Kamis, 15 September 2011

HUTAMA : "My Last Time" PART I


Pagi itu adalah upacara bendera terakhir gw di masa SMA.Terasa biasa aja karena kebanyakan kelas 3 lebih pusing mikirin buat UAN besok.
Sebelum upacara,seperti biasanya Bu Wahyu (BW) berdiri mangkal di depan ruangannya.Dan sialnya pas kelas 3,muka gw sangatlah akrab di ingatannya.
"Dar,bisa tolongin ibu ga" ujar BW memulai pembicaraan.
"Tolong apaan bu??"
"Tolong kamu mintain tissue sana sama bibi (kantin),bilang aja disuruh sama saya"
"Ohhh..iya dah bu"Gw hanya bisa menjawab ogah-ogahan.
Gw cuma bisa menurut.Dalam hati gw cuma bisa berujar “Enak banget jadi Kepala Sekolah/KepSek”
Setelah memberikan tissu pesanannya,BW sempat bertanya sama gw sebentar.
"Ndar,kamu mimpi apa semalam"tanya BW.


BW ada ada aja dah,segala mimpilah pake ditanya.Tapi sebagai murid yang baik,gw harus mencoba menjawabnya.Kan ga elit banget dipecat jadi murid gara gara ga jawab pertanyaan soal mimpi.Gw kemudian mencoba mengingat ingat mimpi gw semalam.
Ehm...kalo ga salah seh gw mimpi ketemu Miyabi.Mimpinya asik dan memuaskan.Kami berdua terlibat banyak permainan.Mulai dari maen congklak,monopoli sampai gundu (lho).
Karena gw udah lupa dengan mimpi gw semalam akhirnya gw jawab asal aja.
"Mimpi ketabrak becak bu"
"Wah sudah pasti lulus kamu dar"ucap BW
"Hah..lulus????ahahahaha....ibu ada ada aja,masa ketabrak becak lulus" gw cuma bisa menertawakan omongan BW.
"Mimpi itu selalu kebalikan dari yang akan terjadi di dunia nyata dar,kamu percaya deh sama ibu??"ujar Bw mencoba meruntuhkan keyakinan gw.
"Ehm..masa seh bu" gw masih ga percaya,masalahnya waktu itu gw mimpi ketemu mpok Nori,dan kenapa pada kenyataannya gw ga bisa ketemu sama Dian Sastro (ngarep.com).
BW cuma tersenyum dan beranjak pergi menuju peristirahatannya eh tempatnya.
Gw segera kembali kebarisan anak anak kelas 3.Umar dan Iid,teman gw yang dari awal emang udah ngeliatin gw ngobrol sama BW cuma bisa berujar Singkat,pendek tapi nyakitin.
"WUIDIHHH...JONGOS DAH BALIK...hahahaha"ujar mereka serempak
"Ah tai lo semua"jawab gw singkat sembari masuk ke dalam barisan.

-_-

Satu hal yang paling berubah ketika mau UAN adalah anak anak kelas 3 tiba tiba jadi berubah rajin,kemana mana pasti pada bawa buku pelajaran.Rata rata seh bawa bukunya tentang soal soal tahun kemaren atau dari Hands (nama tempat kursus buat anak HUTAMA).Awalnya gw adalah 1 diantara mereka,tapi semua itu berubah ketika gw tahu bahwa gw berada di ruang 3 pas ujian nanti.
Bagi anak IPA,ruang 3 adalah surga pas ujian nanti.
Loh kok geto dar??
Yah itu karena semua anak pintarnya kumpul semua disana,semua guru bahkan Kepala sekolah ga begitu khawatir sama anak anak yang ada di ruang 3.
Di satu sisi ini bagus buat gw dan yang ada di ruangan 3 tapi kurang baik buat kelas yang lain (terutama IPA).
Yuph..Kekhawatiran mereka Cuma terletak dengan pembagian yang ga merata ini.Mr Abbas adalah salah 1 orang yg paling sebal dengan hal ini.
"Dar kamu dapat ruangan berapa" tanya Mr suatu waktu.
"Dapet ruang 3 Mr''
"alahhhh...ga usah belajar kamu,PASTI LULUS" Dengan laga perlentenya Mr mencoba meyakinkanku.
Awalnya seh gw gak begitu percaya.Tapi pas pertama kali masuk ruang 3 dan tau bahwa tempat duduk gw strategis (depan dan kanan kiri gw rangking 1 di tiap kelas).
Gw langsung yakin sama kata kata Mr.

-__-

Pas hari pertama ujian,anak anak disuruh datang lebih pagi dari jadwal masuk.Tujuannya Cuma satu “Mr mau ngumpulin anak anak dulu di lapangan untuk memberikan pengarahan”.
Intinya seh Mr mau memberi tahu bahwa kami semua tidak boleh egois dan hanya memikirkan diri sendiri ketika ujian nanti.
"Lihatlah teman teman kalian,ini mungkin saat saat terakhir kita bersama di HUTAMA.Berjuanglah bukan hanya demi kelulusan diri sendiri,berjuanglah demi kelulusan dari kalian semua"
Kata kata dari Mr begitu mengena.Bukan Cuma buat gw tapi juga buat anak anak yang lainnya.Memang sangat berarti jika kita lulus,tapi bukankah akan lebih sangat berarti jika teman teman kita juga lulus.
Hari pertama dan kedua ujian berjalan lancar,semua strategi baik yang halal maupun tidak berjalan baik.Mau menyontek juga bebas asal jangan berisik.
Pengawasnya seh asik asik aja karena sudah bekerja sama dengan sekolah.
Jeleknya cuma 1 kala itu : Semua rame rame mau jadi pahlawan.
Anak anak pada rame rame nyerbu ke WC untuk ngambil jawaban.Padahal sudah ada pembagian jatah tiap ruangan seorang aja yg turun.
Catatan : pada saat itu sekolah kami mempunyai strategi,Guru akan membantu memberi jawaban dan menaruhnya di WC..haha licik yah
Ketika gw turun buat pipis gw malah sempat mengira ada di stasiun Senen.
Gila,rame banget yang lalu lalang di WC.Semua seakan tak percaya dengan strategi yang sudah diatur bersama.
Yah maklumlah egoisme anak sekolah.
Tapi semua itu takkan terjadi lagi di hari ke 3.Selesai dari UAN pada hari ke 2 kami semua menerima kabar buruk.
Di hari ke 2 ada sebuah kekacauan yang berawal oleh guru kami sendiri.

-___-

Pagi hari ke 3 ujian,akhirnya semua anak anak menerima kabar buruk.Pengawasan akan diperketat oleh pengawas ujian.Kabarnya seh semua itu terjadi karena guru kami sendiri yang menyulut api.Semua berasal dari guru guru kami yang mengawas di sekolah lain (dalam hal ini adalah sekolah yang tukeran pengawas dengan kami)
Yang jelas,hal ini telah membuat guru guru yang bertugas mengawasi kami menjadi marah.
Yah marahlah,perjanjiannya kok ga dijalanin.
Dan itu adalah kabar buruk buat kami semua.
Pada saat itu ujian Bahasa Inggris.Gw ga terlalu khawatir sama pelajarannya tapi lebih deg degan sama pengawasnya.
Kata temen gw Icha,kalo ketauan nyontek kertas ujian lo bakal dirobek dan disuruh ngulang dari awal.Sudah geto lo bakalan dipindahin dekat sama pengawas.
Wow....scared abizzz......
Raut ketegangan tampak di ruang 3 begitu pengawas masuk kelas.Pengawasnya ada 2 guru,cewe dan cowok.
Semuanya memasang tampang galak.Selesai membaca doa dan membagikan soal.Guru yang cowok malah ngomong.
"Nyontek..nyontek aja tapi jangan berisik ya"
Seisi ruangan cuma saling berpandangan,senyum senyum dan geleng geleng seakan ga percaya dengan yang barusan didengar.
Belakangan baru kami ketahui bahwa Cuma mereka berdualah,pengawas yang tidak ketat penjagaannya.
Pengertian banget neh Guru Pengawasnya..^_^

-____-

Ternyata nasib ruangan 3 beda jauh dengan ruangan lainnya.Selesai UAN banyak anak anak dari ruangan lain yang marah marah.Dari yang gw dengar ada yang nangis,pecahin kaca,nendang nendang tembok,bangku,kursi (apa aja dah yang bisa ditendang) karena saking kesalnya.

Rupanya mereka semua kebagian pengawas yang kejam dan ga memberikan kesempatan nyontek.
“Lo mo ngupil aja bakalan diliatin dar”Canda salah seorang teman gw kala itu.
Gila..ngupil aja diliatin,apa emang itu guru segitu tertariknya sama upil..xP
Bahkan untuk sekedar ke WC aja lo bakalan dibuntutin (ga asik banget kan lagi khusuk khusuknya buang air ada yang ngintipin..hahaha)
Begitu gw keluar dari ruang 3 yang gw liat Cuma anak anak yang kebanyakan wajahnya abstrak semua.Udah kaya orang belum buang air selama setahun dan ga tau harus marah sama siapa.
Waktu itu gw liat Hanum,temen sekelas gw yang mukanya bulet banget kaya bakso rudal.
Pada saat itu Hanum kebagian ruang 4.
Saat itu dia lagi ngobrol sama teman sekelas gw juga yaitu Dewa,Damai dan Syahrul.
"Gimana num??"tanya gw menanyakan keadaan ujian di ruangnya.
"Parah ndar"jawabnya singkat.
Wajah Hanum terlihat sangat kusut kala itu,sekusut cucian yang belum disetrika.
"Parah kenapa"tanya gw bingung
"Pengawasannya ketat banget dar,depan belakang masa diawasin"Hanum menjelaskan
"Ahh.. yang bener lo ndut??terus kenapa lo ketawa ketawa tadi"
"Lo tau kan bingkai foto wapres JK (Jusuf Kalla) yang tergantung di depan ruang 4"
"Iya tau,mang kenapa"
"Itu bingkai jatuh di kepala pengawasnya ndar"
"Ah serius lo"gw masih ga percaya
"Beneran dar,makanya dari tadi gw ga bisa berhenti ketawa mikirin kejadian itu"jelasnya lagi
"Biarin aj lagi num,kualat kali tuh orang sama anak anak di ruang 4"Syahrul menambahkan
Suasana tambah ramai dengan tawa kami semua.
Sebelum pulang,Mr ngumpulin semua anak anak kelas 3 di lapangan.Dia minta maaf kalo pada akhirnya jadi kacau balau seperti ini.
Mr sendiri juga masih ga percaya dan agak shock juga dengan apa yang terjadi.Yah sebenernya seh bukan salah Mr seorang,banyak hal yang emang ga bisa dihindari.Tapi itulah hidup,ga ada yang tau kan jalan kedepannya kaya gimana.

-_____-

Di lain pihak ada kelegaan tersendiri di hati anak anak.Akhirnya UAN selesai juga,memang seh cuma 3 hari tapi bagi kami semua rasanya sudah seperti bertahun tahun.
Apalagi semua yang kami pelajari selama ini dipertaruhkan disana.
Gila ya??mau lulus aja susahnya bukan main.
Bagi gw pribadi UAN tuh seperti pembodohan.
Kenapa dar??
Alasan gw yang pertama karena tiap tahun aturan mainnya selalu berubah.Baik nilai,mata pelajaran atau apalah geto.
Apalagi kalau ganti Menteri Pendidikan “ATURAN MAINNYA SUDAH PASTI BERUBAH”
Yang kedua mematikan Penilaian dari guru.
Guru adalah orang yang paling mengenal diri muridnya.Gurulah yang paling tau mana yang baik dan buruk dari seorang murid.
yang terakhir yah karena emang belum cocok diterapkan di Indonesia.
Sok tau lo dar??
Come on,open your eyes.Betapa timpangnya pendidikan di negara kita.
Antara kota besar dengan daerah seperti terdapat jarak yang begitu besar.Di Papua ada seorang anak yang harus berjalan 10-20 KM hanya untuk sampai kesekolahnya.Dia harus menyeberangi sungai dan gunung hanya untuk sampai ke sekolahnya.
Gila...gw aja jalan dari sekolah ke pondok gede (+300 m) malesnya bukan main.
Belum lagi dengan daerah daerah perbatasan.
Di Daerah Kupang,NTT adalah yang terparah.Eks pengungsi Timor Timor kebanyakan cuma tinggal di bilik bilik kayu.Jujur aja gw sedih waktu melihat kehidupan mereka.
Mau makan aja susah,beli bahan makanan aja harus nyebrang dulu ke negara tetangga (Timor Leste).
Pendidikan??Bagi anak anak mereka itu seperti mencari air di padang pasir.
Perbatasan Kalimantan lebih parah lagi.Untuk menjadi manusia berpendidikan aja mereka harus belajar di negara tetangga,Malaysia.
Jarak??wah jangan ditanya deh jauhnya.Perlu tekad baja untuk menjadi manusia hebat di perbatasan Kalimantan.
Yah itu cuma segelintir contoh,masih banyak kok daerah daerah yang pendidikannya masih tertinggal.Bahkan di kota besar itu sendiri.
Nah pertanyaannya sekarang,kepada siapa kita harus mengadu??
Ke DPR??
Aahhh... mereka lebih sibuk membangun gedung baru demi kepentingan pribadi daripada membangun gedung sekolah untuk kepentingan banyak.
Ke PRESIDEN??
Presiden kita lebih sibuk membangun citra dirinya sekarang ketimbang membangun citra bangsa di masa yang akan datang.
Lalu kepada siapa??

-______-

Yah tapi ga selamanya seh UAN tuh buruk.Ada juga sisi positifnya kok.
Yang paling terlihat adalah anak anak sekolah jadi lebih giat belajar.
Nyokap gw aja shock berat ngeliat gw belajar dan buka buku pelajaran.
"Lagi sakit kamu nak" ujar nyokap gw waktu itu sembari pegang jidad gw.
Gw cuma ketawa.Emang hal yang langka seh liat gw belajar pas SMA..Hahaha
Yah pada intinya gw ga menolak khadiran UAN.Gw malah menerimanya.Hanya saja waktunya kurang tepat kalau mau diberlakukan di Negara kita ini.
BETUL TIDAK??




Kramat Jati - 20 Oktober 2006



Crunchy : Diantara semua masa sekolah,buat diri gw pribadi masa SMA adalah masa tergokil dan penuh kenangan.
Bukan soal pelajaran tapi soal persahabatan disana.
Gila..ga bakal lagi deh gw nemuin teman teman seperti mereka yang aneh tapi nyata.Banyak hal yang baru yang gw pelajari dari mereka.
Kadang bukan hal baik seh tapi ya pelajari aja.
Yang jelas gw merasa beruntung karena pernah mengenal mereka.
Soal staf pengajarnya??
Yah walau ada kekurangan dalam sarana dan prasarana disana tapi gw sangat senang bisa diajar oleh guru guru disana.
Eniwei hampir semua gurunya tuh juga pada aneh...hahaha
Tapi banyak ilmu yang gw pelajari dari mereka.Bukan Cuma soal ilmu pelajaran tapi juga ilmu kehidupan.
Mereka juga teman yang baik untuk diajak share,ga keitung deh dah berapa kali curcol sama mereka..hehehe
Ahhh...Jadi kangen sama mereka semua.

0 komentar:

Posting Komentar