Rabu, 25 Februari 2015

#mountpedia : Tentang Sampah Di Gunung


Secara umum ada 2 macam sampah di gunung.
1. Sampah yang dihasilkan oleh alam itu sendiri.
2. Sampah yang dihasilkan oleh manusia.

Kumpulan sampah di gunung gede, tahun 2013
Sekarang mari kita bicara tentang sampah yang dihasilkan manusia. Menurut data manajemen TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) pada tahun 2010 total sampah yang terkumpul ada 2,5 ton. Memprihatinkannya ada lebih dari 1,5 ton kotoran manusia.
Di beberapa gunung pun seperti ada titik pemusatan sampah. Di gunung Gede terpusat di kandang badak dan suryakencana, di gunung Semeru terpusat di Ranukumbolo dan Kalimati.
Sampah di gunung Semeru pun tergolong memprihatinkan. Saat musim liburan diperkirakan bisa lebih dari satu ton sampah yang dihasilkan (hanya) dalam semalam.
Gunung Rinjani yang merupakan salah 1 surga pendakian seakan tercoreng dengan hal sampah. Segara Anak adalah contoh, betapa manusia bisa merubah segala keindahan.
Itu menurut data, sekarang mari berbicara dalam perspektif saya tentang 3 gunung tersebut.

1. Yang paling memprihatinkan,ini seakan mulai jadi BUDAYA.
Contoh : Saat teman sedang mencuci nesting kotor "cuci dimana sob". "disana aja tuh" sambil menunjuk mata air "tapi ntar ngotorin" "yaelah ga apa-apa, habis di manalagi".

2. Yang paling menyedihkan, di beberapa tempat pendakian, mencium aroma kotoran manusia seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Membiasakan atau terpaksa?
Hot spot pup manusia di 3 gunung tersebut :
Gunung Rinjani : Mata air dipelawangan sembalun
Gunung Semeru : Ranukumbolo
Gunung Gede : Kandang badak.
Intinya ? manusia selalu membuang hajat tak jauh dari mata air. Di Kandang badak pun dibuat WC+tempat pencucian di aliran air.
Nah jika turun ke mata air di pelawangan sembalun,Rinjani. Dari jarak beberapa meter sebelum sampai pun anda akan disambut aroma kotoran manusia. Wuih ! ! ! ! !
Gunung Semeru? Semua yang sudah kesana pada tahun 2013 kemarin pasti mengetahui bahwa sekarang semeru berubah menjadi "Ladang Ranjau". If you know what i mean ?
Kondisi sampah di Ranukumbolo tahun 2013
Di dekat pos di ranukumbolo, ada sebuah tempat (penitipan) sampah para pendaki yang tidak peduli. Tidak jauh dari sana ada lubang besar buat tempat buang hajat.
Sisi kanan dan kiri ranukumbolo pun seakan menjadi medan "hajat" orang banyak. Sisi keindahan berpadu dengan aroma kotoran. How nice :\
Untuk problem ini seharusnya dari pihak pengelola lebih aktif lagi untuk melakukan penyuluhan sebelum para pendaki melakukan pendakian.
Ibaratnya : kita bertamu ke rumah orang,akan tetapi sang pemilik seolah acuh dan hanya memikirkan untung. Pemilik berpikir "toh nanti juga ada yang bantu bersihin".

Sob sampai dunia kiamat, acara bersih-bersih gunung seperti menjadi hal yang sia-sia.
Hanya berefek sebentar,sementara, TIDAK LAMA. Kenapa?
Karena hanya 1 pihak yang bergerak, tidak secara keseluruhan. Himbauan menjadi gurauan. Ajakan menjadi candaan. Yang dilakukan hanya bersifat hari ini,bukan untuk masa depan. Apalagi jika dilakukan oleh suatu komunitas, bukan atas dasar niat yang sama, hanya keinginan untuk membesarkan slogan atau benderanya.
Menyalahkan sesama pendaki, terutama pendaki pemula juga bukan alasan yang etis. Sebab apa yang mereka lakukan sekarang juga mungkin sama halnya dengan apa yang kita lakukan dulu. Saat kita baru memulai menjajaki hobi ini dan tidak tahu apa-apa.
Nah untuk pengelola harusnya lebih diaktifkan lagi fungsi media yang ada seperti majalah dinding (mading), banner, kalau perlu dibuatkan spanduk besar di pos pendaftaran. Kalau perlu orasi terlebih dahulu kepada pendaki yang akan melakukan pendakian di lingkup wilayahnya.
Buatlah semenarik mungkin madingnya, taruh ditempat yang mudah diakses, beritahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari selama pendakian.
Jangan sudah kecil, taruh ditempat yang jauh, isinya monoton pula.
Seperti : menurut undang-undang inilah, itulah.. #hellowww
Dan dimohon untuk lebih menggunakan peran teknologi. Jaman sudah berlari namun sebagian dari kepengurusan masih menggunakan metode "bisik2 tetangga", dari mulut ke mulut.
Nah untuk pendaki, mau gimanapun kalian ngeles. Tetap saja kalian adalah orang yang akan paling disalahkan.
Jadi mulai dari sekarang biasakan 3M. Apa tuh bro?

1. Membawa sampahmu kembali (buat perokok, jangan buang puntung sembarangan yah)
2. Menggali lubang kotoranmu
3. Mengajak rekan seperjalananmu untuk lebih peduli. Jangan takut untuk memulai kebaikan ;)
Jika mencuci dimata air, usahakan mencucinya jangan di aliran air. Untuk pup, biasakanlah menggali lubang dahulu, umum dikenal sebagai "CAT HOLE".
Biasakanlah membawa trashbag (kantong sampah) untuk kumpulan sampahmu. Belilah cangkul atau sekop kecil untuk "CAT HOLE".

Jangan takut menjadi berbeda.
Kepedulian tidak dimulai dari orang lain tetapi dari diri sendiri. Jangan jadikan penilaian sebuah beban namun jadikan sebuah awal pembenahan.
Wah sudah malam, mari ngopi-ngopi dulu sob. Ditunggu loh comment-comment membangunnya.Salam Hangat Selalu, Nusantara :)

Kramat Jati 10 Februari 2014 (Ditulis ulang kembali 24 Februari 2015)

0 komentar:

Posting Komentar