Kamis, 19 Januari 2012

A Day Without Rain


Satu waktu dalam duniaku
Aku termenung melihat hujan yang perlahan turun membasahi bumi
Hati bertanya pelan “Kenapa tak kurasakan arti lagi dalam rinainya??”
Lama aku terdiam, mencoba mencari artinya yang hilang. Tapi tetap tak kutemui jawaban disana
Picture from Here

Aku sempat terdiam, mencoba merenungi setiap tetesan air yang terjatuh tapi tetap tak kutemukan apa yang kucari
Hujan tanpa arti atau memang aku yang tak mampu lagi memaknainya??

Telah kucoba mengartikan tapi hanya kekosongan yang datang. Perasaanku pun seakan ikut terjatuh dalam setiap rintikannya
Sunyi sepi
Meredup arti
Memudar mimpi
Hujan masih setia mengiringi langkahku, menggenangi liang pikirku dengan sejuta tanyanya
Gemuruh meletup letup di kepala,seakan mencoba menyatakan kerisauannya. Membelenggunya dengan ketiadaan, mendekapnya dalam kesunyian

Entah apa yang ada di benakku kini
Perasaan itu menjelma menjadi sebuah tanya yang begitu besar
Diam dan membelenggu liang pikiran, menyekatnya dengan keabstrakan
I'm trying to figure out why but the answer is too deep to be known
Sulit bagiku menghela nafas di tengah dera kehidupan yang tak pasti
Sometimes I feel so lonely in this world, like doesn’t have a meaning to life

Inginku menepikan semua keluh yang terhampar dalam diri, tapi setiap kali kumelakukannya hanya keraguan yang menyelimuti.
I don’t know why i can’t breaking the ice on my mind. It’s very simple to said but very difficult to do it.
I’m falling
Falling on asking i wouldn’t know
I’m lose
Lose in the way I choose

Entah kenapa. . . 
Mendung masih kelabu kurasa, ditemani riuh angin yang bertiup semilir
Pelan tapi begitu menusuk adaku
Hujan hanya sebatas tumpahan air yang datang dari langit, sebatas musim yang datang dengan sendirinya
Tak lagi seperti dulu, ketika aku selalu mengartikannya dengan keindahan dan bermain main ditengah adanya
Tak lagi seperti dulu, ketika aku selalu menikmati setiap rinai yang terjatuh. Memaknainya seperti melodi dalam diri

Maaf hujan. . .
Aku kehilangan artimu, aku kehilangan rupa pesonamu. Hatiku terlalu rintih untuk menyambut adamu, senyumku terlanjur beku melihat hadirmu
Maaf hujan. . .
Untuk sekali ini saja maukah kau memaafkanku karena telah mengutukmu. Aku sedang membenci kehadiranmu

Maaf hujan. . .
Aku masih butuh waktu untuk merindumu lagi, aku masih butuh waktu untuk bisa mengartikan hadirmu lagi

Karena hujan kaulah yang selalu mengetahui, mengetahui kesedihan yang tengah melanda diri
Karena kaulah hujan yang selalu menutupi tangisku dalam rinaimu,  kaulah yang selalu hadir menemani kesepianku
Kaulah hujan yang mengetahui betapa aku kehilangan makna hadirnya di sisiku

Maaf hujan. . .
Karena aku berharap esok kau tak akan datang, aku ingin menikmati limpahan cahaya mentari yang menyinari tubuhku. Aku ingin menikmati awan biru yang beriring berarak di langit lepas 
Aku tak ingin menutupi kesedihan yang membelengguku

Aku ingin menjadi kuat tanpa bantuanmu, meneguhkan hatiku kehilangan sesuatu yang sangat aku sayangi
Walaupun sulit tapi aku akan belajar mengartikan tangis yang datang dengan sebuah senyum

Jadi hujan. . .
Berhentilah merinai sejenak, kumohon berhentilah. . .
Aku ingin menikmati sebuah hari tanpa kehadiranmu

A Day Without Rain

Kramat Jati  19 Januari 2012

5 komentar:

  1. nandarr,,,,,kok bisa sih nulis panjang2 kek gini,,,,ckckckck....:D

    BalasHapus
  2. haduh, Awal. Kau... kau... sangat melo.
    Buat siapa postingan ini, Nak #kepo#

    Begitu sungguhan dan mendayu.
    Love it.

    BalasHapus
  3. ocha : ini panjang yah??kalo menurut w malah kependekan..hehe ^^
    cm karena kebiasaan aja mungkin cha,terus ditambah lagi ada ide dikepala jd yah beginilah hasilnya..hehe

    Lita : Melo apa neh ta??
    meloTOT apa meloNJONG..haha
    siapa hayo, hayo ada yg mau ngaku ga siapa #loh

    buat seseorang yang cintanya ga bisa tersampaikan..:(

    BalasHapus
  4. Kira-kira ini ditulis pas hari hujan nggak ya? :)
    Suasananya dapet banget. Semoga cintanya bisa tersampaikan, ya ;)

    BalasHapus
  5. Della : iya..^^
    hemm..saya harap tidak abis cuma buat galau doang seh..hehe

    BalasHapus