Senin, 04 Februari 2013

UNTUK INDONESIAKU





Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Sedih!!!
Itulah yang selalu saya rasakan saat mendengarkan lagu ini.
Entahlah,mungkin hanya kegalauan sesaat yang datang melanda. Tapi entah mengapa saya meyakini bahwa di Negara ini banyak orang merasakan hal yang sama tiap kali mendengarkan dan menghayati lagu ini.
Sebuah Negara yang kaya tetapi keadaan sebagian (besar) penduduknya hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Jangankan ditanya tentang nasionalisme,ditanya tentang kebutuhan akan esok saja sebagian orang sudah mengernyitkan dahi.
Indonesia adalah Negara yang besar dengan kelimpahan akan hasil alam dan budaya.
Hasil alam??
Sebutkan saja dari A sampai Z semua ada di bumi Indonesia.
Budaya??
Ah bukankah banyak Negara lain yang kagum dan iri akan hasil budaya Negara ini. Bahkan banyak dari mereka yang mempelajari bahkan rela datang dan belajar langsung mengenai budaya Bangsa kita.
Ketertarikan mereka terkadang bahkan melebihi ekspetasi dari anak muda Indonesia itu sendiri. Anak muda penerus bangsa yang kini cenderung lebih tertarik menari gangnam ketimbang jaipongan. Mempelajari sejarah boyband/girlband ketimbang mempelajari wayang.
Melestarikan bahasa Inggris ketimbang bahasa daerahnya sendiri.
Jadi jangan heran kalau suatu saat kita malah harus belajar akan budaya bangsa kita sendiri dari Negara yang tadinya belajar dari Negara kita.
Hehhhh!!!!!!

Lalu mengapa bangsa kita tak pernah menjadi besar??

Kenapa Negara ini terus terusan hanya dikenal sebagai Negara berkembang.
Well bisa dibilang inilah salah satu kejamnya Tuhan. Bangsa kita memang bangsa yang besar,penuh dengan keanekaragaman hayati. Negara yang dianugerahi dengan sebutan surga dunia.
Akan tetapi bangsa ini juga dianugerahi para pemimpin yang cacat moral.
Pemimpin yang hanya berpikir hari ini bukan apa yang akan diberikan buat anak cucu nanti.
Yah memang ga semuanya,tetapi kita ga bisa menepikan bahwa sebagian besar dari pemimpin kita sudah tercemar oleh sebuah sistem yang sepertinya kian hari kian akut dan mewabah dalam konstitusi Negara ini.
Ibarat kanker,mungkin dokter sendiri pun sudah akan mengatakan “Maaf tapi harapan hidup anda sudah tidak lama lagi” sembari menggelengkan kepala dan akan menyerahkan semuanya kepada yang diatas.
That’s hurt,but that’s the reality.

-_-


1 hal yang pasti,bangsa ini kian jauh dari apa yang dicita citakan para pahlawan dulu dan kian salah arah dalam memaknai kemerdekaan itu sendiri.
Korupsi yang kian merajalela,Nilai Pancasila yang kian memudar di mata anak bangsa hingga toleransi antar sesama yang kian jauh dari kata Toleransi itu sendiri.

Saya sangat mencintai Negara ini,walaupun cinta saya berkali kali patah dibuatnya.



Even my love always broke but I’m still Love Indonesia. Always and always loving Indonesia.

Saya selalu bersyukur karena dilahirkan di Indonesia. Bertemu dengan beragam sahabat dengan segala macam perbedaan.
Jujur saja,dalam kehidupan yang saya jalani. Sahabatlah yang memberikan banyak ilmu kepada saya. Bukan ilmu pelajaran atau ilmu gaib (kesannya mistis amat yak) tapi lebih kepada ilmu kehidupan.
Yah sahabat adalah guru tanpa ruang dan waktu.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka. Entah itu hal baik atau yang buruk sekalipun. Tapi sekalipun itu hal buruk,pelajarilah.
Takkan ada kebaikan yang dapat diraih bukan jika tak ada nilai dari sebuah keburukan.
Sahabat bukan hanya tempat saya bersandar tentang suka ataupun duka yang saya alami. Mereka adalah pembimbing (walau tanpa kita sadari) dalam menemukan kedewasaan hidup yang kita jalani.
Well kembali ke soal Tanah Air tercinta kita,Indonesia.
Ahh saya kok prihatin yah melihat berita berita tentang Indonesia belakangan ini. Narkoba,pelecehan (maaf) seksual,ekploitasi anak hingga yang terparah adalah kian maraknya korupsi di Indonesia.
Semua itu sebenarnya bermuara pada lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Yah kita semua ga usah menutup matalah terhadap lemahnya penegakan hukum di Negara ini.
Yah menghilangkan nyawa 12 orang saja bisa sama hukumannya dengan mencuri sebuah semangka.
Atau yang terparah,gimana hukuman buat para pencuri uang rakyat (korupsi) jauh lebih rendah ketimbang mencuri beberapa biji karet.
Memang hukum tak boleh pandang bulu,karena yang namanya sebuah kejahatan sekecil apapun itu tak boleh ditoleransi.
Tak akan ada hal besar bukan jika tak didahului hal yang kecil.
Tapi seperti kebanyakan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang selalu jadi pertanyaan saya adalah “Kenapa hukum di Indonesia seperti tebang pilih??Kenapa yang berkuasa sepertinya diberi porsi berlebih untuk memilih??Kenapa hukum menjadi berbeda dimata para pemimpin dan rakyatnya??”

Dan segelintir pertanyaan lainnya yang masih belum terjawab hingga kini.


“Kita hanyalah bagian dari tanah air Indonesia. Yang lahir dan tumbuh untuk mencintai tanah air namun berkali kali patah hati dibuatnya”

Hem apapun,saya akan selalu mencintai tanah air ini. Bersyukur bahwa saya lahir disini. Bersyukur tentang hal hal kecil yang saya temui.
Keluarga,sahabat,kuliah,kerja bahkan karena bisa melihat dan mendaki gunung gunung dan pantai pantai di Indonesia.
Saya tak akan menyuruh anda menjadi pendaki dan saya juga tak akan menyuruh anda untuk menjadi seorang Divers (penyelam).
Tapi selagi anda hidup,sesekali pergilah melihat Gunung dan pantai pantai di Indonesia. Saya tak akan menjamin anda mendapatkan sebuah kepuasan,dan saya juga tak menjamin sebuah kemewahan.
Pesan saya simple : NIKMATILAH
Karena tak ada surga didunia ini yang seindah bumi Indonesia. Indonesia memiliki segalanya. Mulai dari lautan terdalam hingga dataran tertinggi. Mulai dari ombak terbaik hingga gunung merapi.
Negara ini tetaplah indah,dibalik segala kekurangannya.

Bukankah dibalik segala kekurangan,terkadang selalu terselip sebuah keindahan??

Hanya saja terkadang,saking banyaknya keindahan. Kita menjadi lupa untuk mensyukurinya.

-__-

Yah itulah Negara kita. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Well dari kemarin saya kepikiran untuk melakukan sesuatu buat Negara ini. Yah sekecil apapun itu.
Hem kemarin,saya beserta sahabat sahabat dari HIMPALA habis mengadakan baksos “Peduli Banjir Jakarta”.
Dan Alhamdulillah acaranya berjalan dengan baik.

Hem sehabis pendakian Slamet kemarin saya sebenarnya menemukan beberapa ide untuk dituangkan. Ide yang sederhana seh tapi entah mengapa begitu ingin saya tuangkan didunia nyata.

Yang pertama saya ingin sekali membuat video tentang tanah air. Isi dari video ini sendiri nantinya akan saya isi dengan salah satu kecintaan saya yaitu mendaki gunung.

Idenya simple : Membuat video yang berisikan para pendaki menyanyikan lagu lagu nasional. Lagu yang saya maksud dalam hal ini yah yang sempat saya nyanyikan diatas yaitu “Indonesia Pusaka”.
Kenapa harus lagu itu Ndar,kan masih banyak lagu nasional yang lain??

Ga ada alasan khusus. Setiap lagu Nasional mampu membuat saya berdebar dan merinding kala menyanyikannya. Tapi jujur saja diantara lagu nasional yang lain,hanya lagu “Indonesia Pusaka” dan lagu “Tanah Air” yang mampu membuat hati saya terenyuh.
Terkadang saya malah menangis dibuatnya.
Pernah lihat iklan Garuda Indonesia tahun 90an ga??yang background lagunya yaitu “Tanah Air”.
Itu adalah salah satu contoh iklan yang berhasil membuat saya duduk diam di depan televisi selama beberapa menit. Saya tak akan pernah beranjak jika lagu itu belum habis.
Perasaan terenyuh dan sedih selalu hadir setiap kali menontonnya. Hingga detik ini.
Well buat yang belum tahu mungkin bisa menonton videonya dibawah sini.






Hem kembali lagi ke topik pembuatan lagu,inginnya seh di setiap liriknya nanti ada orang berbeda yang menyanyikannya (8 baris 8 orang). Tapi inginnya saya lagu ini dinyanyikan secara 2 kali (berulang).
Yang pertama pada setiap baris lagunya dinyanyikan oleh setiap orang yang berbeda dan yang kedua dinyanyikan secara keroyokan (ramai-ramai,seperti paduan suara geto deh).
Dan untuk latar tempat videonya sudah pasti di Gunung gunung di Indonesia.
Berbeda tempat namun memiliki 1 tujuan.
Ga harus di banyak gunung yang penting pesan yang ingin disampaikan oleh lagu itu tersampaikan.
Pesan dari Bhineka Tunggal Ika yaitu Berbeda beda tapi tetap satu jua.
Kemungkinan project ini mulai akan saya gerakkan dari bulan Februari. Insya Allah jika tak ada halangan yang berarti bisa nanjak ke Papandayan.
Lalu dilanjutkan dengan mendaki ke Semeru di bulan April,Kerinci di bulan Agustus dan berakhir di Semeru lagi pada akhir tahun.
Yah tapi itu juga masih serba kemungkinan. Karena jika Tuhan berkehendak,segala rencana yang dibuat bisa saja gagal bukan?
Apalagi tahun ini saya akan mulai disibukkan oleh TA (Tugas Akhir) -____-zzz
Yang pasti,walau sedikit saya ingin berjuang untuk project ini hehe
Well saya juga ga menutup kemungkinan untuk pendaki lain untuk membantu. Saya sangat sangat terbuka untuk segala bantuannya.
Hem walau saya ragu,banyak pendaki yang akan membaca tulisan saya ini hehehe
Tapi saya percaya bahwa bantuan pasti akan selalu ada.
Dunia ini memang luas,banyak pemikiran yang berbeda. Tapi diatas gunung sana saya selalu menemukan kedamaian dan sebuah kenyamanan.
Damai karena alam yang tenang dan nyaman karena banyak saudara yang saya temui disana. Tak ada perasaan kesepian ataupun gundah.
Semua petualangan yang saya lalui malah mengantarkan saya memiliki banyak sahabat. Mungkin itulah salah satu alasan saya selalu merindukan untuk mendaki.

Oke sekarang berbicara tentang ide saya yang kedua.
Tolong dong musiknya jeng jeng jeng jeng jeng jeng tululut tululut!!
Saya ingin berkelana.
Duarrrrrrrrrrrr hahahhahahahahahaaha
But berkelana yang saya maksud untuk sebuah tujuan yang baik. Bukan seperti yang dilakukan bang Haji Rhoma Irama yah huehehehe ^_^
Well untuk ide yang kedua ini sebenarnya kemungkinan terjadinya cuma 1% saja. Lagian cuma baru niat doangan kok.
Mang lo mau ngapain Ndar??pake berkelana segala??

Saya ingin menyampaikan apa yang terdapat di bumi Indonesia. Entah itu sebuah kebaikan,keburukan,keindahan ataupun sebuah kekurangan.
Tapi kalau lebih dirinci lagi dalam perjalanan itu saya ingin membantu membangun pendidikan di Indonesia. Mendirikan sebuah badan amal untuk menaunginya.
Lalu dalam perjalanan ke berbagai tempat nanti saya akan memotret keadaan sekolah didaerah daerah tersebut.
Dan mempublikasikannya lewat web ataupun blog yang saya miliki. Memberitahukan kekurangan yang ada disekolah tersebut. memberitahukannya kepada para donatur dan dunia itu sendiri. Tentang keberadaan pendidikan di Indonesia.
Bukannya saya ingin menampilkan segala kekurangan yang ada dan nyata terlihat dalam dunia pendidikan saat ini. Saya hanya ingin menambahkan apa yang dirasa kurang.
Jika memang sekolah itu tak mempunyai bangunan yang layak maka diperbaiki bangunannya,jika sekolah itu tak mempunyai ruang membaca maka segera dibuatkan perpustakaan,jika memang didaerah tersebut tidak mempunyai tempat untuk mengenyam pendidikan yang layak maka segera dibuatkan bangunan sekolahnya. Bahkan meskipun itu hanya sebuah toilet sekalipun.

Takkan ada bangsa yang besar jika tidak dimulai dengan pendidikan yang baik.

Well tidak menutup kemungkinan untuk membangun sebuah sekolah bilamana itu benar benar diperlukan. Seperti di beberapa daerah di Indonesia yang masih kekurangan tempat untuk bersekolah.
Bahkan ketika saya menonton sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta. Di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua,masih ada yang harus naik turun gunung dan berjalan berkilo-kilo jauhnya hanya untuk menjadi manusia yang terdidik. Bahkan di perbatasan Kalimantan,harus ada yang menyebrangi perbatasan Malaysia untuk dapat bersekolah.
Menyedihkan tapi yah seperti itulah adanya.
Disaat Negara ini justru ribut tentang layak tidaknya sekolah berstandar Internasional,Negara ini seakan lupa bahwa tak semua anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak hanya karena masalah tempat,biaya bahkan hanya karena sebuah pemikiran.
Yah bukankah dibeberapa daerah,masih terdapat sebuah pemikiran sempit bahwa tak perlu menjadi manusia yang terdidik selama bisa menghasilkan uang atau membahagiakan orang terdekat.
Makanya jangan heran kalau dibeberapa daerah terdapat anak sekolah menengah pertama (SMP) yang sudah menikah hanya karena kemauan orang tuanya.
Jangankan di daerah,di Jakarta aja sudah ada anak kecil yang harus berhenti sekolah hanya karena disuruh mencari uang (biasanya dengan cara mengamen atau mengemis).
Biasanya biaya adalah persoalan yang jadi alasan mendasar mereka.
Yah inilah salah satu hal yang menyedihkan dari Indonesia.
Padahal seharusnya Pemerintah turut betanggung jawab. Seperti yang sudah ada tertulis dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945 yaitu pada Pasal 31 yang berbunyi :

(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Nah lalu siapa yang salah??
Dengan begitu besarnya anggaran pendidikan tetapi kenapa masih saja banyak anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak?? mengapa masih saja ada sekolah yang roboh??

Jawabannya adalah banyak hal. Namun tak bisa dipungkiri manajemen yang tak sesuailah yang menimbulkan kesemrawutan ini.
Anggaran yang besar tak disesuaikan dengan penyalurannya yang kadang tidak berimbang. Kurangnya pengawasan yang menyebabkan dana ini rawan dikorupsi hingga budaya dari Negara ini sendiri yang masih mengenakan pungli tiap kali dana ini berpindah tempat.

Ah sudahlah,akan memakan waktu yang lama untuk membicarakannya. Yang jelas masih butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengubah wajah Negara ini.
Meski puluhan tahun telah merdeka,walau puluhan tahun sejak memulai era reformasi tapi tetap saja jawaban yang akan keluar akan tetap sama jika mental yang ditunjukkan anak negeri ini masih tetap seperti ini.
Hanya mengikuti arus kehidupan yang telah ada dan tidak berani melawan arus demi sebuah perubahan.

Tapi dari lubuk hati saya yang terdalam (ceileh). Selagi masih hidup saya ingin sekali saja melihat bangsa ini menemukan kehebatannya. Menemukan kebesarannya yang dulu selalu diceritakan oleh nenek buyut kita.
Menjadi bangsa yang bermartabat,dicintai dan dapat dibanggakan oleh anak cucu nanti.
Sulit tapi bukannya tidak mungkin bukan. Semoga semua proses yang terjadi dapat membawa Negara ini tidak hanya menjadi Negara yang besar tetapi juga dapat menjadi Negara yang arif dan berbudi luhur.


Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Kramat Jati 4 Februari 2013

0 komentar:

Posting Komentar