Minggu, 17 Februari 2013

Pagi Tak Tertebak

Pict From HERE


Percintaan kita adalah pagi yang tak tertebak.
Kadang hujan sejak semalam membekap kita dalam gigil tiba tiba ketika terbangun.
Hangat menyengat sering mendepak kita dari mimpi manis tak selesai tentang rumah batu berbunga rumput.
Kau sering membicarakan tentang Stalin dan Molotov yang membunuhi para petani. 
Seusai menciumiku santun. juga hangat kadang.

Pagi tadi, kau membacakanku satu larik puisi penuh rindu.
Sesudahnya kita meledak dalam didih yang tak sempat keseduh.
Kau remuk tubuhku. Aku menamparmu berulang ulang.
Kau meludahiku.
Dan ketika kita hampir tertidur, kau genggam tanganku
Selalu. Selalu kau genggam tanganku sebelum pagi tak tertebak lain
Bangunkan kita esok hari.

5 Maret 2011 – Diansari

0 komentar:

Posting Komentar