Selasa, 18 Oktober 2011

Sebelah Hati

Menyambut siang dalam kelamnya
Tawaku hilang ditelan malam
Kucoba ketuk hati sang rembulan
Tapi tak jua kutemukan jawaban
Perasaan ini seakan mengerucut
Awan hitam pun datang berupa kalut
Menutup hati dalam kemelut
Lalu menggumpal dalam rasa takut
Keluhku seakan berhamburan dalam dekapan sepi
Senyumku terasa tiada tergerus erosi diri
Hanya kebisuan yang selalu menemani
Hanya kebekuan yang terlanjur menutupi

Percuma meresapi hadirmu
Jika tiada rasa yg kumengerti
Tiada guna mencumbu bayangmu
Jika yang datang hanya melodi sendu
Tanpa makna sejuta dekapmu
Bila yg terasa hanya segumpal ragu
Ahhhhh.........
Mungkinkah ku mencintai tiada
Karena setiap kali kuumbar sejuta tanya
Hanya sesak yang menyekatnya dalam dada
Apalah arti selaksa rindu ini
Jika yang hadir hanya kabut yang menutupi diri
Rinai hujan yang turun membasahi hati
Terasa indah ketika pelangi datang menimpali
Tapi semua terasa tak cukup
Sebab hati terlanjur digandrungi kemelut
Hati ini perlahan mulai mengerti
Atau mungkin sekadar ingin memahami
Terhadap dirimu yang tak kunjung membuka diri
Kepada hatimu yang tak jua memahami arti
Tidakkah kau mengerti
Bahwa cintaku tak selamanya di sisi
Harusnya kau pahami
Ketika rasamu menutup diri
Aku kan berpindah hati
Kini.......
Aku kan pergi
Mencari kembali untaian melodi
Yang dulu sempat tertanam dalam hati

Kramat Jati 10 November 2009


3 komentar:

  1. jadi ikut sedih nih .... smg menemui tambatan hatinya.

    BalasHapus
  2. hmm,,,usah harap dia lagi,,
    kemasi hati dan kembalilah mencari,
    si tambatan hati... ^^

    BalasHapus
  3. Sukma : :)

    Fairysha : telah kucoba menata hati
    mencoba mengukir kisah baru dalam hariku
    tapi..
    ahh..entahlah aku masih tak mengerti
    smoga jawaban itu akan aku temui esok nanti
    :)

    BalasHapus