Kamis, 17 Januari 2013

Salam Abadi Untuk Semeru 2



Salam Abadi Untuk Semeru : Pesan Yang Belum Tersampaikan


2012 kemarin menimbulkan berbagai perasaan untuk saya.
Suka,duka,senang,sedih,tawa,tangis,amarah,tanya,jawab. Perasaan yang hadir benar benar penuh warna dan berbeda. Saya tak pernah menyangka bahwa hidup akan membawa saya kepada sebuah perjalanan yang penuh ragam dan bermakna.
Jalan jalan ke berbagai tempat,dapet kerjaan yang aneh (dan bos yang lebih aneh pula haghaghag),kehilangan semua data di notebook (yang paling saya tangisi adalah kehilangan data tulisan dan foto foto T_T),bertemu dengan anak anak HIMPALA,bertengkar dengan ayah,hingga kematian seorang sahabat baik.
Yah banyak harapan baik yang saya ucapkan ketika mengawali tahun 2012,walau pada akhirnya kenyataan yang terpapar didepan malah berbeda dengan apa yang saya harapkan.
Tapi yah itulah hidup.
Kita ga akan pernah tahu kemana ia akan membawa kita. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani dan menikmati setiap saatnya. Sekalipun kenyataan yang dihadapi itu pahit adanya.
Seorang sahabat baik saya pernah berkata “Bukan waktu yang akan menjawab bagaimana nanti,melainkan diri lo sendiri yang menentukan akan bagaimana nantinya”


-_-

Well saya ga pernah menyesali segala sesuatu yang terjadi di belakang.
Kalaupun dari diri saya atau hal apapun yang saya lakukan masih menyisakan kekurangan dan kurang berkenan di hati,saya meminta maaf. Salah jika mengucap bahwa saya tak mempunyai kekurangan karena walau bagaimanapun saya hanyalah seorang manusia. Tapi seperti segala sesuatu yang berjalan didunia ini.
Let it Flow,jadikan segala sesuatu dibelakang sebagai sebuah pelajaran. Kalaupun memang terasa kurang baik,maka segera perbaikilah. Walau kadang butuh proses untuk hal tersebut. Tapi itu lebih baik ketimbang diam dan tidak melakukan apa apa.

Nikmati,Pelajari dan ambil Hikmahnya

Hemm bagi saya,tahun kemarin ada satu hal yang benar benar terasa kurang. Saya tak berhasil menyampaikan pesan (alm) Abadi untuk Semeru. Saya benci mengatakannya tapi hal ini seakan menjadi pemikiran tersendiri buat saya.
Beban??
Tidak,tidak sama sekali. Saya tak pernah menganggapnya sebagai beban.
Tapi saya memang tak bisa mengatakan bahwa saya tak memikirkannya,seperti ada yang menggantung dalam diri saya. Well selain karena pesan Abadi,mungkin bisa dibilang Semeru adalah gunung impian saya semenjak dulu. Mungkin jika beberapa sahabat sudah membaca cerita tentang anak anak RASTA PALA di blog ini akan mengetahui alasannya.
Yah itu adalah salah satu hal dalam kehidupan saya yang belum sempat kesampaian. Belakangan saya seperti tersadar bahwa ini bukan lagi sekedar salam dari Abadi.
Ini tentang sebuah pesan.
Agar tidak melupakan mimpi dan harapan harapan saya dulu. Walaupun itu hanya sekedar mendaki gunung. Walaupun itu hanya sekedar berbagi kopi dengan kawan setenda. Walaupun itu cuma berteriak dan bersukacita di atas ketinggian bersama kawan seperjuangan. Berterima kasih atas segala perjalanan yang telah dilalui dan menikmati segala kepuasan yang terhampar ketika berhasil sampai di puncak tertinggi.
Dan itulah beberapa tahun belakangan ini yang saya lupakan.
Saya seperti terlarut dalam sebuah pekerjaan atau pun tugas tugas kuliah.
Yah bukannya itu hal yang buruk. Tetapi ketika kita terus berlari mencapai tujuan untuk menjadi orang yang berhasil atau menjadi orang yang sukses. Terkadang kita jadi lupa untuk berhenti sejenak.
Sekedar menepikan lelah atau merenungkan segala hal yang telah kita lakukan. Yang terjadi kadang kita tidak menjadi diri kita sendiri. Tidak dapat mengartikan jati diri yang melekat. Hanya merupa menjadi topeng yang mengikuti arus dunia.
Bukan menjadi diri kita sendiri.
Merasakan segala sesuatunya berjalan baik. Tapi pada saat itu pula terkadang kita merasa ada rasa yang salah. Sesuatu yang terkadang sulit kita sendiri mengartikannya.
Bahkan saat ngumpul dengan para sahabat saya di Rasta Pala,saya seperti merasakan satu kehilangan. Abadi pun pernah merasakan hal yang sama dan dia pernah mengatakannya.
Satu waktu saat selepas bermain futsal di kecapi,saya mengantar dia kembali kerumahnya. Abadi lalu bercerita betapa rindunya dia untuk naek gunung lagi. Dan bercerita tentang Semeru yang sangat ingin dia daki bersama sahabat sahabatnya di Rasta Pala.
“Kapan yah te kita bisa nanjak bareng kaya dulu lagi??” Ujar dia
“Heh udah ga tau juga gue bad tapi kemungkinan buat itu udah kecil,apalagi masing masing dari kita udah punya kesibukan lain”
“Yah kalo bisa seh sebelum pensiun naek gunung,kita naek Semeru bareng bareng te hehehe” ujar Abadi seraya mengutarakan harapannya
“Gaya lo bad pake pensiun segala”  ujar saya meledek ucapannya tersebut diiringi oleh sela sela tawa dari kami berdua.
“Yah tapi mudah mudahan bisa kesampaian bad sebelum kita semua berkeluarga nanti”Tambah saya lagi
“Mang lo mau nikah te tahun ini hehehe” Ledek Abadi dengan suara tawanya yang khas
“Ngaco lo. Yah lo duluanlah,baru gue”
Dan yang tersisa sepanjang perjalanan malam itu adalah obrolan obrolan tak menentu. Mulai dari bisa tidaknya kami mengajak Dimas (Qodim) naek gunung lagi. Atau sekedar obrolan tentang kesibukan esok hari.

Well tapi itulah sekelumit perjalanan hidup,selalu saja ada pertanyaan dalam setiap arahnya.
Tapi yakinlah bahwa hidup juga menyediakan banyak pilihan didalamnya. Pilihan berupa jawaban jawaban dari segala pertanyaan yang telah kita jalani. Yah apapun itu,nikmati saja setiap menitnya. Jika memang sudah tiba saatnya mendapat jawaban atas segala pertanyaan diri,maka genggamlah. Yakini dan percaya akan segala keyakinan hati.
Sekalipun bukan kebenaran yang kita temui,sekalipun banyak kekurangan yang akan kita tatapi. Tapi sekalipun itu adalah sebuah kekalahan. Rasa puas karena sebuah keyakinan akan jauh lebih bermakna dan bermanfaat.
Bermakna dan bermanfaat untuk diri kita sendiri sebagai sebuah pelajaran untuk langkah kedepannya. Bukankah saat terjatuh,kita juga belajar bagaimana caranya untuk bangkit.

Karena kuncinya adalah percaya akan diri sendiri

-­­__-

Untuk Abadi disana “Sory boy salam lo belum sempat gue sampein. Tapi gue janji tahun ini mudah mudahan cinta lo buat Semeru bisa gue sampein. Doain aja segala sesuatunya bisa dilancarin. Dan doain juga agar gue bisa lulus kuliah tahun ini hehe. Always love you my fren. Baek baek ye disono hehe ^^”

Well satu hal yang paling saya khawatirkan tentang Semeru bukan lagi tentang waktu atau tentang cuaca disana. Satu hal yang paling saya khawatirkan berasal dari film 5 cm.
Yuph pasti sebagian dari anda pernah dengar,lihat,membaca novelnya atau mungkin menonton filmnya secara langsung. Saya ga mau menyoroti masalah (cantiknya) Pevita Pearce dan juga G-stringnya (yang terus terngiang ngiang dikepala) atau juga (lebaynya) saat pendakian menuju puncaknya.
Saya hanya menyoroti efek dari film itu sendiri. Sebuah efek yang saya pikir akan membuat Semeru diserbu oleh pengunjung (dalam hal ini para pendaki baru) tahun ini.
Terus masalah lo dimana ndar??bukannya bagus kalau banyak yang mendaki??
Well saya ga mempersalahkan apa apa juga kali. Saya justru senang jika semakin banyak yang mencintai kegiatan mendaki gunung. Apalagi jika pendaki barunya wajahnya cantik cantik seperti Pevita Pearce :P
Hehehehe !!!!
Apapun,selamat datang deh buat kalian yang baru akan mencintai kegiatan ini. Pesan saya satu JANGAN TERLALU DISERIUSIN. 
Nikmatin aja setiap langkahnya,mengeluh aja sepuasnya,teriak aja yang kencang dipuncaknya. Jangan dipaksakan jika memang kaki sudah ingin menyerah kalah.
Katakan saja sejujurnya kepada teman seperjalanan,bantuan akan selalu menyapa anda disana. Dan belajarlah lebih bertanggung jawab dalam setiap langkah perjalanan anda.

Okeh tapi sejujurnya permasalahannya hanya 1??
Saya benci keramaian haghaghaghag
Bisa dibilang salah satu hal yang membuat saya mencintai kegiatan mendaki gunung adalah karena kesunyiannya. Nah makanya saya berpikir kalau terlalu rame akan menghilangkan efek dari sisi sunyi itu sendiri.
Tahu sendiri kan alasan kenapa saya ga bisa naik Semeru tahun lalu (kalau belum disarankan baca “Salam Abadi Untuk Semeru” yang pertama). Yah salah satunya ya itu,karena Semeru didatangi terlalu banyak pengunjung yang mengakibatkan harus ditutup (secara mendadak) oleh pihak Taman Nasional.
Alasannya seh buat konservasi.
Yah sebuah alasan yang bisa dimengerti mengingat betapa Semeru pada saat itu tercemar sampah yang begitu banyak. Sampai sampai terdengar kabar bahwa para porter harus menimbun sampah sampah disana.
Yah apapun itu saya tak mau mempermasalahkannya lebih jauh,buat saya segala sesuatu yang terjadi harus dijadikan pelajaran buat kedepannya. Karena saya sendiri belum merasa sempurna saat mendaki.
Saya masih buang sampah sembarangan,masih suka cueklah dengan keadaan sekitar pada saat pendakian.
Walau pas beberapa pendakian terakhir semua itu sudah agak membaik tapi saya juga merasa masih harus banyak koreksi diri lagi. Karena hidup adalah seorang guru tanpa batasan waktu,ia akan mengajari kita banyak hal jika kita ingin sedikit mengenal dan membagi waktu kita untuknya.

Saya meminta doa dari para sahabat agar Salam Abadi Untuk Semeru bisa segera tersampaikan. Insya Allah jika tak ada halangan luar biasa sekitar bulan maret atau mungkin april saya akan berangkat kesana.
Yah doakan sajalah agar segala sesuatunya dilancarkan. Dan semoga anak anak Rasta Pala membaca tulisan ini. Well jujur saja salah satu alasan saya belum dikasih kesempatan untuk mewujudkan pesan Abadi adalah karena restu dari Tuhan.
Percaya atau tidak,Tuhan pasti menginginkan saya mengajak mereka. Abadi pun pasti berpikir demikian. Walau untuk hal itu saya ga bisa banyak berjanji.

By the way kenapa ga milih bulan juni atau juli Ndar??pas saat itu edelwesinya indah indah banget loh??
Mau seh hanya saja sepertinya kemungkinan untuk berangkat kesananya teramat kecil pada bulan itu. Kenapa??
Karena pada saat itu mungkin saya sedang dibuat puyeng sama TA (tugas akhir) saya haghaghaghag


Well pada akhirnya saya meminta doa dari para sahabat semua agar segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik dan lancar (terutama buat tugas akhirnya hehe).
Dan entah mengapa saya jadi berharap banyak orang yang ikut untuk menyampaikan pesan ini. 
Iya saya tahu kebanyakan dari kalian tidak mengenal sahabat saya tersebut. Tapi entah mengapa perasaan untuk menyampaikan salam ini kepada yang lain begitu besar. Sebuah pesan agar jangan melupakan kecintaan terhadap perjalanan hidup.
Yah namanya harapan,semoga ada yang mendengar kan hehehe



Selamat pagi dunia.
Semoga cerah langkahmu mengawali hari.
Buat penduduk Jakarta yang sedang menghadapi banjir,bersabarlah. Semoga dibalik segala sesuatu yang terjadi terdapat hikmah yang dapat kita petik. Doaku selalu bersama kalian wahai saudaraku.

Salam kriuk kriuk selalu ^_^

Kramat jati 17 Januari 2013

2 komentar:

  1. amin. semoga bisa bertemu d semeru akhir bulan maret mas ;) insyaAllah

    BalasHapus
  2. Savitri Rishma Yusmilla : amin..smg dilancarkan yah buat perjalanannya nanti!! Insya Allah jika Allah berkehendak pst bisa ketemu :)

    BalasHapus