Rabu, 30 Januari 2013

Espresso and cream




Pict from HERE



Ketika cincin terlepas, jutaan kata tersimpan rapi dalam benak.
Salahkah? Benarkah?
Ini bukan tentang salah dan benar!
Semua ini tentang rasa dengan selimut hampa.
Dia memang masih cintai ia. Tapi lagi-lagi ini bukan tentang cinta.
Karena dia telah kehilangan rasa. Mungkin telah hilang semua rasa untuk ia.
Buat apa dia lepas cincin tanda cinta?
Bukan karena tidak cinta, pastinya.
Tapi semata pertanda bahwa ego telah mampu butakan logika.
Butakan mata, butakan semua indera yang dia yang punya.
Padahal ini tak ada hubungannya dengan orang ketiga.
Ini hanya tentang egois dia dan egoisme ia.
Begitu rapuh ternyata sebuah lembaga yang berhadiah buku hijau dan merah.
Dengan hadiah buku, hidup biasanya penuh pembelajaran.
Manusianya yang lemah mungkin. Atau merasa pintar jadi tak perlu belajar?
Baru kena badai sudah menyerah. Gimana kena tsunami?
Dia dan ia masih terjebak dan tetap terjebak disana.
Ia rasakan hal yang sama. Sepertinya.
Masih sepertinya kalau tentang ia.
Tapi dia. Entahlah apa yang dia rasa sejujurnya.

Jadi mau pesen rasa apa, mas?
Chocolate mint atau ESPRESSO N’ CREAM?

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Rasa dan esensi pernikahan bisa hilang. Tapi tanggung jawab atas hidup itu pilihan.

Diposkan oleh Flyingeisha

0 komentar:

Posting Komentar