Jumat, 23 September 2011

Puisi Tanpa Rima


Belakangan ini
Aku baru menyadari
Betapa aku kehilangannya
Dia..
Yang dulu selalu hadir dalam hariku
Dia..
Yang dulu selalu ada untuk diriku


Dia..
Yang selalu ada berbagi denganku
Kini telah pergi menjauh
Aku telah berusaha
Melupakannya
Baik dalam setiap kataku
Entah dalam setiap gerakku
Tapi
Aku tak bisa mendustai hati
Aku tak bisa membohongi diri
Senyum itu
Kurindu..
Tawa itu       
Kunanti..
Aku merindukan setiap tutur lembutnya
Aku menantikan setiap lembut belainya
Aku merindukan saat manja bersamanya
Mata itu..
Bibir itu..
Rambut itu..
Aku merindukannya
Aku tak bisa berbohong
Dan mengatakan “aku sudah melupakannya”
Aku telah mencoba
Mengisi hariku dengan tawa
Berusaha menyibukkan hariku
Tapi
Aku masih saja merindukan tiap saat
Bersamanya..
Aku masih saja mendambakan tiap waktu
Dengannya..
Dia
Seperti pelangi
Selalu datang untuk mewarnai hariku
Dia
Seperti mentari
Selalu datang menguatkanku dikala lemah
Dia
Seperti pelita
Selalu menyinariku di tengah kegelapan yang mendera
Aku tahu
Bahwa kau masih mencintaiku
Kau juga tahu
Bahwa akan selalu ada bagian dalam hatiku untukmu
Tapi kita berdua juga tahu
Bahwa kisah ini tak mungkin lagi berjalan
Karena sesuatu yang tak mungkin kita ingkari
Dan itu tak mungkin dipungkiri
Sayang..
3 tahun bersamamu adalah saat yang terbaik
Tak banyak yang tahu tentang kisah yang kita jalani
Dan sampai akhir pun tak banyak yang tahu
Karena dunia adalah cinta kita
Dan bukan cinta yang harus terbagi oleh dunia
Seperti janji kita
Untuk selalu merahasiakan ini
Sayang..
Kau mengertiku
Seperti kapas yang menyerap air
Kau selalu memahamiku
Seperti daun yang tertiup angin
Kau tahu sifatku..
Aku adalah penyendiri di tengah keramaian
Aku adalah pelamun di tengah teriakan
Dan kau menutupi semua kekuranganku
Sayang..
Ini telah menjadi keputusanmu
Untuk melupakan perjalanan cinta ini
Dan pergi menjauh dari sisiku
Percayalah sayang
Aku menghormati keputusanmu
Aku juga takkan pernah membencimu
Sayang percayalah
Aku takkan melupakan tiap saat bersamamu
Aku akan selalu mengingatmu
Dalam tiap deru nafasku
Dalam tiap detak jantungku
Aku akan selalu mengenangmu
Sebagai bagian terindah dalam hatiku
Sayang..
Memang saat ini aku akui
Aku sedang kesulitan untuk melupakan kisahku denganmu
Saat ini aku akui
Aku masih tak bisa melupakan bayang wajahmu
Tanpamu
Aku bagai Puisi Tak Berima
Aku tak tahu kemana melarikan tiap kataku
Aku seperti kehilangan semangat dalam baitku
Tapi sayang..
Aku akan belajar dan akan terus belajar
Melupakanmu
Meski itu sulit untuk kuhadapi
Aku akan terus belajar
Untuk membuat puisi baru dalam hidupku
Meski itu bukanlah denganmu
Sayang..
Berjanjilah kepadaku
Untuk menjadi wanita yang tangguh
Untuk menjadi wanita yang hebat
Jadilah seseorang yang membanggakan bagi orang yang kau sayangi

Jadilah selalu pelita itu
Sayang..
Jangan pernah menyesali sedihmu
Karena melalui sedih kita belajar untuk menjadi kuat
Jangan pernah mengutuk tangismu
Karena melalui tangis kita belajar untuk tersenyum
Sayang..
Kini berjanjilah kepadaku
Kita boleh melupakan cinta ini
Tapi
Jangan pernah lupa akan persahabatan yang pernah kita jalani
Kini demiku
Berbahagialah disana
Belajarlah untuk mencintainya
Jadilah mentari untuknya
Dan tataplah masa hidupmu semakin baik ke depan
Percayalah
Bahwa doaku akan selalu bersamamu
Wahai Wanitaku
^_^

Nandar Awaludin – Rima Dalam Diri

0 komentar:

Posting Komentar