Kamis, 18 Agustus 2011

Monyetku Murdin

Siang itu aku sedang bersantai di teras rumah,menikmati terik matahari yang sedang bersinar dengan panasnya.
Tapi rasa panas itu bisa sedikit terlawan dengan es kelapa yang kubeli ketika pulang sekolah tadi.Semua itu kian komplit dengan gorengan pisang yang dibuat oleh ibuku.
Saat sedang asiknya aku bersantai,tiba-tiba aku mendengar suara keributan !!Aku pun dengan segera mencari dari mana keributan itu berasal.
Ternyata keributan itu berasal dari depan rumah,segera saja aku menghampiri asal muasal keributan itu.
Keributan itu berasal dari tiang listrik yang berada di dekat lapangan bulutangkis,ketika sampai sana aku melihat sudah banyak orang yang berkerumun.
Segera saja aku menanyakan apa yang sedang terjadi di sana.

“Maaf pak,ada apa ini ribut ribut”tanyaku kepada seorang bapak yang berada di sana.
“Ini loh dek,ada monyet milik Pak Bakeri yang terlepas dan sekarang sedang bergelayutan dengan bebas di atas tiang listrik”jawabnya sembari menunjuk ke atas tiang listrik
Aku segera melihat ke arah atas tiang listrik,kulihat ada 2 ekor monyet yang sedang asik bergelayutan di sana.
Mereka seolah tak peduli dengan keributan yang terjadi di bawahnya,mereka tetap bergeming dan diam dengan santai di atas tiang.Malah mereka seperti sedang meledek orang-orang yang berusaha mengusirnya!!
“Hemm..biarkan saja toh pak,toh nanti juga mereka turun sendiri??”ujarku kepada bapak tadi
“bukan begitu dek,sebenarnya seh bapak juga maunya begitu”jawab sang bapak singkat
“Terus kenapa masih diusir usir pak”
“Yah mau gimana lagi,gara-gara 2 monyet itu listrik di lingkungan kita jadi ada yang padam”
“Ohhh...geto toh”
Semakin lama semakin banyak warga yang datang bergerombol.Rupanya mereka juga mulai merasakan efek yang ditimbulkan dari ulah sang monyet.
Sebagian warga yang mulai kesal kemudian mengambil galah dan batu untuk mengusir sang monyet.
Dengan segala cara mereka mencoba mengusirnya,berharap sang monyet segera turun dari sana.Tapi yang terjadi justru sebaliknya,sang monyet justru semakin senang dengan keadaan itu!!
Pak Bakeri yang baru datang juga serta merta membantu para warga,Pak Bakeri membawa makanan dan mainan kesukaan sang monyet.
Dia membawa makanan kesukaan sang monyet yaitu pisang dan mainan yang disenanginya yaitu duit.
Yuph,sang monyet sangat menyukai uang Rupiah!!malah kata Pak Bakeri,semakin tinggi uangnya sang monyet akan semakin senang.
“Mur..sus..ayo nak turun!!neh liat apa yang bapak bawa buat kalian”bujuk Pak Bakeri terhadap kedua monyetnya.
Mur,Sus???belakangan baru kuketahui kalo itu adalah nama dari kedua monyet itu.Yuph,Pak Bakeri begitu sayang dengan monyetnya hingga ia tak segan untuk memberi mereka nama!!Monyet yang berada di atas tiang yang sepertinya merupakan pemimpin bernama Murdin,sedang monyet yang berada tak jauh di dekatnya bernama Besus.
Murdin terus berulah dengan merusak kabel listrik yang berada di dekatnya,sedang Besus seperti sedang berorasi mendukung perbuatan Murdin.
Murdin dan Besus seperti tak gentar menghadapi gerombolan orang yang berusaha menyuruh mereka turun.Mereka terus saja berkelit dan terus menghindar dengan segala jurus yang mereka miliki.
Mereka seakan tak peduli bahwa telah semakin banyak orang yang menyuruh mereka untuk turun,mereka seakan tak gentar menghadapi galah dan timpukan batu dari warga.Mereka malah semakin bersemangat meledek warga yang berusaha menurunkannya.
Warga yang mulai gerah akhirnya memanggil bantuan dari Instansi Pemerintah!!Tak kurang dari Polisi,Densus 88,Tim Gegana,Petugas PLN,Tentara,Pemadam kebakaran,Pak RT/RW,Lurah,camat bahkan Pak Gubernur telah dikerahkan untuk menurunkan sang monyet.
Tapi sang monyet tetap bergeming
Petugas pun agak takut untuk naik ke atas karena terhalang oleh kabel-kabel yang diputuskan oleh sang monyet.
Akhirnya setelah berunding dengan Pak Bakeri sebagai pemilik dari monyet-monyet tersebut,diambilah sebuah keputusan untuk membekukan keberadaan monyet-monyet tersebut.
Ya..Mereka berniat untuk membius monyet-monyet itu.
Tim Densus 88 pun segera menyiapkan senjatanya,tapi hal yang mengejutkan terjadi??
Sang monyet yang merasa keberadaannya mulai terancam segera saja meninggalkan tiang listrik tersebut.
Mereka seperti mengikuti insting binatangnya dan segera berlari menghindari tempat tersebut.Orang-orang masih berusaha mengejar mereka,tapi mereka kalah gesit dengan kelincahan monyet-monyet tersebut.
Mereka(orang-orang) pun akhirnya menyerah!!
Dari kejauhan warga melihat hal yang membuat mereka geram.Sang monyet berbalik dan meledek para warga.
Besus seperti biasa,seakan bernyanyi dan berorasi membela kelakuan bosnya!!
Murdin??dalam keadaan membelakangi warga,ia lalu mengangkat satu kakinya!!
Ia lalu mengeluarkan air seni seakan kembali meledek para pengejarnya.Setelah melakukan itu Murdin lalu tersenyum dan segera berlalu bersama Besus.
Orang-orang yang melihat itu marah tapi juga bingung,kenapa jua monyet-monyet itu tak mau turun.
Apakah karena kalo sudah di atas sulit untuk turun kembali??
Atau karena ada sesuatu yang mereka sembunyikan??
Ahhh..entahlah,yang jelas kini sang monyet telah lari entah kemana.Meninggalkan para pengejarnya dengan sejuta pertanyaan.
Kapankah sang monyet mau turun dan tak mengusik hati setiap orang??


Kata Untuk Dunia – Nandar Awaludin

0 komentar:

Posting Komentar