasinya,karena jika sistem kepengurusan masih seperti sekarang percayalah bahwa sepakbola yang kita cintai ini hanya menunggu karamnya saja.
Berhentilah berpura-pura dengan mengatakan bahwa sepakbola kita baik-baik saja,berhentilah berbohong dengan mengatakan bahwa sepakbola kita sedang mengalami kebangkitan.
Kita harus bisa jujur kepada diri kita sendiri bahwa sepakbola kita sedang mendekati titik nadir dan menuju jurang perpecahan.Dan ga butuh lama sepakbola kita akan segera hancur jika tak ada perubahan berati dari semua pihak.
Ubah SISTEM yang sedang berlaku saat ini,dimana politik dan sepakbola adalah hal yang sama.
Jauhkan politik dari kepengurusan sepakbola dan olahraga lain di Negeri ini.Jauhkan orang-orang Partai dan juga campur tangan militer sejauh-jauhnya dari kepengurusannya,bahkan kalo bisa fatwa haram orang-orang politik untuk membicarakan kepengurusan sepakbola dan kepengurusan olahraga lain.
Percayalah jika politik dan olahraga tak lagi berbaur dan olahraga di tanah air tak ada lagi campur tangan politik,saya percaya bahwa kondisi keolahragaan di Negeri setidaknya akan jadi lebih baik.
Jika tidak maka maaf saja,yang ada adalah lebih banyak kegagalan ketimbang faedahnya.
“THAT’S FACT”
Lalu ubah juga sistem pembinaan yang sekarang sedang berjalan??Pemain Indonesia sekarang lebih mirip hasil kontes pencarian bakat ketimbang dari hasil proses panjang pembinaan.Dulu kita begitu mudah menemukan pemain hebat hasil binaan negeri sendiri.
Apa mungkin karena dah mental negara ini ya,yang menginginkan segala sesuatunya serba instan.
Maaf bung..Spanyol menciptakan skuad juaranya ga Cuma satu malam,butuh proses panjang dan melelahkan untuk itu.
Coba yah para pemimpin yang ada di atas berfikir seperti itu,pasti akan jauh lebih baik ketimbang memakai cara instan yang belum ketahuan hasilnya.
Dan yang terakhir adalah mengolahragakan olahraga.
Neh program kalo ga salah seh ciptaan orde baru dulu,dan mungkin sebagian udah pernah tahu dan merasakan.
Gimana tiap sehari dalam seminggu selain jam olahraga tetap pasti ada jam untuk program yang namanya SKJ(senam kesegaran jasmani).
Sederhana memang tapi kadang justru dari hal sederhana seperti itu kadang malah timbul atlet-atlet hebat seperti Susy Susanti,Kobe Briant,Tiger Woods,atau mungkin Cristiano Ronaldo??
Dari kecil diri mereka telah ditanamkan kecintaan terhadap olahraga yang mereka geluti,mereka kemudian dibimbing oleh pelatihnya agar jauh lebih baik lagi.Mereka kemudian dihadapkan pada kompetisi berjenjang untuk mengasah kemampuan mereka.
Sekarang lihatlah mereka,mencantumkan nama mereka dalam dunia olahraga dengan pasti.Memang butuh proses yang panjang bukan untuk semua itu.
Kita juga harus menanamkan kecintaan terhadap olahraga sejak kecil.
Bukankah menanamkan kecintaan terhadap olahraga harus semenjak dini dan bukankah lebih baik berolahraga ketimbang bermain game yang tiada faedahnya??
Kita selalu merasa kagum melihat Messi,Xavi,Ronaldo,Casillas,Fabregas,Rooney atau mungkin melihat Irfan bachdim.
Tapi apa kita pernah mau tahu dari mana mereka mendapatkan keahlian mereka??Apa kita pernah mau tahu dari mana bisa mendapatkan semua itu??
Kalau kita mau lebih tahu hal hal sekecil itu.Percayalah mimpi menjadi negara nomor satu dalam olahraga bukan hanya isapan jempol semata.
Percayalah bahwa mimpi mengangkat Piala AFF bukan sekedar angan belaka.Jangankan mengangkat Piala AFF,Piala Dunia pun pasti bisa kita raih jika ada keinginan yang baik.
Sebuah  keinginan baik dari semua pihak untuk kemajuan sepakbola nasional.
Dan saya sangat percaya bahwa semua pihak sangat menginginkannya.
Saya percaya bahwa INDONESIA pasti bisa.


KATA UNTUK DUNIA – NANDAR AWALUDIN

Crunchy : Cerita ini sebenarnya udah lama banget,pertama kali gw Posting di Facebook yaitu pada tgl 23 Februari kemarin.
Maklumlah saat itu gw emang lebih seneng taruh catatan gw di Fb..hehe
Hemm..sebenarnya gw udah senang banget akhirnya Nurdin mau mundur walau pada akhirnya gw malah semakin kecewa lagi pas kemarinya.
Kenapa dar??
3 hal kesalahan paling mendasar di PSSI tidak diperbaiki.
Ga ada perubahan,PSSI sekarang seperti hanya sebuah titipan dendam tanpa ada niat untuk perubahan.
Jalan di tempat!!
Yah mungkin itulah kata yang paling tepat.Sepakbola kita seperti dikalahkan dirinya sendiri.
Entah sampai kapan Negara ini terus bermimpi untuk jadi juara,bermimpi untuk bermain di Piala Dunia.
Entah. . . . .

0 komentar:

Posting Komentar