Selasa, 15 Januari 2013

Alias



Alias

Sebagian besar dari kita mungkin mempunyai beberapa nama panggilan. Yah sekedar nama panggilan yang disematkan oleh keluarga atau sahabat. Sebuah nama alias yang memudahkan dalam menyebutkannya atau mengingatnya.
Entah itu panggilan yang enak didengar,gampang disebutkan atau mungkin yang terdengar aneh.
Bahkan tanpa sadar terkadang kita sendirilah yang memberikan nama alias tersebut. Entah untuk orang lain atau untuk diri sendiri.
Sekedar bukti curahan perhatian,tanda kedekatan atau mungkin sekedar iseng aja.
Dalam keseharian yang saya jalani banyak nama nama alias yang saya temui. Banyak yang terdengar keren tapi banyak juga yang terdengar aneh. Pernahkah dari kalian mendengar nama pampam,buluk,jebleh,burik,bhagol,jabrik,kodel,pe’a,kembu,picek,jenong,dagu,dogrek,item,kiting,glosor,manyun,bejo,bencek,botak,dobleh atau gemblong,togok.
Well walau agak aneh juga saat pertama kali mendengarnya tapi saya benar benar pernah menemui nama nama tersebut. Dan kenyataannya mereka malah fine fine aja dengan hal itu. Toh dalam hal persahabatan hal itu terkadang malah semakin merekatkan satu sama lain.

Hem saya juga mempunyai banyak nama alias.
Entah itu yang keren,jelek atau pun yang terdengar aneh. Yah dipanggil kaya apapun saya tetep tampan kok haghaghag
Pede gila kau ndar!!
Yah daripada gila pede,mendingan pede gila aje deh hehe
Hem berikut adalah nama nama panggilan saya,sepanjang perjalanan kehidupan yang saya jalani (bahasanya kaya pengembara aja yak).


By the way nama asli saya adalah Nandar Awaludin.
Saya lahir prematur 25 tahun yang lalu tepat ketika Unyil tayang perdana di televisi Indonesia.
“Bruotttt!!! Pas unyil tayang yah kamu lahir dah” Ujar nyokap dengan gaya menirukan orang melahirkan tiap kali ia menonton unyil dan teringat akan kelahiran saya.
Satu hal yang selalu membuat saya,ayah dan adik saya tertawa dibuatnya. Well jujur aja ampe sekarang saya belum mengetahui arti dari nama saya sendiri. Saat ditanya ke ibu,dia bilang nama itu pemberian dari Bi Lastri (adik ibu saya).
Saat saya mau bertanya kepada bi Lastri,saya malah selalu lupa dan malah terhanyut dalam makanan atau kue buatannya. 
saat ini hahaha!!
Well saya cuma tahu arti dari kata Awaludin.
Awal itu pertama,yang menandakan bahwa saya anak yang pertama. U itu hanya penyambung kata. Sedang Din sendiri memiliki pengertian “agama”. Yah jika disambung mungkin memiliki arti pertama untuk agama.
Sebuah arti yang belum bisa jalani dengan baik hingga saat ini.

Nandar
Nandar adalah nama alias yang umum saya pakai. Sebuah nama yang biasa saya gunakan saat pertama kali berkenalan dengan orang.
Entah mengapa tapi biasanya saya akan mengulang 2 kali untuk menyebutkan nama ini. Karena terkadang pendengaran beberapa orang sering salah menafsirkan kata kata saya.
“Apa???Kandar??” atau “Apa??Nanda??”
Yah begitulah yang (sering) terjadi!!

Awal
Well panggilan Awal pada mulanya adalah panggilan sayang dari Ibu saya. Kalau ga manggil Awal biasanya dia akan memanggil saya dengan sebutan a’a.
Tapi seiring perjalanannya,yang memanggil saya Awal adalah wanita yang pernah dekat dengan saya. Yah entah itu pacar atau wanita yang sekedar dekat dengan saya.
Ah jujur,diantara panggilan lain. Sebenarnya saya paling suka panggilan ini. Apalagi kalau yang memanggil adalah orang yang benar benar suka sama saya.
Wuih mesranya hihihihi!!!!
Yah kadang ada ga enaknya juga seh,terutama jika emak ane yang mengucap (dan biasanya digunakan untuk menjajah saya).
Beda banget dah seperti “Ya ampun Wal.katanya mau jadi Gubernur tapi kok belum bangun juga!!”
-____-zzz

Udin
Panggilan ini adalah panggilan yang jarang disebutkan. Yaiyalah jarang disebut,baru dipanggil ini sedikit aja terkadang saya udah sewot haghaghag!!
Panggilan ini adalah panggilan yang paling saya susah untuk terima. Yah walau pada akhirnya pasrah aja ketika panggilan ini udah keluar.

Adi Bing Slamet
Nyokap dan kroni kroninya (Nenek,adik dan kakaknya) selalu bercerita bahwa ketika saya masih kecil saya sangat mirip dengan Adi Bing Slamet. Dengan rambut berponi lurus,muka imut imut (saking imutnya,ketika saya masih kecil saya disangka anak perempuan loh -__-z).
Tapi seiring dengan berjalannya waktu,panggilan ini pun memudar dan tergerus zaman (caelah).
Dari panggilan Adi bing Slamet kini berubah menjadi Robert Pattinson (Ssssttttt dilarang komen yah :P)

Betet
Betet adalah panggilan yang berasal dari Bi Lastri. Beliau memanggil saya demikian merujuk kepada hidung saya yang memang terbilang agak gede. Beliau pun membandingkannya dengan burung Betet.
Tau burung betet kan??
Yah sejenis kakaktua geto deh. Tapi jauh lebih kecil,yah ukuran pastinya ga tau deh (soalnya belum pernah ngukur langsung hehe).
Well selain Bi Lastri yang mengetahui panggilan saya ini adalah teman teman SD (Sekolah Dasar) saya dulu. Mereka tahu karena kebanyakan dari mereka adalah tetangga saya sendiri dan sering mendengar Bi Lastri kala memanggil saya dengan sebutan Betet.
Sebuah panggilan yang masih merekat di hati mereka semua hingga saat ini :)

Petot
Panggilan ini adalah panggilan yang berasal dari Mang Dadang (adik dari ayah). Saya juga bingung kenapa saya bisa dipanggil kaya geto. Tapi untuk panggilan ini hanya Mang Dadang (yang punya alias bernama Jefry) dan Almarhum Mang Dadi (yang punya alias Aday).
Dan bisa dibilang dari kedua orang inilah saya mencintai Manchester United.

Jambul
Jambul adalah panggilan dari teman teman rumah saya dirumah. Asal muasal panggilan tersebut bermula dari kebiasaan saya berambut “Jambul” sewaktu SMP.
Dulu (mungkin karena jaman masih labil kali ye),jambul saya bisa tinggi banget. Bahkan saat kelas 3 SMP pernah mencapai rekor dengan panjang sekitar 40-50 cm.
Luar biasa ancurnya haghaghaghag
But saya tak pernah menyesalinya. Bahkan ketika harus melihat foto raport saya waktu SMP saya selalu tertawa. Karena sesuatu hal seperti itulah,kadang perjalanan hidup kita jadi lebih penuh dengan warna.

Arab
Arab adalah panggilan yang jarang disebutkan. Well panggilan ini sendiri bermula karena wajah saya yang memang bertipikal seperti orang arab (kata orang loh).
Yah bisa dibilang,hidung saya emang agak offside bentuknya haghaghag

Ndarjo
Belakangan saya mendapat panggilan baru dari sahabat saya,Iqbal Maulidani. Dialah yang pertama kali memanggil saya dengan panggilan ini. Ini orang emang suka sembarangan dalam beberapa hal. Manggil orang aja suka sembarangan.
Semua sahabat saya dikampus mempunyai panggilan tersendiri darinya.
Mulai dari alias Kingkong Jawa,Dedet,Mamat,Kraton Medan,Kadir,Doyok hingga si Bolang. Well sebagai balasannya beberapa sahabat juga mempunyai julukan buat Iqbal. Salah satunya adalah Balki dan Buluk. Saya juga punya panggilan khusus buat dia yaitu Ba’aL.

Jebir/Wasbir
Hem panggilan ini merujuk kepada salah satu fisik saya,yaitu bibir. Yah kalau anda bertemu saya pasti tahu sendirilah. Bibir saya emang lumayan agak gede kebawah. Bahasa enaknya seh agak dower hehe
Bibir ini adalah turunan dari Ibu saya. Hem emak ane selalu bercerita waktu muda dulu para lelaki selalu menyebut bibirnya seksi.
Well bibir saya juga demikian,dikatakan seksi oleh banyak wanita < -- lebay.com.
Eh tapi bencong juga ada loh yang ngomong geto haghaghag (dikatain bencong kok bangga). 
Hingga saat ini yang masih setia memanggil saya dengan panggilan ini adalah Firman (Bhagol),Dimas Agustio (Qodim) dan Andi Setiawan (Andy).
Yah emang mereka bertiga termasuk sosok yang suka menganiaya saya.

Erte
Well bisa dibilang ini adalah nama alias saya yang paling terkenal. Panggilan ini berawal tepatnya sekitar 9 tahun yang lalu. Saat itu adalah masa masa SMA. Masa dimana saya ga boleh mempunyai rambut yang gondrong -___-zz
By the way awal mula panggilan ini berasal dari sahabat saya yaitu Heru Bintoro alias Papay. Awal mulanya ketika saya masih kelas 1 SMA. Jadi pada saat itu Papay nelepon saya buat menanyakan sesuatu.
Saya lupa itu apa tapi yang pasti pada saat itu suasana rumah saya memang sedang ramai ramai karena sedang ada pemilihan ketua RT (Rukun Tetangga) di rumah saya. Pemilihan saat itu sudah selesai,dengan bokap saya terpilih (lagi) sebagai Ketua RT.
Nah si Papay yang pada saat itu kebetulan lagi nelepon tentu saja bingung dengan suasana ramai di rumah saya.
“Itu ada apaan dar, rame bener”tanya Papay kala itu
“Oh itu,lagi ada pemilihan Ketua RT coy di rumah gue”terang saya kepada papay
“Pantesan rame,terus siapa yang kepilih coy??”tanyanya lagi
“Bokap gue hahahaha”Jawab saya sembari tertawa,Papay juga tertawa mendengar jawaban itu.
Tapi setelahnya reaksinya mah biasa banget,ngobrolin yang biasa aja. Namun hal yang sangat berbeda baru saya temui keesokan harinya.
Pagi itu saya memang datang agak terlambat. Ketika saya masuk ke dalam kelas si Papay langsung berteriak
“Woooyyyyyyy.....Pak RT datengg”Ujarnya kepada seisi kelas
Suasana kelas langsung gaduh,banyak tawa dan teriakan teriakan ga jelas.Untuk sesaat saya ngerasa seperti ada di Afrika.
Yah tapi satu hal pasti semenjak itulah saya mulai dipanggil eRTe sama sahabat sahabat saya. Dan entah sejak kapan,panggilan itu seperti menjadi trade mark tersendiri untuk berkenalan. Selain mudah diingat,nama itu adalah nama yang unik hehe ^_^
Asal jangan memanggil saya dengan panggilan tersebut aja dirumah.
Mang kenapa Ndar???
Yah permasalahannya,babeh ane juga dipanggil RT kalo dirumah (yaiyalah,dia kan ketua RT aslinya. Ane mah kan cuma nebeng nama haghaghag)


Well itulah beberapa nama panggilan saya sejauh ini. Memang ada beberapa nama alias yang agak terlalu unik. Saking uniknya bisa dibilang aneh.
But saya selalu menanggapinya dengan santai. Dulu seh memang agak sewot tapi kini saya lebih menganggapnya sebagai bentuk perhatian.
Well ga mungkin kan seseorang memanggil anda dengan nama alias atau panggilan tertentu ketika baru pertama kali kenal.
Butuh proses untuk itu.
Dan proses situ bisa dibilang sebagai sebuah kedekatan bernama ikatan. Entah itu ikatan persahabatan atau persaudaraan. Segala perhatian yang berproses memang jauh lebih bermakna. Walau bentuk perhatian tersebut cuma sekedar nama Alias.

Nah pertanyaannya sekarang. Sudahkah anda mempunyai nama alias??
Entah dari sahabat,keluarga atau mungkin pacar?? 
Well saya sendiri seh yakin,kebanyakan orang pasti memilikinya.
Kenapa??
Karena semua orang didunia saling terikat satu sama lain. Terikat dalam sebuah ikatan. 
Ikatan sebagai seorang manusia.


Kramat Jati 15 Januari 2013

0 komentar:

Posting Komentar